Banyak kata dan tanya yang ingin kulontarkan bak gelas yang terisi penuh dan terus diisi: hampir tumpah dan tak terjaga. Seiring dengan berjalannya waktu aku menyadari banyak hal yang harusnya disikapi sejak dini dalam kehidupan ini. Tidak seharusnya diabaikan apalagi dibiarkan tanpa ada tindakan.

Mereka berlaku seenaknya bak burung terbang tak punya rumah untuk pulang.  Datang dan pergi seakan akan hanya bertamu sesekali, namun sebenarnya meninggalkan lebih dari sekedar kenangan. Waktu yang berjanji untuk menyembuhkan malah memperparah 
keadaan. Siapa yang disalahkan?

Aku.

Karena mereka tidak mau tahu bagaimana aku melewati ini semua.

Mereka merasa pantas menghakimi, padahal dirinya sendiri harus dihakimi. Mereka merasa paling benar sendiri, padahal dirinya sendiri bertanya tanya apa yang benar dalam hal seperti ini?

Aku berhenti melibatkan perasaanku dan orang lain ketika mereka juga tidak memikirkan perasaanku lagi. Apakah aku bodoh? Mungkin, karena diriku ini menjadi orang lain. Tetapi hal yang kuingat adalah ketika sepasang mata berani melihat dari banyak perspektif sementara ribuan mata lainnya hanya peduli dari pandangan biasanya, siapa yang memenangkan pertarungan ini?

Mungkin ini bukan tentang menang dan kalah, namun sudah pasti mereka menang dan aku kalah. Mereka menang karena mereka banyak. Meski mereka kalah, mereka akan tetap menang.

Sulit untuk hidup menjadi orang benar sendirian, karena sendiri itu satu, satu itu sendiri. Lalu satu dibanding seribu bukan sekedar angka, namun hasil yang tidak bisa diragukan jua.

Yang harus selalu aku ingat adalah berbuat baik bukan untuk berharap. Tidak boleh lagi berharap. Mereka yang baik mungkin akan jahat. Tapi aku tidak perlu jahat, aku hanya perlu berhati hati dan membangun tembok pertahananku sendiri.

Karena rasanya aku sudah sulit membuka hati dan percaya lagi kepada orang baik yang baik, sangat baik. Namun baik tidaklah cukup untuk menunjukkan bahwa dia orang yang baik untuk kamu.

Teruntuk kamu yang merasa berhak menghakimi orang lain dan kamu yang atas nama kebaikan malah menyakiti orang lain. Mari memaknai memiliki dua telinga berarti lebih banyak mendengar, memiliki satu mulut berarti manfaatkan dengan baik. Jangan lagi terlalu baik, terlalu naif, terlalu pikirin perasaan orang. Semua yang terlalu tidak pernah baik.

Bahkan terlalu memperjuangkan pun tidak menjanjikan kebahagiaan.

Good morning, sunshine!

It's Saturday already. Kayaknya baru kemarin Hari Sabtu terus ini udah balik ke Sabtu lagi -_- Gimana minggu ini, guys? Ada sesuatu yang seru? Gue baru menyadari bahwa hidup gue adalah bangun - mandi - siap siap - kerja - kelas - kerja - pulang - tidur. Pola ini telah terjadi selama 20 hari terakhir dan gue merasa kadang gue merasa rutinitas ini membuat gue merasa lelah sendiri.

Dihadapkan dengan segudang tugas yang cuman bisa dikerjakan dalam waktu singkat, setiap hari harus kerja sekitar 8 jam dan keharusan untuk selalu siap sedia buat ketemu sama orang menyebabkan gue agak kaget. Karena semester sebelumnya walaupun gue ke Radio, gue masih bisa jalan jalan atau gue fokus kerjain tugas gitu. Tapi sekarang tidak lagi:"} Jadi gue harus pintar pintar bagi waktu supaya tidak bosan.

Nah berhubung beberapa hari belakangan ini mood gue setiap harinya naik turun, jadi gue mau membagi cerita bagaimana untuk mendapatkan hari baik. Anyway, mulailah berpikir tentang, "hari ini hari baik, gue pasti bahagia hari ini" setiap paginya. Jangan mulai dengan dumelan karena banyak meeting atau tugas yang belum dikerjakan. Hal tersebut akan menyugesti diri lo untuk punya hari yang buruK.

So here's 6 ways to have better day by Alice's Tips & Trick! YUHUW! 

*berguling*

*sudah makin gendut* *gak bisa berguling 2 kali*

*berguling lagi* 

*usaha hehe*

***



1. Morning rules: no social media checked & breakfast first!

Setiap paginya saat bangun tidur, gue berusaha untuk menghindari sosial media apalagi memeriksa Instagram. Ini sudah gue lakukan selama 1 minggu terakhir dan percobaan 1 minggu ini berhasil mengatur mood gue. Pagi pagi gue buka media online untuk cari berita atau baca minimal 2 - 3 halaman buku fiksi. Setelah itu gue mandi dan siap - siap. Walaupun lagi running late, diusahakan untuk siapin bekal sarapan pagi. Gue biasanya memulai hari dengan satu pisang atau potongan buah seperti apel, mangga, melon atau semangka.

Gue menemukan diri gue merasa lebih siap memulai hari dan gak gampang laper. Tapi kalo udah dimulai dengan gak sarapan, pola makan gue akan berantakan dan langsung deh ngemil ngemil lucu. Anyway gak main sosial media pagi pagi juga membantu lo untuk kembali ke dunia nyata karena I got trapped too much on Instagram, tapi karena gue sudah sibuk kerja gue jadi jarang buka Instagram sekarang.

Gue kadang merasa insecure dengan satu dan dua orang apalagi masalah fisik. Hal tersebut malah bikin mood gue jadi jatuh, makanya sebisa mungkin yang gue bagikan ke orang ya sharing sharing seru atau hal hal positif & gak sesering dulu:"> Gue masih insecure lho guys sama orang orang yang cantik dan udah kerja, karena mereka kurus:" Dan gue gak ada pergerakan buat kurus:" (jadi insecure yang percuma HAHAHA)

Anyway, sarapan sama Yayang adalah hal yang paling gue suka. Unfortunately he has already back to Cirebon.... Huft.

Sarapan gue yang ngabisin dia. Oksip ponakan bebas.

2. Mineral Water More


Kemana mana bawa tumbler! Itu hal paling penting buat gue karena menurut gue ketika gue lebih banyak mengkonsumsi air mineral daripada minuman yang manis, tubuh gue jadi lebih sehat dan rasanya ringan aja gitu. Nah gue sarankan perbanyak minum air putih ya guys. Tubuh yang sehat membantu kita punya mood yang baik setiap harinya, jadi lebih berwarna deh hari hari kita;3

Anyway di gedung kampus gue yang sekarang banyak banget dispenser yang disediakan sehingga gue kalo haus tinggal isi air aja:" So lovely kan LSPR:"} Dan ini adalah tumbler dari Okky yang habis main ke Thailand!! Gue tuh suka banget sama tumbler Starbucks padahal kalo ke Starbucks tuh bisa dihitung pake jari HAHAHAHA:"} #AnakKuliahanSist

3. TREAT YOURSELF

Ini adalah bagian paling penting dalam kehidupan ini. Ketika lo mau punya hari yang lebih baik, sekali kali jangan terlalu keras sama diri lo. Kasihlah dia istirahat dan hal hal yang bisa membuat dia merasa lebih nyaman. Untuk memanjakan diri bisa banyak cara, kalian lakukan saja apa  yang kalian suka. Ada yang merasa senang kalo belanja, baca buku, nonton film, dengerin lagu, ke Salon, olahraga, masak atau bahkan tidur. Semua kembali lagi sama diri sendiri. 

Karena gue sekarang kerja, cara gue treat diri gue adalah gue pulang kerja langsung pakai masker dan baca buku. Lately gue lagi berusaha baca Sex and The City karena gue merasa asupan Bahasa Inggris gue berkurang:" Tapi ternyata sibuk banget yah, jadi gue kadang lebih milih tidur tuh.. HAHAHA.

Gue seperti mengenal cowok seperti ini;) #sikap

Lo juga bisa luangkan waktu makan siang bersama teman dekat untuk sekedar mendengar dia cerita atau berbagi makanan. Gue sering melakukan ini sama Cece, walau cuman punya waktu 15 menit atau 45 menit untuk ketemu, tapi kita usahakan untuk saling ketemu dan ini bisa jadi stress release kita. Maki maki orang, ngetawain orang, terus kembali sibuk dengan kehidupan masing masing. Udah gak bisa lagi tuh makan siang cuman 15 menit tapi gosipnya 3 jam di Burger King:"}


video


Tapi hal yang sudah gue lakukan selama 5 minggu kuliah ini adalah do make up & dress up. Itu adalah salah satu cara gue untuk memanjakan diri. Gue seneng banget nata rambut gue, mix and match baju dan make up. Mungkin sebagian mikir, "ah lu ngapain sih dandan mulu, dempul banget." Tapi guys selama gak berlebihan its okay kok. Lagian kalo gue dandan, gue ngerasa siap aja buat ketemu sama orang. Karena lo gak pernah tahu hari ini lo akan ketemu sama siapa, kenalan sama calon bos, ketemu mantan gebetannya mantan HAHAHAHA, harus ngomong di depan publik atau bahkan ketemu sama mantan.

Gue merasa lebih pede dan nyaman ketika berpenampilan rapih. Hal ini membantu gue memulai hari lebih baik;)


4. TREAT OTHERS

"Kenapa sih lo suka banget bagi bagi makanan pake post it?"

Actually, bukan caper guys. Tapi kadang gue merasa bahwa ada beberapa teman gue yang lagi suntuk atau lagi butuh semangat, jadi gue berusaha untuk ada buat mereka. Sekedar bengbeng atau pocky dengan tulisan manis yang bikin dia senyum bisa merubah mood mereka lho. Dan ternyata dengan berbagi juga bisa bikin lo merasa diri lo bermakna. Lately gue seneng banget sharing ke temen temen gue yang lagi sama sama berjuang seperti gue dan dunia sebaik itu untuk mengembalikan apa yang gue berikan.



Sekarang berbuatlah baik sama semua orang, gak usah mikir dibalikin kebaikannya atau enggak, gak usah mikir bakal dia update atau enggak. Baik baik aja, lo kan gak tahu bakal butuh dia nantinya atau enggak. Tapi jangan mau digampangin;)

Ini sih paling bikin gue seneng:"} Ini dari seorang inspirasi gue selama di LSPR. Soon gue ceritain;)

5. Have your own to do list!

Ternyata punya to do list dan mengetahui bahwa hari itu lo sangat produktif berakibat baik untuk mood gue seharian. Gue sudah mencoba menulis ini selama 6 minggu dan it works well. Kalian coba deh, selain membantu kalian lebih tertata rapi dan disiplin, kalian juga bisa naikin mood diri sendiri saat semuanya sudah berhasil kalian selesaikan;)


6. GO FOR A DRIVE: I chose Gojek-self thinking more.

Kalo gue pribadi, gue lebih suka naik Gojek selama 10-15 menit dan menikmati jalanan sambil dengerin lagu. Gue gak tahu kenapa tapi perjalanan macam begini benar benar membantu gue menaikkan mood. Mungkin karena ada rasa perjuangan sebelum sampai ke tempat tujuan atau ada waktu untuk berpikir dan menikmati suasana selama di perjalanan.

Tapi kalo lo merasa lo merasa fucked up dengan keseharian lo, coba deh pesen Gojek dan pergi ke suatu tempat sendirian. Tempat yang makan 10-15 menit perjalanan juga cukup kok. Nikmati waktu lo dengan keramaian dan musik favorit lo. Usahakan untuk mulai bilang, "iya gue bersyukur ya" selama perjalanan. It helps a lot.


video

***

Nah itu dia tadi 6 cara untuk mempunyai hari yang baik versi Tipluk! Semoga bermanfaat dan dapat membantu kamu punya hari hari yang seru, gak bete betean terus dan gak nyinyir terus. Hidup cuman sekali, berbaik baiklah. Jangan nyinyir dan ngomogin orang mulu he he he, capek! Yuk produktif!

Satu tips dari gue: banyak banyaklah bersyukur dan fokus sama apa yang ingin kamu raih. Berhenti mengurusi hidup orang lain, karena hidup kamu jauh lebih penting daripada nyinyirin hidup orang:"}

Sudah jam 7.13 AM di jam laptop gue. Saatnya gue pamit karena gue ada acara Open Day LSPR jam 8. OH IYA GUE BELUM CERITA YAA KESIBUKAN GUE SEKARANG APA..

Nanti ya tunggu Inagurasi:p Have a great day, Alicers!
Is there any real situation of  "let's start over as a friend" 
for those who was loving too deep and for those who was trying so hard
but unfortunately it didn't work well as it planned?

I was wondering why we couldn't be one.

***




1. Should've Been Us - Alex G (cover)
2. Terjebak Nostalgia - Raisa


I used to had nightmare.

Ceritanya akan selalu tentang kilasan balik mengapa Gibran datang dan akhirnya memilih pergi. 2 tahun bersamanya bukan waktu yang terbilang singkat untuk hubungan tanpa status, tapi aku bertahan dan Gibran tampaknya juga kuat - kuat saja. Jadi aku tidak pernah mempermasalahkan pembatas di antara kami bahkan berpikir itu sebagai halangannya. Kami berdua sama sama tahu apa konsekuensi dari menjalani ini dengan latar belakang kepercayaan yang berbeda. Dia bisa saja pergi kalau dia mau, tapi dia terus menahan nahan hati, maka dari itu aku tetap mempertahankan kami.

Sambil menulis beberapa contoh press release yang akan diajukan ke client kami, aku melirik Gibran dengan hati hati. Hari ini kemeja berwarna ungu muda ia pilih sebagai warna terbaik baginya. Sembari mengerjakan pekerjaannya, sesekali ia membuka YouTube dan Instagram setiap kali kerutan di dahinya mulai terlihat. Gibran selalu tahu kapan harus berhenti dan istirahat, hal tersebut membuatku tidak pernah khawatir akan kondisi mentalnya ketika berada di bawah tekanan pekerjaan.

Melihat Gibran ada di duniaku lagi, duduk di sampingku sebagai partner kerjaku bukan hal yang mudah untuk diterima oleh akal sehat. Gibran dan segala hal yang membuatnya pergi 3 tahun lalu masih menjadi pertanyaan untukku. Kalimatnya yang masih terngiang ngiang di kepalaku meninggalkan pertanyaan yang belum terjawab hingga sekarang. 

"I'm done. Hubungan kita udah gak sehat lagi."

Dari segala penjelasannya malam itu sampai akhirnya aku melepaskan gelang darinya dan meninggalkan dia begitu saja di cafe tempat pertama kali kami makan malam bersama, aku masih tidak mengerti kenapa dia bertahan dan apa alasan kami selama ini bersama. Ia bersembunyi dibalik kesibukan dan tuntutan dariku untuk tetap bersama yang membuatnya menyerah untuk bersamakuu lagi. Tapi siapa yang harusnya disalahkan jika keadaan ini sudah berjalan 2 tahun? 

Sejak saat itu aku seakan akan trauma membuka hati pada orang lain. Persetan dengan rasa ingin menghargai dan belajar untuk lebih baik, toh akhirnya akupun ditinggalkan untuk alasan yang tidak jelas. Cukup lama sampai akhirnya aku berani buka hati, Gibran masih ada disekitarku, padahal aku rasa jika ia hilang tanpa jejak itu akan mempermudah proses melupakannya.

Tapi siapa yang bisa melupakan Gibran Putra Rayya jika dirinya adalah bintang dari segala bintang. Kemanapun aku pergi, ada saja yang mengingatkanku padanya. Bukan de javu yang akhir akhir ini aku rasakan, tapi mereka semua mengenal Gibran. I used to say, "oh I knew him awhile, dia kakak tingkatku." Padahal rasanya tercabik cabik setiap menyebut namanya.

Kecewa, kecewa bukan main. Kecewa ketika kamu berpikir bisa mempertahankan tetapi kamu malah ditinggalkan. 

Gibran tampak sadar sepenuhnya bahwa perempuan di sampingnya ini masih  memperhatikannya. Tapi Gibran tidak pernah bisa ditebak isi hatinya, hari ini ia bahkan tidak menggodaku sama sekali. Biasanya ada saja hal kecil yang ia komentari. Sempat beberapa kali aku menemukannya salah tingkah setiap kali kupuji. Tapi Gibran Putra Rayya selalu punya cara untuk menutupi isi hatinya yang sebenarnya.

Have you ever felt like you're drowning?

Mungkin itu yang aku rasakan beberapa hari yang lalu ketika kami bertemu di tempatnya main basket sembari aku mengantarkan Ko Gerry. Aku dan Gibran menghabiskan hari Minggu kami berdua, sebagai teman lama yang sudah tidak berkomunikasi selama 3 tahun. Kami pergi ke beberapa tempat favoritnya dan duduk berjam jam untuk berbagi cerita. 3 tahun kami berpisah ternyata membuat jarak yang sangat nyata di antara dua manusia ini. Bahkan Gibran mengakui bahwa ia tidak mengenalku lagi karena aku sangat berbeda dari aku yang dulu.

Gibran beberapa kali melontarkan pertanyaan sensitif mengenai hubungan kami dulu. Aku masih ingat senyumnya yang hangat dan tawa renyahnya mengunci diriku hari itu untuk tidak menghindar dari satupun pertanyaan yang ia lontarkan. Tapi ini semua rasanya seperti tenggelam dalam laut di mana kamu tidak pernah tahu sedalam apa dan di mana ujungnya; kamu akan selalu sibuk terbawa arus, terbuai akan kecantikan bawah air dan hilang dari dunia nyata.

Pertanyaanku sampai saat ini hanya satu, setelah semua hal yang kami lewati, kenapa Gibran kembali dan membuka cerita cerita lama lagi? Apakah hanya untuk koneksi hubungan dengan sekarang atau untuk memperjelas apa yang belum selesai?

Karena sesungguhnya ada beberapa cerita yang sudah selesai, sebenarnya belum benar benar diselesaikan.

***

Mobil Gibran berhenti di depan rumahku tepat jam 7 malam. Ku lihat ke dalam garasi tidak ada tanda tanda kepulangan Ko Gerry. Jelas ini lebih dari sekedar aman, Koko tidak boleh bertemu Gibran dulu.

Gibran menenteng beberapa barang belanjaan kami dan membawanya masuk. Ide gila yang ia lontarkan saat jam kantor selesai tidak bisa aku tolak. Aku rindu masakannya, aku rindu aroma makanannya yang menggugah selera. Aku rindu pada setiap bumbu yang ia berikan untuk mempermanis makanan sederhana.

Gibran Putra Rayya dan segala hal yang ia sukai selalu membuatku rindu setiap mengingatnya.

Mama mempersilahkan Gibran masuk setelah Gibran menyalaminya. Ia berkata, "Mas Gibran ini kemana aja ya? Sudah lama sekali gak main kesini, gak bantu Tante di Toko Bunga.."
"Hehehe maaf tante, kebetulan aku sama Lana kan sempet beda kantor Tante.."
"Mama sehat? Adikmu gimana?" Tanya Mama antusias. Gibran dulu sering sekali main ke rumah dan membantu Mama di Toko Bunga bersama Ko Gerry. Adiknya, Carissa beberapa kali juga sempat diajak mampir dan membeli bunga di Tokoku.

"Mama sehat, Tante.. Carissa sudah kuliah sekarang. Cepet banget ya Tan?"
"Hahaha sudah dewasa ya berarti dia.. Jadi kalian mau ngapain nih?"
Aku menyikut Gibran lalu tertawa, "Mama belum masak buat Papa, kan? Yaudah, Gibran aja yang masakin. Dia jago kok."
"Oh mau masak masak bareng.."
Wajah Gibran langsung berubah merah padam, "gak sejago itu kok Tan, iseng aja udah lama gak masak untuk Lana."

Seketika ku merasa pipiku memanas, apakah mudah salah tingkah itu sikap yang menular?

"Yaudah Ma, Lana ke dapur dulu mau masak dulu sama Gibran.. Yuk Gib!"

Gibran mengikuti langkahku dan bergegas mempersiapkan hal hal yang ia butuhkan sesampainya di dapur. Hari ini nasi goreng ikan asin dan sapo tahu andalan Gibran adalah menu yang aku pilih. Satu hal yang selalu terjadi kala Gibran mengajakku untuk masak bareng adalah aku yang tidak diperbolehkan untuk menyentuh apapun oleh Gibran. Ia akan selalu menyuruhku untuk duduk diam dan memperhatikannya saja. Gibran sebenarnya tidak pernah suka memasak bersama karena untuknya masak adalah kenikmatannya sendiri.

Sembari memperhatikan laki laki itu memasak, aku diam diam kembali mengamatinya. Posturnya yang terlihat semakin gagah berhasil membuatku tersenyum kecil di balik punggungnya. Dia tidak pernah berhenti membuatku kagum, namun dia juga yang membuatku menahan diri untuk tidak bicara banyak padanya.

Seperti yang terjadi sejak hari pertama kami bertemu, aku menghindari bahasan tentang masa lalu. Bukan berarti aku tidak menghargainya sebagai kenangan yang manis, tapi tidak bisa munafik, perasaanku pada Gibran masih tertinggal meski aku kecewa bukan main dibuat olehnya. Aku membiarkan rasa rinduku terpendam dan mengalun menjadi mimpi serta de javu yang semakin terasa nyata. Setidaknya aku bisa melihatnya ketika rindu, tapi ia tidak perlu lagi tahu perasaanku. Karena jawabannya tidak pernah benar benar iya atau tidak padaku, selalu abu abu.

"Lana ini enak gak?" Tanyanya membuyarkan lamunanku. Aku terkesiap dan langsung berjalan mendekatinya, "apaan?"

Ia lalu menyuapiku nasi goreng yang sedang ia buat, "rasanya masih seenak dulu kan?"
"Hmm.." Aku mengunyahnya dengan saksama dan mencoba meresapi bumbu bumbunya, "boleh sih.. Masih selera kamu banget."
"Iya kan? Aku memang gak pernah berubah, selalu konsisten."
"Hahaha iya, konsisten dengan segala ketidakjelasan kamu."

Tiba tiba suasana dapur menjadi hening mencekam. Shit, I shouldn't said it.

Akhirnya selama 5 menit terakhir sampai platting nasi goreng tersebut, Gibran tidak bicara sepatah katapun. Aku merasa begitu menyesal, seharusnya aku tidak berkata seperti itu padanya. Aku memilih untuk diam sambil memperhatikannya sementara Gibran beberapa kali menoleh ke arahku namun ia tidak mengatakan sepatah katapun.

Sampai akhirnya ketika ia mulai memperhatikan kematangan sapo tahunya, Gibran bertanya, "Lana, apa yang paling kamu sesali dalam hidup ini?"

"What do you expect me to say? Membiarkan kamu pergi?" Godaku sambil tertawa. Gibran ikut tertawa lalu berujar, "geli banget sih kaya drama."
"Habisnya pertanyaan kamu juga drama. Aku rasa gak ada satupun hal yang harus aku sesali."
"Kalo aku sih ada.."
Aku mengerutkan dahiku, "huh?"

"Tidak pernah memperjelas apa yang sudah jelas, pura pura tidak melihat apa yang tidak bisa diruntuhkan. Aku mematahkan apa yang seharusnya bisa aku jaga. Tapi itu adalah momen pertama di hidupku di mana aku merasakan kesalahan yang fatal telah aku lakukan. Aku sekarang paham bahwa kita tidak akan pernah belajar kalau kita tidak pernah salah. Karena momen itu aku mengerti sepintar apapun aku dalam kehidupanku, akan selalu banyak ilmu baru dan pengalaman baru yang bisa memperkaya pengetahuanku. Well, aku menyesal tapi aku bersyukur atas hasilnya."

Gibran berbalik meninggalkan masakannya dan berjalan ke arahku. Ia menaruh kedua jemarinya di pundakku lalu tersenyum kecil, "aku bersyukur melihat kamu baik baik saja, Lana."




To be continued...


maaf pendek banget ya:{
kenapa sih hectic banget tapi aku mau nulis:{
anyway aku lagi rombak ulang plot dari Overlook
mohon bersabar ya teman teman:3
Untuk kamu yang sedang berjuang..

Hari ini pastinya berat untukmu. Terlalu banyak hal yang kamu ingin selesaikan namun rasanya seperti alam semesta tidak bekerja sama untuk membantumu. Banyaknya keinginanmu tentu saja tidak akan pernah mempermudah perjalanan hidupmu. Tapi bukan berarti kamu harus berhenti dan pergi, justru berhenti dan lihat ke belakang. Lihat sudah sejauh apa kamu untuk berkata, "aku lelah, aku ingin menyerah."



Untuk kamu yang sedang berjuang...

Kehidupan ini layaknya lomba makan pare; pahit di awalnya, namun jika kamu sabar dan berusaha, kamu akan mendapatkan rasa kenyang dan kesehatan di akhir perjuanganmu. Tidak akan ada rasa pahit yang tersisa di mulutmu, hanya kenangan dan rasa syukur atas perjuangan diri yang menahan hati untuk tetap tinggal disini.


Untuk kamu yang sedang berjuang...

Layaknya sedang bermain angry birds, akan selalu ada babi babi kecil penghalang yang harus kamu kalahkan. Semakin tinggi tingkat kehidupanmu, semakin banyak babi babi itu bermunculan. Tapi halangan itu jangan kamu jadikan hambatan. Hadapi dengan bijak, nikmati setiap momennya. Jangan berpikir untuk cepat berakhir, karena momen momen penuh perjuangan ini hanya terjadi sekali; jangan pernah setengah setengah.



Untuk kamu yang sedang berjuang...

Gedung tinggi itu tidak terbangun dengan sendirinya, begitu juga rumah yang kamu tinggali sekarang. Butuh waktu dan usaha. Meski kecil dan sederhana, namun nikmati proses pembuatan fondasinya. Aku paham akan guncangan yang terjadi di hari hari pertama, namun semua ini akan berakhir ketika kamu gigih untuk tetap membangun fondasimu. Sedikit demi sedikit bangunlah bangunan impianmu. Mungkin detik ini kamu hanya mampu membuat rumah kecil untukmu, tapi jangan pernah cepat puas dan berhenti begitu saja. Bangun terus, terus dan terus, supaya usahamu juga bisa memberikan dampak yang baik bagi orang di sekitarmu.


Untuk kamu yang sedang berjuang...

Kamu boleh mengeluh, tapi ingatkah kamu siapa yang membuatmu di posisi ini? Kamu sendiri. Kamu yang memilih untuk berjuang, jadi kamu tidak punya hak untuk pergi dan meninggalkan. Belajar untuk meminimalisir hal yang kamu keluhkan; hadapi dengan ikhlas. Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tidak bisa kamu kerjakan.


Untuk kamu yang sedang berjuang...

Penolakan bukan lagi hal yang asing kan? Jadikan penolakan itu acuan untuk tetap rendah hati dan mau menerima masukkan. Tidak semua orang pintar itu benar, tapi bukan orang pintar jika tidak mau medengarkan pendapat orang lain. Mendengar bukan berarti mau diatur sesuai keinginannya. Jalani hidupmu, hadapi apapun yang ada di depan matamu. Berbaik baiklah dengan semua orang, tapi jangan pernah mau disepelekan. Kamu punya hak atas hidupmu sendiri.


Untuk kamu yang sedang berjuang...

Akan banyak orang yang tiba tiba hilang dari hidup kamu, mulai menyepelekan kamu, membenci kamu hingga mencemooh kamu di depan publik. Hadapi dengan hati yang tenang, emosi tidak akan membuatmu menang. Bukan siapa yang bisa tetap berlaku baik atau siapa yang akhirnya menutup diri untuk memberikan perhatian; belajar untuk memilih. Semua orang harus kamu hargai, tapi tidak semua orang pantas kamu perjuangkan. Untuk mereka yang pergi, tidak selalu salahmu, tapi hubungan itu tentang komunikasi. Lakukan komunikasi untuk memperbaiki, jika dia tetap pergi, Tuhan selalu punya cerita yang lebih baik dari yang kamu harapkan.


Untuk kamu yang sedang berjuang...

Berdarah bukan lagi hal yang asing dalam medan perang. Biarkan dirimu terluka dan berdarah, namun belajarlah untuk menyembuhkannya sendiri. Belajar untuk tidak menyalahkan orang lain. Belajar dewasa, belajar menerima, belajar tidak melihat masalah hanya dari sisi kamu saja. Semua yang terjadi di dunia ini harus disikapi dengan hati yang tenang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan; Tuhan tidak pernah meninggalkanmu.


Untuk kamu yang sedang berjuang...

Demi menyelamatkan kamu, Tuhan mematahkan seluruh harapan dan juga hatimu. Tuhan membiarkannya pergi meninggalkan kamu, bukan karena Ia tidak menyayangimu, tapi karena Tuhan tahu kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Dan yang lebih baik dari dia tidak datang seketika setelah kamu menjentikkan jemarimu. Perbaiki dirimu, bahagiakanlah hatimu. Karena sejatinya cinta adalah berjuang bersama, sehingga ketika salah satunya menyerah, kamu tidak bisa apa-apa selain membiarkan Tuhan dan alam semesta yang mengatur isi hatinya. Namun jika mereka tidak melakukan apa apa pada dia, sebenarnya kekuatan magis yang mereka miliki malah disalurkan ke tempat lain. Jangan berhenti berdoa, Tuhan selalu mendengarmu. Ia tahu tempat terbaik untukmu.



Untuk kamu yang sedang berjuang...

Hadapi, nikmati, jangan pernah setengah setengah.



Untuk kamu yang sedang berjuang...

Ini baru tahap awal, jangan menyerah ya?










Untuk kamu yang sedang berjuang,
dan untuk aku yang diancam supaya 
tidak menghancurkan apa yang sudah kamu perjuangkan.
Mereka yang berjuang, tidak akan menyia nyiakan
hasil perjuangannya.
Kita bisa. Pasti bisa.