It’s 8 already.

Kayanya baru kemarin gue nge-stalk websitenya Raditya Dika dan kepengen untuk punya sendiri. Lalu menjelang kelulusan SD, gue pun membuat blog ini sambil bertanya - tanya, “apakah impian gue jadi penulis akan jadi kenyataan?”

Well, sudah hampir setahun gue gak aktif lagi di blog ini. Kayak nulis cuman sebulan 3-4 kali.. Gue gak lagi berbagi cerita atau keluh kesah karena ketika resmi menginjak 20 tahun, kesibukan gue meningkat bahkan gue sempat kerja lagi. Kali ini full time, tapi udah selesai kok.

Banyak banget perwacanaan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir mengenai seorang Tipluk dan dunia menulisnya. Bahkan gue sudah tidak menulis Overlook atau melaksanakan kampanye 30 menit baca buku setiap harinya.

Semakin dewasa semakin rumit ya hidup ini. Tapi ketika gue teringat ini adalah ulang tahun ke 8 dari blog gue, rasanya kerumitan dan kejenuhan dalam rutinitas sehari hari pun perlahan sirna. Bak melihat anak yang gue telantarkan, gue merasa sedih karena blog gue gak lagi gue rawat dan jadi tempat gue berbagi setiap harinya. Padahal dulu kita selau bareng bareng:”)

I don’t want to do any promises, tapi gue sangat ingin menulis lagi. Menemukan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan. Karena teman teman mungkin tulisan gue yang tidak outstanding ini belum tentu bisa ditulis juga oleh mereka yang meremehkan gue. Benar?

Happy anniversary, Alice in Tipluk’s World.


Now you are 8 years old. You are no longer allowed to write junks to hurt others in order to heal yourself. Try to be mature. Okay?


Let’s go back to Titi yang membaca buku, menonton film lalu menulis lagi, okay?

Thank you so much for everything, Alicers.


Apalagi sudah menemani saya dari yang begini....





Jadi begini. HAHAHAHAHA.




Hmm sama aja sih belum cakep ya:"}

But... Let's have fun together again, shall we? ☺️💖
APRIL 2nd 2018

It’s been a year.





Gue udah lama banget gak melakukan long flight dan badan langsung remuk seketika. Dari Jakarta gue naik direct flight Asiana Air ke Seoul selama kurang lebih 8 jam. Nyampe Seoul agak kaget karena gue expect musim Semi gak sedingin ini😭😭 Padahal cuman 16 derajat which is sama aja kayak dinginnya ruang siaran radio. Tapi the sun was shining bright bung😎 Jadi dingin tapi panas. Hmmm.



Gue cuman pergi sama Nyokap dan Bokap gue.. Tapi tentu saja sangat menyenangkan karena gue bolos kampus 1 minggu HAHAHA. It feels good untuk bisa rehat dan jauh dari Jakarta. Walau sebenernya degdegan sih karena takut ketinggalan pelajaran-_-


Nyampe Seoul kita coba Bulgogi asli Korea and it was gooooood! Suka banget! Udah lama gue gak makan nasi lebih dari 4 sendok dan hari ini sukses abis satu porsi. Enak banget. Isinya ada daging sapi, bihun transparan gitu, sayur dan juga jamur. Seperti biasanya Korea punya side dishes dan ada kimchi serta beberapa sodaranya yang pedas😭 Berhubung gue masih luka lambungnya jadi gue gak bisa coba.




Disana gue pakai kartu dari JavaSim dengan kuota 2GB. Awalnya gue kaya mau nangis gitu tau kuota cuman 2GB sedangkan gue kan anaknya insta story abis ya (HAHAHA you can follow me @rizkirahmadania). Tapi Korea itu banyak WiFi sodara sodara! Dan sampai 5GB!!! Gue gak mau pulang rasanya:(




Setelah itu gue pergi ke Gimpo Airport untuk direct flight ke Jeju Island. Kita tinggal disana selama 2 hari. Sampai sana langsung ke Teddy Bear Museum dan kusuka beruang gemay gemay💙💙💙 But unfortunately it was too expensive even for one teddy bear. Jadi gue cuman beli gantungan handphone. Yah gue masih mengejar hal lain soalnya HAHAHA. Gue juga beli susu pisang!! Wah gila sih definisi enak tergambarkan dari susu pisang seharga 1000 won saja. Sebenarya gak saja sih kalo harus gue hitung ke angka Indonesia which is sekitar Rp. 13000 untuk sebotol susu. Tapi enak banget gimana dong? :(




Anywayyy seperti yang gue bilang kemarin bahwa gue pengen escape dari Radio dan Kampus. Tapi lu tau apa yang terjadi? Gue malah satu group tour sama temen radio gue namanya Feivel dan malam pertama di Jeju Island gue malah bikin tugas Organizational Communications yaitu paper dan presentation! HAHAHAHAHA emang gak pernah ada escape ye buat gue🙂🙂🙂


Jeju sore ini cukup cantik dan gue suka makan malam hari ini. DI Jeju Island gue akan pergi melihat Cherry Blossoms a.k.a Bunga Sakura! Akhirnya gue bisa melihat dunia selain LSPR Jakarta... HAHAHAHA. 



Ini Samgyetang! Ayam satu ekor dikasih nasi & ginseng gitu.. 
Enak banget parah! 
Dengan cuaca Jeju yang 14 derajat sih cocok banget;)

Hmmm, gue ngantukk! 
Besok kita ngobrol lagi ya. Ini cerita Kang So Eul hari ini. Apa ceritamu? 😆 



Jeju Island, Spring 2018


Ps: GARA GARA GUE NONTON KOREA MULU JADI GUE NGERTI INI ORANG KOREA PADA NGOMONG APA HAHAHAHA. Thanks to Gong Yoo Ahjussi💖👌🏻
Hi, April.

I can't believe that it's already April. Kontrak kerja gue di London School Radio sebagai trainee sudah selesai mulai hari ini. Most of you must have been wondered kemana si Tipluk ini menghilang... There's no more story updated, no give away challenge or even a poetry post. Gue menghilang dari blog begitu saja.

The past 6 weeks were awful, you know? 

Gue belajar tentang membuka lembaran baru atau menutup bukunya sama sekali. Bak petir yang sedari tadi sibuk menggema di bagian Jakarta Pusat, ia melengkapi hujan yang turun diiringi angin kencang. Hidup gue belakangan seperti itu; udah biasa sih hujan angin berpetir kaya gini, tapi tetap aja kaget.

Having trust issues sama temen dan diri sendiri sukses membuat gue seminggu terakhir terkapar di rumah. Katanya sih maag sama masuk angin, tapi rasanya gak banget gitu karena masa gara gara gue makan taichan setelah satu bulan berhenti aja langsung tumbang?

But then my doctor said, "pola hidup kamu berantakan.. tapi hati kamu jauh lebih berantakan."

Yes, I am.

Itu juga salah satu alasan kenapa gue berhenti nulis. Lo tahu kan the past years kalo gue lagi emosi gue akan menulis apa? Gue gak mau menyakiti orang yang menyakiti gue, atau spread bad things about them which will turns into rumours and ended up hurting them badly. Pokoknya gue belajar tidak menyakiti siapapun yang menyakiti gue. Karena untuk apa kamu membalas sakit hati dengan sakit yang sama? Kamu malah menyakiti diri kamu sendiri.

5 minggu gue memendam semua trust issues bullshit yang membuat gue tumbang di minggu ke enam. Gue cerita disini bukan untuk minta pertanggungjawaban siapapun, but to tell you that I'm ready to come back.

Kali ini gue berani menutup buku dari segala hal yang menyakiti gue. Bukan karena gue takut tersakiti lagi kalo cuman buka lembaran baru di buku yang sama, but I think that's enough. Suatu hari nanti akan gue ceritakan apa yang terjadi, nanti, jika semua kebenaran muncul pada harinya.

Anyway, I have flight to Seoul at 23.00 pm tonite. Excited? Yes, gue juga. Mari kita menulis dan saling bercerita lagi, Alicers;)




Untuk seseorang yang dicintai luar biasanya namun ia juga luar biasa bajingannya.
Untuk seseorang teman yang dipercaya namun ia pembohongnya.
Untuk mereka yang menyakiti dan disakiti.
Selamat menikmati hujan siang ini.



Closed the book.
In between my working hours, there's a question that keep popping up in my head;

"How to deal with trust issue?"

Yang gue rasakan adalah sebuah gejolak di mana rasa percaya pada setiap kalimat orang lain adalah sebuah kesulitan. Sulit untuk gue menerima bahwa orang yang gue rasa jujur adalah pembohong, orang yang tidak akan mengecewakan gue adalah yang menusuk gue dari belakang (padahal gue berharap dari depan aja, karena buat gue sekarang tuh bullshit cuman bisa ngomentarin hidup orang, menghakimi hidup orang, ngerasa hidup dia paling bener tapi dia gak berani ngomong langsung) bahkan mereka yang terkenal netral adalah pembohong kelas atas.

Ini bukan kali pertama setelah 8 tahun gue membahas tentang trust issue, tapi kali ini gue cukup percaya bahwa setiap hal buruk akan punya jalannya untuk sampai ke tempat orang yang disakiti. Sebaik baiknya lo hidup akan selalu ada orang yang lo percaya dan ternyata menghina lo di belakang lo.

Jadi bagaimana, teman? Gimana menurut kalian caranya menghadapi trust issue seperti ini?

Bukan hanya tentang hubungan dengan orang lain tapi juga dengan diri sendiri. Bagaimana kita bisa melewati hari kala diri gak percaya sama apa yang kita miliki? 

Di tengah tengah bos gue ngomongin kerjaan bareng penyiar, gue tersenyum kecil. Sepertinya memang seperti ini cara Tuhan membahagiakan kita. Ini seni kehidupan, di mana lo akan di taruh di tempat terbaik lalu hati lo dijatuhkan sejatuh jatuhnya. Di mana lo akan di taruh di tempat terburuk lalu hati lo dinaikkan senaik naiknya. 

Walau jawaban itu belum bisa memuaskan hati gue, namun setidaknya gue bisa tersenyum kecil menyadari bahwa hati ini butuh di tata lagi ketika rasanya sudah tidak bisa percaya pada orang orang disekitar.

Tapi ada yang selalu gue percaya...

Dunia ini gak adil kan kata lo? Benar. Adil memang selalu tergantung dari mana point of view lo melihatnya. Tapi untuk gue, dunia ini benar benar impas. 50 yang lo lempar ke gue adalah 50 yang akan lo terima.....


Mungkin gak detik ini...  Mungkin dicicil satu persatu... 





Tapi pasti;)