Untuk tempat yang sama dengan rasa yang berbeda.
Merindukan kamu lebih berat daripada sekedar rasa rindu.

***

Apa rasanya ketika kamu lulus kuliah nanti?

Pertanyaan itu seringkali menghantuiku tatkala aku melihat para kakak tingkat yang sibuk mengurusi segala tetek bengek perjalanan menuju kelulusan. Bimbingan, bolak balik ke tempat thesis, tertidur di perpustakaan.. Hingga duduk berjam jam di cafe dekat kampus. Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah apakah setelah kamu mendapat gelar sarjana sudah dipastikan kamu akan hidup bahagia? Atau itu hanya salah satu lambang dari pencapaian di hidupmu sebelum kamu merangkak naik menuju fase berikutnya?

Bicara tentang kelulusan, suara khasnya mengalun di telingaku. Bulu kudukku langsung berdiri bak diterpa angin dan dilewati oleh makhluk dari alam lain. Katanya dia akan membawakan bunga untukku. Katanya dia akan datang. Dia akan datang menemuiku di hari itu. Tapi mana? Mana bisa ia datang jika ia pergi bahkan tanpa berpamitan?

Gibran bahkan terlalu sempurna untuk bisa tinggal dalam hidupku.

Untungnya kepergian Gibran tidak membuatku menutup diri dari dunia luar. Aku masih bertemu dengan banyak orang, aku masih berusaha menerima kehadiran orang lain. Namun tentu saja sekelebat ingatan yang belum selesai dan cerita manis yang tidak bisa terulang menyisakan luka yang lebih dalam dari kepergiannya.

Gibran mungkin berpikir dengan pergi dan menjaga jarak dariku membuat hubungan kami bisa selesai begitu saja. Tapi yang Gibran tidak pernah tahu adalah bagaimana aku berusaha memaafkannya untuk melupakannya. Setiap hari, seperti saat menyusun skripsiku, kukerahkan alam semesta untuk memaafkan segala sakit yang Gibran ciptakan dalam duniaku. Kata orang memaafkan berarti belajar melupakannya, belajar melupakan berarti mau memaafkan kesalahannya. Dua hal itu terus berjalan bekesinambungan. Namun apakah memaafkan dan melupakannya akan menjamin diriku tidak lagi merasakan kekecewaan yang sama?

Karena jika iya, mengapa perasaan kecewa ini muncul lagi saat aku melihatnya dengan orang lain?

***

OVERLOOK
10 episodes
on
SEPTEMBER 6th 2017
Di semester satu gue merasa hidup gue perfect banget. HAHAHA. Gue punya temen temen yang asyik, club yang seru, temen SMA yang masih keep in touch, keluarga yang selalu support gue, sahabat yang selalu ada untuk gue, nilai kuliah yang selalu bagus, readers yang aktif banget.... Tapi love life gue kacau, sekacau itu. Kerjaan gue galau dan kayak anak kecil, update mulu! Pokoknya orang paling childish dan annoying adalah gue;)

Lalu di semester 2 barulah gue mulai ketemu dengan badai kehidupan. Ketika gue dilema antara tetap menjadi orang yang santai aja dan menyesal akhirnya atau berani berjuang untuk yang gue mau.. Ketika gue dihadapkan dengan pilihan harus mau keluar dari zona nyaman atau enggak.. Ketika dunia sekiranya seperti mengkhianati gue dengan hal hal buruk yang terjadi dalam waktu bersamaan. Mau tau apa aja? Satu, project yang super ribet. Dua, drama pertemanan. Tiga, kerjaan yang numpuk dan bos yang lagi pengennya diperhatiin. Empat, orang orang pengen dingertiin ketika lo pengen banget ada yang ngerti. Lima, orang yang selalu mendampingi lo hilang gitu aja. Dan yang paling bikin menyakitkannya adalah semua masalah itu bermula dari diri lo sendiri.

Diri lo yang terlalu pakai perasaan, pakai emosi, gak mau take a deep breathe and chill, gak mau untuk ambil resiko, gak mau untuk dipandang jelek sama orang. Hal hal yang membuat lo terjebak pada badai badai yang gak pernah kelar dan membuat diri lo tetap childish dan annoying. Hehehe. Iya kan? *gue noel yang lagi kerja*

Tapi terlepas dari semua itu.. Gue bersyukur akan bertemu dengan orang orang yang menguatkan gue. Mereka buat gue percaya kalo gue mampu mengerjakan semua ini dan melewati segala rintangan yang gak ada apa apanya. Mereka bahkan bukan orang yang udah lama sama gue, mereka hanya hadir selintas,  tapi mereka mampu membuat gue sadar bahwa hidup itu bukanlah masalah selama kita gak mempermasalahkan hal tersebut.

Gue yang tadinya kalo ada masalah galau banget, nangis mulu, update mulu.. Berubah jadi gue yang ngetawain setiap masalah dan berusaha chill. Susah sih, tapi lama kelamaan gue bisa menghadapinya. Karena lewat omongan Putri suatu hari di tengah siarannya, gue sadar bahwa masalah yang banyak ini memang berat, tapi lebih berat kalo ngeluh dan gak dicicil satu satu. Pelan pelan, satu persatu, pasti akan kelar kalo gue mau usaha. Daripada gue marah marah dan cuman nyakitin diri sendiri, iya kan?

Putri buat gue gak lagi mikirin hal yang gak penting. Kaya waktu itu gue ngambek sama cowok itu karena dia sibuk banget, eh dia yang ngambek balik sama gue. Gue sempet uring uringan tuh sampe akhirnya gue mikir.. Ini gak penting banget buat dipermasalahin. Pasti ada kok saatnya dia punya waktu lagi buat gue. And see? He is back.

Post ini cukup singkat karena gue masih mensortir apa saja yang mau gue ceritakan tentang freshman year gue.. Tapi yang jelas gue tahu bahwa Tuhan gak mungkin kasih masalah kalo Ia tidak yakin lo bisa menyesaikannya atau enggak. Dan lo harus tahu bahwa diluar dari orang nyinyir, orang tidak dewasa, orang yang pura pura dewasa, orang yang bisanya siirk sama kita.. Banyak banget orang baik yang mau lihat kebaikan kita. Yang mau bantu kita berkembang. Yang mau bikin kita jadi lebih baik.

Tuhan itu baik. Jadi kenapa kamu sia siakan hidup yang ia beri? ;p

Dan satu lagi.. Lu gak bisa egois dengan nanya "kapan sih Ya Tuhan hidup ku tenang dan baik baik saja?" karena harusnya lu khawatir kalo Tuhan gak ngasih lu apa apa, kesedihan ataupun kesenangan. Karena dengan badai badainya, Ia sebenarnya menguji seberapa bersyukurnya elo atas nikmat yang telah Ia beri;)

Berbuatlah baik dan jangan pernah setengah setengah.. Karena lo gak akan pernah tahu kan apa yang terjadi di masa depan?;)



Ps: Congratulations, I'm so proud of you.
Setelah hari Jum'at kemarin gue menghadiri Gathering & Awarding night PR and Promotion project LSPR sampai setengah 12 malam dengan heels 9cm dan sudah lama gak make.. Oke ini dan nya banyak banget, mulai gak efektif ya omongan gue. *berguling* Kaki gue sakit banget sesakit itu untuk menapakkan kaki di lantai. Andai saja gue beneran peri atau malaikat, gue akan berpindah dengan sayap gue. Sayangnya gue kan Alice Cullen, jadi gue vampir jadi.. Oke skip Tip. Hehehe maaf ya bacot luvluv!

Akhirnya gue pun memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur gue dan pergi bareng kedua kakak gue. Sebenernya kami pengen banget makan Fish Streat tapi seperti yang anda ketahui jarak dari Sudirman Park ke Tanjung Duren agaklah tidak manusiawi, ke Tebet juga. Jadi kami pun pergi ke Kokas untuk makan sushi. (which is sebenernya Kokas sama Tebet deket woi, emang dasarnya aja manusia manusia mager nyetir wkwk)

Sesampainya di Kokas, kami keliling cari lotion buat Barra yang lagi alergi sampai merah merah. FYI Barra adalah keponakan gue yang paling kecil dan berusia 6 bulan sekarang. Dia lagi lucu lucunya, lucu banget sih kayak boneka dan kalo makan mirip ayam. Berantakan di mana mana:"} Setelah kelilingin Kokas, kami berubah arah dari pengen sushi jadi ramen. Berangkatlah kita ke Ikkudo Ichi.

Sodara sodara sebangsa dan setanah air.. *benerin iket kepala dari kacu pramuka* Perlu diketahui bahwa Ikkudo Ichi pada Weekend berubah menjadi antrean sembako karena panjang banget guys HUHUHU. Padahal udah kaya laper banget:" (gak sih, ini hiperbola karena sebenernya siangnya kami udah makan Chinese food WKWK). Lalu kakak gue sempet mikir untuk Marugame Udon yang merupakan tetangganya tapi sama aja kaya pasar ayam. Wah Sumobo yang tetangganya juga sama ramenya. Btw lucu juga ya 3 kedai dengan produk yang sama jualannya sebelahan:"} Persaingan sehat HAHA.

Akhirnya kami keliling Kokas tuh dan menemukan ada satu restoran yang gak rame rame banget tapi punya display yang menarik. Namanya Donburi Ichiya. Lucunya kalo dateng kesini kaya lagi ke Marugame Udon, kita ambil nampan dan mangkuk kita sesuai selera. 
Awalnya agak underestimate karena gak seramai tempat makan yang lainnya. Gue degdegan antara harganya mahal banget atau rasanya biasa aja gitu wkwk.

Karena kami bertiga sudah laper banget, daripada gue pingsan di Kokas, akhirnya masuk aja tuh. Kami makan Donburi dengan daging yang berbeda. Gue pake beef dengan saus mayo dan topping melted cheese, kakak perempuan gue pake salmon dan kakak laki laki gue pake lidah sapi dengan topping telur mata sapi.

DAN HAHAHA ENAK BANGET GA BOHONGGGG!:{

Ini pake lidah sapi dan telur mata sapi guys bayangin aja meleleh meleleh lucu


Ini beef dengan saus mayo dan melted cheese. SUPERRR RECOMMENDED!

Dan menurut gue harganya gak mahal untuk ukuran donburi enak kayak gini. Ukuran mini sekitar 45k dan yang reguler 49k. Kalo mau tambah topping sekitar 7.5k. SANGAT WORTH IT DAN ISINYA BANYAAAAK! Padahal gue udah underestimate,  tapi ternyata harga dan rasa sangat memuaskan beb. Alhamdulillah;')

Walau sebenarnya antara ngidam gue pengen fish streat.. Sushi... Dan berakhir di Donburi adalah hal yang sama sekali tidak nyambung. Tapi yasudah. Hari ini seneng! Hari ini makan banyak! Selamat liburan!:p