SPEAK NOW chapter 11


EDWARD CULLEN’S POV

            “Hey, ada yang lihat Alice-ku kemana?” Tanyaku pada Demi, Miley, Ashley, Joe, Nick dan Daniel yang sedang duduk duduk dihalaman depan sekolah. Ashley menggeleng.

            “Tidak sama sekali. Tadi dia dijemput Yana dan pulang buru buru.” Kata Joe.
            “Dia akan datang ke acara makan makan dirumahku malam ini tidak, ya?”’ Tanya Daniel sambil menatapku. Malam ini Daniel berencana mengundang teman teman terdekatnya untuk mencicipi masakannya sendiri. Ia mengundang semua sahabat dekatnya tidak terkecuali Selena. Tapi Selena tidak bisa datang, katanya mau pergi dengan temannya.

            “Memang kau sudah mengundangnya, Dan?” Tanya Demi sinis.
            “Sudah, tadi baru saja aku SMS.” Jawab Daniel pelan.
            “Entahlah, seharian ini aku tidak ngobrol banyak dengan Alice. Dia sibuk dengan Logan Lerman.” Kataku pelan. Wajah Daniel berubah merah.
            “Logan itu pacarnya Alice ya?” Tanya Daniel. Nick mengangguk.
            “Mungkin calonnya.” Kata Nick sambil menatapku. Aku tau pasti Nick mau mengetes Daniel. Kurasa Daniel ada sedikit perasaan untuk Alice tapi karena ada Selena jadi tertutupi perasaannya.
            “Edward, bisakah kau telfon Alice sekarang?” Tanya Miley. Aku mengangguk. Aku mengeluarkan iPhone-ku lalu mencari nama Alice Swift di kontak.

            “Halo, Edwaaaaaard.” Kata Alice girang dari sebrang.
            “Halo, Lice. Kau sudah menerima SMS dari Daniel?” Tanyaku penasaran.
            “Sudah.” Jawab Alice ketus.
            “Kau akan datang?” Tanyaku lagi. Semuanya mengerubungiku, mencoba menguping. Daniel yang paling terlihat semangat.
            “Tidak. Malam ini aku akan pergi.” Jawab Alice, “Lagian pasti ada Selena kan? Aku pasti jadi obat nyamuk disana. Tidak, aku tidak mau pergi Edward.” Sambungnya.

            “Apa katanya, Edw?” Tanya Daniel. Aku menggeleng. Daniel tertunduk lemas lalu berjalan menjauhi kami. Demi merebut handphone-ku dari tanganku.
            “Memangnya kau mau kemana, Al?” Tanya Demi penasaran.
            “Pergi bersama Logan, Dem… Melupakan Daniel sejenak.”  Jawab Alice dengan nada sedih. Nick merebut handphone-ku dari tangan Demi.
            “Okey, have fun My-Alice!” Seru Nick lalu memutus sambungan telfon. Alice mau pergi dengan Logan? Baguslah, Logan mungkin bisa membuat Alice melupakan Daniel.

            “Jadi, malam ini Alice tidak datang?” Tanya Daniel dengan wajah kecewa.
            “Tidak. Dia akan kencan dengan Logan.” Jawab Ashley dengan senyum mengembang. Wajah Daniel benar benar terlihat kecewa. Aku menatap Nick dan Nick mengangguk seolah olah ia mengerti apa yang ingin aku katakan.

Kurasa, Daniel memang menyimpan sedikit ruang hatinya untuk Alice…

***

TAYLOR ALISON SWIFT’S POV

            “Ciyeeeeeeeeeeee Taylor malam ini akan kencan dengan Logaaan!” Seru Austin sambil merebut handphone-ku. Mom tertawa lalu mengambil handphone-ku dari tangan Austin.

            “Austiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin!” Seruku sambil melemparnya dengan bantal.
            “Jangan mengejek kakakmu.” Kata Mom sambil memberikan handphone-ku.
            “Aku boleh pergi kan, Mom? Café Hampavala kan dekat dari sini, hanya didepan komplek. Aku akan dijemput oleh Logan. Please, Mom…” Pintaku dengan muka memelas.
            “Mom, biarkan Tay pergi. Dia lagi patah hati. Daniel dekat sekali dengan Selena.” Kata Yana sambil berjalan turun dari tangga. Yana! Kenapa harus bilang masalah itu pada Mom sih.

            “Benarkah begitu, Tay?” Tanya Mom sambil tersenyum. Austin dan Yana tersenyum licik sambil berdiri dibelakang Mom.
            “Kurasa begitu.” Kataku malu malu.
            “Jangan melakukan hal yang tidak tidak ya, Tay.” Kata Mom pelan.
            “Iya, Mom. Aku hanya ingin menemani Logan kok. Lalu aku mau Tanya pada manager café itu apakah café itu masih butuh penyanyi atau tidak.”
            “Baiklah, cuman sampai jam 9 malam ya. Kalau tidak, Yana akan menjemputmu kesana.” Kata Mom dengan tegas. Aku tersenyum girang lalu memeluk Mom.
            “Terima kasih, Mommaaaaaaaaaaaa!”’
            “PR mu sudah selesai belum, kak?” Tanya Austin sinis.
            “Eum.. Sudah belum yaaaa…” Godaku sambil berlari ke kamar.
            “Mom! Jangan biarkan Tay pergi sebelum PRnya selesai!” Seru Austin protes. Mom tertawa lalu menyalakan TV dan tidak menghiraukan Austin.
            “Kak Yana!!” Erang Austin manja.
            “Tidak, Austin. Jangan bikin Tay sedih lagi. Mom malam ini Yana juga mau pergi ya. Ke rumah Alicia. Boleh kan?” Tanya Yana dengan nada licik dibelakangnya.
            “Boleh, jangan malam malam pulangnya.” Kata Mom sambil serius nonton TV.
            “Moooooooom! Please jangan biarkan Yana dan Tay pergi malam ini!!”
            “Malam minggumu pasti akan membosankan ya, Tin?” Tanya Yana jahil sambil berlari menaiki tangga lalu masuk kamarku.

            “Kak, gimana Austin?” Tanyaku sambil cekikikan.
            “Seperti biasa. Cemberut didepan TV.” Kata Yana sambil tertawa.
            “Kasihan dia…” Kataku pura pura prihatin.
            “Cepat mandi, setengah jam lagi Logan akan menjemputmu. Kau tidak mau terlambat menemui cowok itu kan?” Tanya Yana dengan senyuman licik. Ia menyodorkan handuk padaku. Aku mengambil handuk itu lalu menciumnya.
            “Thanks, Kak.” Kataku sambil masuk kamar mandi. Tiba-tiba aku teringat undangan Daniel tadi siang. Aku ingin sekali pergi, tapi aku tau disana pasti ada Selena. Aku memutuskan untuk pura-pura tidak tau masalah undangan Daniel dan focus untuk pertemuanku dengan cowok itu. Mungkin dia bisa membuatku melupakan Daniel. Who know?

***

LOGAN LERMAN’S POV

            Aku memasuki café Hampavala bersama Alice dan duduk di lantai dua dekat kaca. Aku memakai kemeja hitam dan celana jeans sementara Alice memakai dress cokelatku dengan sepatu kets. Temanku sudah mengirimi SMS, katanya ia akan muncul dipanggung beberapa menit lagi dan akan menyanyikan sebuah lagu untuk Alice.

            “Logan, mana orangnya?” Tanya Alice sambil celingak celinguk.
            “Tenang, Al. Sebentar lagi dia datang..” Kataku dengan senyuman licik. Pandanganku tertuju ke arah panggung. Seorang cowok berambut pirang, tinggi, dengan kaca mata dan gitar menyanyi sebuah lagu. Ya, tidak salah lagi, itu sahabatku!

            Give me the chance to love you
            I’ll tell you the only reason why
            Cause you are on my mind
            I want to know you feel it
            What do you see when you close your eyes
            Cause you are on my mind

            Alice terlihat sangat menikmati detik demi detik mendengarkan cowok itu bernyanyi sambil memainkan gitarnya. Aku tersenyum bahagia, kuharap Alice akan menyukainya. Ketika lagunya sudah selesai, cowok itu menaruh gitarnya lalu membuka kaca matanya.

            “Lagu ini aku tulis khusus untuk gadis yang ada disana. Aku sudah memerhatikanmu sejak 2 tahun yang lalu. Give me the chance to love you, Taylor Swift…” Katanya sambil menunjuk kearah Alice. Semua mata diruangan lantai 2 café Hampavala menatap Alice lalu bertepuk tangan. Wajah Alice langsung terlihat kaget tak percaya. Ia menatap cowok itu dan terlihat menerka nerka siapa dia. Lalu Alice menatapku dengan tatapan tak percaya.

            “Jadi… Sahabatmu.. Cowok yang selama ini kau bilang memerhatikanku adalah… Cody Simpson?!” Tanya Alice tak percaya. Aku hanya mengangguk lalu mengacungkan jempol pada Cody. Cody berjalan menuju meja kami lalu berdiri menghadap Alice.

            “Taylor, ini aku Cody Simpson. Apa kabar, cantik?” 

 
Apa Alice bakal move on ke Cody? Apakah Alice bisa melupakan Daniel? Apakah Robert Pattinson pacaran sama Rizki Rahmadania Putri? Kita tunggu kelanjutannya minggu depan eaaaaaaaaaaaa! Keep read! To be continued....


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}