13 hari.

Hai. Selamat tahun baru. 13 hari enggak posting. Bulukan kanan kiri. Sepulangnya dari Jakarta gue mau rombak blog, cerita pengalaman ketemu Maggie, tahun baruan di rumah Adit, If This Was a Movie, resolusi tahun 2012, ucapan ulang tahun buat kawan kawan... Yang pasti bakal nyampah banyak. Ehehe. Besok gue menua, ada yang ingat?

Besok semuanya berubah. Besok meninggalkan angka 13 menuju 14.

Sebenernya pengen staying di umur 13. 

13 tuh lengkap. Semuanya ada. Kecuali.. Pacar. Pacar masih di London belum pulang pulang sampe sekarang:" K, enough. 13 tuh enak. Keluarga lengkap, punya 7D Abnormal sama TrelightBee, punya Twihards Family, punya sahabat sahabat terbaik yang pernah ada! (Awesome-Epic Guys!), 3 kali patah hati yang bener bener patah (Jasper, Taylor, Seth), ketemu Raditya Dika & cerita gue di baca dia dan menang *guling gling*, blog gue berkembang dengan baik, jadi Ketos dan punya patner patner yang asik semua, dan yang jelas punya kamu.

Kamu yang enggak bakal di deskripsikan di blog ini. Kamu yang hanya aku tulis di twitter. Kamu yang satu satunya bisa bikin aku ngerasa ke-imprint. Imprint yang beda kali ini. Imprint yang bener bener imprint. Mungkin kamu enggak seganteng Jasper, sepinter Taylor, sekece Seth tapi.... K, honestly, aku juga bingung kenapa pilihannya jatuh di kamu.

Mungkin karena cuman kamu yang kalau tersenyum bikin bumi terasa seperti tidak memiliki gravitasi lagi?

Besok ketika gue terbangun, 1 angka bertambah di umur gue. Birthday, sesuatu yang patut di rayakan, namun patut di renungkan.

Bertambahnya umur berarti berkurangnya waktu untuk menabung. Nabung buat di akhirat. Dan sekarang aja shalat gue kacau banget. Gimana nanti? Malu sama Allah.

Allah udah baik ngasih segala macem, tapi gue nya gini gini aja. Waktu gue 4 tahun lagi untuk menuju kehidupan yang sebenarnya. Tapi gue masih gini gini aja. Masih bego... Sedikit miris, ketos kok bego? 

Mari menengok kebelakang dan mengingat kembali visi gue...

"Saya akan menjadi ketua OSIS yang cerdas, disiplin, bertanggung jawab, beretika dan berakhlak mulia."

Kampret, bukan gue banget. Gue sama bokap nyusun visi misi strategi, gue merasa gue bisa menjalankannya cuman kok gue masih gini gini aja.. Cerdas dalam mengambil keputusan? Terkadang enggak. Kalo stucking gue lemparin ke Ridho & Amin. Disiplin? Gue ga mau iket rambut gue, itu doang yang enggak gue patuhi. Bertanggung jawab? Stucking? Lemparin ke dua wakil tercinta :* Beretika? Hmmm patut dipertanyakan untuk beberapa kejadian. Berakhlak mulia? Eum.. Shalat masih bolong bolong.

Tanggung jawab. Kewajiban. Kata kata yang bikin gue selalu stucking ketika berfikir. Tanggung jawab gue sebenernya ga banyak kok. Mari kita jabarkan.

1. Shalat
2. Belajar
3. Ngurus OSIS
4. Ngurus Fanbase

Dari semuanya, yang menurut gue paling sulit adalah... 2. Tanggung jawab ke Allah. Pernah enggak sih kalo elo habis bikin kesalahan, merenung, terus mikir, betapa malunya elo sama Allah? Gilingan banget kan, Allah udah segitu baiknya sama elo, tapi elonya kayak gini. Malu gue sih. Uhuk.

Jadi 13 tahun ini berakhir dalam hitungan jam. Menuju 14. Menuju sesuatu yang lebih berat. Menuju masalah yang lebih complicated. Gue terus bertanya, apa gue bisa melewati 14 tahun lebih baik? Andai gue Alice Cullen beneran dan bisa liat masa depan, pasti gue tau berapa umur gue dan gimana caranya gue memanfaatkannya. Tapi sekarang, gue cuman Twihards Family's Alice Cullen, bukan Alice Cullen sebenarnya.

Mungkin setelah 14 tahun gue bakal meninggal, atau dalam beberapa jam lagi gue ketusuk, jadi vampir atau langsung meninggal dan enggak ngerasain 14 tahun? Who knows?

Sambil menulis posting ini, gue berfikir. Semakin tua harus semakin dewasa. Semakin dewasa harus semakin bertanggung jawab dengan kewajiban. Semakin lama semakin baik. Seharusnya. Apa lagi dnegan tanggung jawab yang banyak gini.

Lalu sambil buka buka profile orang di Twitter, gue liat bio nya temen gue, Maulina Aini namanya...

I am waiting for the end, because this is only the beginning. 


Ya, dia benar. Semua ini baru permulaan. Setelah beberapa jam, semuanya akan di mulai lagi. Semua yang baru, semua yang beda dari 13 tahun. Gimana akhir dari 14 tahun? Akan lebih baik atau....

Gue mencoba untuk berhenti bertanya dan menjalankannya sebaik mungkin. Hidup itu game. Kalo kamu berusaha, pasti kamu menang. Kalo kamu bermalas malasan, pasti kamu mati di tengah jalan.

Dan gue ga mau mati di tengah jalan. Gue masih mau hidup. Mungkin bukan sebagai Alice Cullen, bukan sebagai Tipluk, bukan sebagai Titi... Tapi Rizki Rahmadania Putri. Yang baru. Yang lebih baik. Yang enggak malu maluin lagi. Uhuk.



Makasih ya yang udah nemenin gue di 13 tahun ini. 
Maaf kalo gue salah sama kalian. 
Ai lop yu full.


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}