The Reason is You chapter 5

Ketika gue minta izin buat make nama anak anak '13, semuanya pada seneng kecuali..... Gestu. Dia bilang: "Apaan nih nama, foto.. Semuanya Gestu! Gak ada perjanjian dulu, bagi hasil tah apa." agak susah ya temenan sama bendahara matre:"}
Check it out!

***


SILVY SANTIKA'S POV

Fadhel menjinjing iPad-nya sambil berjalan ke arahku dengan wajah lesu. Entah apa lagi yang terjadi pada sahabatku ini. Sepertinya ia masih bertengkar dengan pacarnya.

"Kenapa lo, Dhel?" tanyaku saat Fadhel sudah duduk di sampingku. Ia menggeleng.
"Gak, gak semangat sekolah aja."
"Elah, kapan lo semangatnya?"
"Gak tau. Gue sendiri bingung apa gue punya semangat apa enggak.."
"Lo masih berantem sama Fita?" tanyaku pelan. Fadhel menoleh, terdiam lalu mengangguk. Fita adalah pacar Fadhel. Mereka baru pacaran beberapa minggu ini.

"Udah minta maaf?"
"Ya kali capek gua mulu yang minta maaf..."
"Kan yang salah elo kali..."
"Ya dianya childish banget! Capek gue, Sil!"
"Ketika punya pacar childish, ya berarti elo yang harus membuat dia jadi lebih dewasa. Lo kan nerima dia apa adanya, jadi kalo lo mau dia lebih baik ya elo yang nuntun dia ke arah itu sendiri. Get my point?" tanyaku sambil tertawa.
Fadhel menatapku sinis lalu mengangguk. "I see, Madam!"

Dari kejauhan Sulthan berjalan melewati lapangan tengah dengan jaket cokelatnya. Aku langsung melambaikan tangan padanya. "Nthan!" seruku. Sulthan menoleh kepadaku. Kami bertatapan beberapa detik lalu ia berjalan lagi.


Ah, dia masih marah rupanya. Kemarin aku membajak twitter-nya habis habisan. Itu sudah menjadi kebiasaan antara aku dan dia, tapi ternyata kali ini aku membajak disaat yang tidak tepat. Sulthan sedang sensitif sekali. Apa mungkin cowok juga punya fase dimana dia akan sensitif seperti saat cewek yang sedang halangan? Astaga.

"Elah, Sil! Candaan lo tuh bikin Nthan masih ngambek." kata Fadhel tiba tiba.
"Ya kan gua cuman becanda sih, Dhel.. Lagian udah biasa ini kan kayak gitu."
"Ya tapi, lo udah minta maaf belum?"
"Udah sih, mungkin dia lagi sensi banget. Kasih waktu dulu deh ya, ntar juga main lagi."
Fadhel mengangguk menyetujui lalu kembali memainkan iPad-nya lagi. Tiba-tiba ia menyikutku lalu menunjuk nunjuk ke layar iPad-nya.

Timeline Fadhel berisi gossip heboh anak SPENSA'13 yang membicarakan..... Lega putus dengan pacarnya? Astaga! Mereka putus! Jangan bercanda!

"Tuhkan bener, mereka putuskan..." gumam Fadhel. Aku terdiam. Mana mungkin? Perasaan baru saja kemarin Lega bercerita ia ingin ke Bandung untuk menemui pacarnya itu namun.... Tiba-tiba aku teringat dengan isi pesan singkat Lega tadi malam.

Kubuka lagi inbox di handphone CDMA-ku. Disana tertera nama Lega Ikhwan Herbayu memenuhi inbox-ku. Aku tersentak, jangan jangan......

Lega sayang sama Silvy, sayang banget. Semenjak kita ketemu, semenjak kita selalu bareng. Semenjak Lega tau, Silvy adalah cewek terbaik yang pernah Lega kenal.

***

MUHAMMAD RASYID RIDHO'S POV


Suasana sanggar Pramuka terlihat lebih ramai, jauh lebih ramai daripada biasanya. Seluruh anak Pramuka 26 dan 27 berkumpul untuk merembukan Camping Tahunan yang akan diadakan bulan November nanti. Ini adalah saat yang ditunggu tunggu! Hahaha.

Untuk Camping Tahunan sekarang bukan hanya kelas 7 yang berpartisipasi, namun kelas 9 juga! Karena itulah aku bersemangat, aku bisa mendekati Bani lagi. Aku ingin cepat cepat bercerita pada Dini. Ia juga salah satu sahabatku.

Bella dengan semangatnya memimpin rapat dan mengarahkan seluruh anggota Pramuka Garuda-Gardenia. Angkatan 27 lah yang banyak bekerja lapangan dibanding dengan angkatanku. Selain kami sudah senior, kami hanya bertanggung jawab dengan pekerjaan mereka.

"Dini!" seruku dengan senyum sumeringah seperti biasa. Dini yang sedang sibuk dengan slrnya menatapku dengan tatapan jahil.
"Good news?" tanyanya.
"Yoi! Gue udah tau namanya. Hahahaha." kataku sambil tertawa.
Dini menatapku dengan antusias, "wah! Namanya Bani kan?" tanya Dini.
"Iya.. Tapi gue belum tau kelasnya dimana." 
"Serius? Astaga! Ridho malu maluin. Kecing banget lo."
"Hahahaha, ntar deh sekalian publikasi buat CT. Eh, itu foto sama Gestu?" tanyaku ketika melihat slr Dini. Dini melirik sekilas ke arah layar slrnya lalu mengangguk.


"Ya... Gestu." kata Dini dengan nada tak bersemangat. Wajah Dini berubah seketika. Jangan jangan Dini bertengkar lagi dengan Gestu!
"Ah, lagi berantem sama Gestu ya lo!" seruku. Dini menggeleng.
"Enggak kok, Dho.."
"Terus?"
"Eum, lo jangan bilang siapa siapa ya."
"Kapan sih Muhammad Rasyid Ridho ngebocorin rahasia orang..."
"Sering lo! Hahahaha. Gini, kata Gestu.. Gestu lagi deket sama cewek, dan hampir jadian! Dan as you know, kayak 1 tahun yang lalu, pas Gestu lagi sering banget punya cewek, gue bakal ditinggalin Dho.. Dan gue gak mau itu terjadi."
Aku mengangguk, aku mengerti perasaan Dini. Ketika Gestu punya pacar, pasti dia jadi lebih jauh dengan Dini. Tapi yang kali ini siapa ceweknya?
"Din, lo gak suka sama Gestu kan? Inget! Lagi pdkt sama Bhimo lo!" seruku sambil tertawa. Wajah Dini langsung memerah ketika ku sebut nama Bhimo.

Bhimo memang sedang dekat dengan Dini. Aku sendiri tidak tahu ini adalah pdkt atau hanya dekat sebatas teman tapi.. Aku senang kalau Dini senang. Lagipula Bhimo anak yang baik, dia sahabatku.

"Lo selidikin deh Dho si Gestu."
"Ya ampun Din dari dulu juga Gestu mau punya cewek kan kita gak tau siapa yang dia deketin. Tiba-tiba jadi aja!"
"Kira kira yang lagi deket sama Gestu sekarang siapa?" tanya Dini penasaran.
Aku berfikir, berfikir dan berfikir sampai aku melihat ke arah pintu sanggar. Astaga, jangan jangan....

Aku dan Dini saling bertatapan. Cewek yang belakangan ini sedang dekat dengan Gestu ya.... "Dho, jangan bilang kita punya pikiran yang sama!" seru Dini. Aku mengangguk. "Sayangnya pikiran kita sama, Din..." Apa mungkin.....



Kalau Silvy adalah orangnya, Ges?


To be continued...


You may also like

3 comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}