[FLASH FICTION] The Reason is You: Mimpi


"Kamu tahu apa hal yang terindah dari hidup?" Tanya kamu ketika kamu selesai memainkan gitarmu. Aku menoleh lalu menggeleng. 

"Apa, Sal?" Tanyaku padamu. Kamu memetik gitarmu lagi.
"Masa kamu gak tau sih, Sil..." Katamu dengan wajah serius.
Aku mengerutkan dahiku. "Ih, memangnya apa gitu?"
"Duh, ini keahlianmu lho."
Aku memukul pundak Faisal pelan. "Apa sih, Sal? Gak usah sok sok misterius di hadapanku."
"Hahaha. Hobimu, Silvy. Bermimpi." Jawabmu sambil tersenyum jahil.

Aku mengerucutkan bibirku. "Ah, kukira apa..."
Faisal tertawa. "Tapi benar lho, Sil. Bayangkan, jika kita tidak bermimpi, kita tak punya impian, mau kemana kita bawa hidup kita yang sebentar ini?"
"Ya.. Jalani saja sesuai alurnya. Mengalir begitu saja."
"Itu bukan hidup namanya. Itu namanya kamu menjadi robot hidupmu."
"Yah, sama sama hidup toh?"
"Beda. Kalau kamu bermimpi, pasti hidupmu jadi lebih bahagia."
"Huh? Kok bisa?"

Faisal menaruh gitarnya lalu membenarkan posisi duduknya. "Iya.. Jadi, gini deh. Bayangin kalo gak ada air, kita hidup harus gimana coba? Kita harus berfikir dan memimpikan sesuatu untuk bisa tetap bertahan hidup kan? Nah, bermimpi itu yang bikin kita bisa survive dan semangat menjalani hidup kita."

Aku berfikir sejenak lalu mengangguk. "Oh.. Ah hahaha betul juga. Tapi kan mimpi gak selalu jadi kenyataan, Sal."

"Nah, itu dia yang bikin kita tertantang buat mewujudkan mimpi kita. Kan mimpi itu adalah sesuatu yang kita mau, kalau terwujud hidup kita pasti akan jauh lebih bahagia."

Aku berdecak kagum. "Ya ampun, Faisal! Sejak kapan kamu jadi begini?"
"Eum.. Semenjak aku mulai bermimpi."
"Memang apa mimpimu?"
"Mimpiku...."
"Apa?"
"Sederhana. Tidak ada yang lebih bahagia daripada selalu bersamamu."

Aku terdiam, pipiku memerah. "Aku juga ingin selalu bersamamu, Sal."





You may also like

2 comments:

  1. Mimpi sederhana yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya. Kunjungan malam

    ReplyDelete

Leave me some comment! Thank you, guys:}