[FLASH FICTION] The Reason is You: Jenuh

                                            The Reason is You chapters


Bus 4 kursi nomor 23, perjalanan menuju BNS, Jawa Timur, 
November 2012

Entah apa yang terjadi padaku, tapi aku merasa jenuh mencintai kamu, Sil.

Ini memang bodoh, tapi perasaan hampa yang tidak karuan membuatku tak bisa memegang janjiku untuk terus sama sama kamu. Aku memang sayang padamu. Tapi perasaan ini tak bisa mengembalikan kuatnya perasaan itu.

Pagi ini, saat sampai di kawah Bromo, aku melihat kamu bersama dia, Sil. Dia yang sebelum kamu berpacaran dengan Alvan sampai setelah berpacaran denganku selalu ada disamping kamu. Dia yang setiap saat kamu ceritakan selalu menemani kamu.

Aku berharap dia tidak akan menjadi gangguan dalam hubungan kita, tapi malah aku sendiri Sil yang merusak perasaanku. Terlalu hampa, aku jadi tidak mau perduli lagi padamu. Padahal aku sayang padamu Sil...

Jawa Timur semakin macet saat hujan turun. Kita berbeda bus tapi aku bisa lihat dari kaca jendelaku. Di sebrang sana, bus nomor 3 yang melaju tepat di samping busku, kamu sedang tertawa bersama dia, Fadhel dan Fita.

Haruskah kita terus menjalani hubungan seperti ini, Sil? Disaat ada orang lain yang lebih setia bersamamu dan hatiku yang tak karuan seperti ini?

Apa mungkin karena aku terlalu lama mengejar dan menunggumu jadi ketika aku mendapatkanmu, semuanya jadi berubah hampa, Sil? Apa kita memang terlahir sebagai hanya sebagai sahabat?

Saat aku menuruni tangga itu, aku melihat kamu masih sibuk naik. Ku percepat langkahku bahkan ketika Haekal dan Winu memintaku untuk lebih berhati hati lagi karena tangga itu licin. Aku hanya tidak ingin kamu melihatku ketika aku tidak bisa menyunggingkan senyumku untukmu.

Aku melihat kamu pagi ini Sil menangis dalam pelukan Alda. Wajahmu begitu pucat dan kecewa. Alda memarahiku, Sil. Tapi aku tidak bisa. Ada sesuatu hal yang menahanku, entah apa itu.

Alda bilang, aku harus melepaskanmu jika janjiku tidak bisa kupenuhi. Aku tidak mau kehilanganmu.... Tapi hatiku tak mempunyai getaran cinta itu lagi, Sil. Bukannya aku tidak sayang padamu lagi, hanya saja aku jenuh... Aku terlalu lama mengejarmu dan ketika mendapatkanmu ada sesuatu hal yang mengganjal yang tidak bisa aku jelaskan.

Aku mungkin egois jika tetap meninggalkanmu ketika aku punya banyak janji, tapi lebih egois lagi jika aku tidak menepatinya.

Sil, maafkan aku. Aku rasa kita memang hanya bisa bersahabat.

Aku rasa ada orang lain yang lebih pantas untukmu. Aku harap dia bisa membahagiakanmu. Aku tahu Alvan, Alda, Haekal dan Lita akan membunuhku ketika tahu semua ini berakhir, tapi aku tidak ingin memaksakan hatiku dan membuat kamu semakin menangis.

Aku tahu, dia bisa membahagiakanmu dan aku juga tahu...

Kamu mulai menyayangi dia lebih dari sekedar sahabat kan?

Karena aku tahu dan sangat tahu, dia adalah orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Lebih daripada aku, daripada Alvan, daripada siapapun.

Orang itu benar benar tulus menyayangi kamu, Sil. Jangan kamu sia siakan dia.

Faisal begitu berharga untuk kamu biarkan begitu saja.


Maaf segala maaf. Aku sayang kamu, Sil. Kita tetep sahabatan ya?


Lega Ikhwan Herbayu



***

Alda menyikutku lalu menutup bindernya dan tersenyum kecil. "Kamu bodoh, egois sekaligus pengecut yang pemberani. Semoga Silvy mendapatkan yang lebih baik daripada kamu."

Aku mengangguk. "Iya, aku sayang dia Al.."
"Kamu emang sayang dia, Leg. Tapi kamu tolol mau melepaskan dia. Yah, apa boleh buat.. Daripada dia makin sakit, kan kasian..."

Aku menelan ludahku. "Apa aku salah lagi, Al?"
Alda tertawa kecil. 
"Jawab dong!"

"Bukan salah kamu kalo kamu jenuh, bukan salah Silvy kalo dia berharap kamu bisa tepatin janji kamu sama dia. Jenuh emang gak ada obatnya selain mengambil jalan ini. Walaupun sakit, yang penting kamu sudah berusaha membahagiakan orang yang kamu sayangi kan, Leg?" Tanya Alda sambil tersenyum tipis.

Aku mengangguk lalu menerawang jauh dan memejamkan mataku. Berharap semua kehampaan ini segera sirna setelah aku sampai di Batu Night Spectacular. Supaya Silvy tidak terus terluka, supaya aku tidak terus berkhianat atas janjiku, supaya kejenuhan ini segera berakhir tanpa sisa.



Jenuh - Original song of me!




You may also like

2 comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}