The Reason Is You extra chapter trailer


A year later....
FAISAL ABDUL MAJID'S POV

Sudah lama sekali semenjak masuk SMA aku, Fadhel dan Silvy tidak bermain bersama seperti dulu. Kami memang berbeda kelas dan tidak berada di eskul yang sama sehingga walaupun satu sekolah, rasanya jauh sekali.

Aku, Fadhel dan Silvy menjadi dekat semenjak aku menyukai Silvy dan sampai sekarang, kami masih berteman dekat. Semanjak kelulusan, semuanya berubah. Banyak hal baru yang aku alami dan berbeda sekali dengan masa SMP ku.

Vancouver yang dulu banyak pacaran pun sekarang sudah putus satu persatu. Yang dulu bersahabat sekarang sudah jadi stranger karena sudah punya teman baru. Yang dulu bermusuhan sekarang bisa jadi teman dekat karena sering bertemu. Semuanya aneh. Hidup itu terus berubah, tapi kenangan tidak.

Iya, kenangan tidak akan pernah berubah meski hidup dan hati terus berjalan ke masa depan.

Aku masih antre di kasir J.Co ketika aku lihat Silvy dan Fadhel sedang asyik berbincang. Fadhel masih dengan Fita sekarang, tapi Silvy sudah tidak bersama Lega. Ia memutuskan Lega akhir bulan lalu, sehari setelah peringatan satu tahunan mereka. Sementara aku...

Aku sendiri sudah tidak begitu memikirkan Silvy seperti dulu. Perasaanku pada Silvy masihlah perasaan sayang, tapi tidak sekuat dulu. Aku berfikir bahwa diantara aku dan Silvy memang seharusnya hanya bersahabat.

Aku berfikir perasaan Silvy padaku saat itu hanyalah sementara. Itu semua hanya karena ia bosan dengan Lega. Aku takut jika aku bersama Silvy semuanya hanya sementara dan Silvy sebenarnya lebih menyayangi Lega daripada aku. Belum lagi Lega sahabatku.

Aku datang dari arah yang tidak bisa Silvy dan Fadhel lihat lalu sempat mengecek iPhone 5-ku. Barangkali dia mengirimiku pesan lewat line atau menelponku. Aku sebenarnya tidak enak padanya karena dia tidak terlalu suka aku pergi bersama Silvy setelah tahu aku dulu menyukai Silvy.

Sambil memainkan jemariku di layar, aku mendengar Silvy mendesah lalu Fadhel menyeruput coklat panasnya. Ia terkekeh. "Konyol, Sil. Kenapa lo gak bilang dari dulu?"

"Ya gue gak tau gimana cara bilangnya. Lagian kan aneh aja gue naksir sama dia gitu. Secara dia temen main dari kelas 7 dan muka dia masih anak anak banget buat pacaran."
"Tapi kan setiap suka gak harus berakhir pacaran, Sil."
"Lo kayak gak tau gue aja deh, Dhel. Tapi serius, dari kelas 8 gue suka sama dia. Gue move on dan pas kelas 9 dia tiba tiba dateng sambil bilang suka sama gue. Sayangnya pas itu ada Lega, coba aja enggak...."
"Fufufu, lo tuh ya Sil. Aneh banget. Coba lo fight buat dia."
"Entahlah, Dhel."
"Perasaan lo gimana sekarang?"
"Gak tau. Gue sekarang single, dia juga. Gue berharap di hati dia masih ada gue. Gue mau fight buat dia, Dhel. Gue gak mau ngulangin kesalahan gue di masa lalu. Karena setelah hari hari berlalu pun, gue masih kangen Faisal, Dhel." Kata Silvy pelan.

Jantungku berdegup kencang. Astaga. Kenapa selalu begini? Kenapa waktu dan keadaan selalu tidak mendukungku dengan Silvy? 

Aku masih sayang kamu kok, Sil. Tapi aku gak bisa lagi...

***

MUHAMMAD GHORBY'S POV

Izar baru saja menyelesaikan latihannya dengan klub Arzenic SMANSA saat aku sampai ke sekolah. Dia dengan tas adidasnya menghampiriku dan langsung duduk di sampingku. Aku tertawa.

"Lo tau, Zar.. Since the first time gue-elo kenal, kita deket, gue udah berasa pasangan homo elo."
Izar menatapku sinis. "Basi lo, Ghor. Gue baru putus juga digituin."

Aku menelan ludah dan memutuskan untuk tidak melanjutkan percakapan itu lagi. Aku dan Risma berada di satu sekolah, sementara Izar dan Ninis terhalang jarak SMANSA-SMANDA. Entah kenapa, Izar tiba tiba memutuskan Ninis dua hari yang lalu. Ia berjanji akan bercerita padaku hari ini.

Risma tiba tiba datang menghampiri kami dengan senyum sumeringah. Ia menatap Izar lalu tersenyum kecut. Aku tau Ninis pasti habis bercerita padanya.

"Kenapa sih, Ris? Iya gue tau gue brengsek. Udah deh..." Kata Izar kesal.
"Bukannya gitu, Zar. Pake alasan mutusin tuh, bukannya sepihak." Kata Risma tidak kalah kesal.
"Ninis cerita apa ke kamu, ay?" Tanyaku. 
"Tiba-tiba dia telpon aku, ay. Dia bilang 'Ris kangen mantan salah gak sih?' gitu. Ya aku kaget ya, aku gak tau mereka putus. Eh Izar mutusin gitu aja tanpa alasan."
"Gue cuman bingung, Ris. Gue gak bisa gantungin Ninis terus. Gue sibuk dan gak bisa ngasih perhatian ke dia. Jarak juga gak kayak dulu. Kalo dulu sibuk kan tinggal ke kelas Ninis nya aja. Kalo sekarang? Gue cuman gak mau dia sakit lebih lama."

Risma berdehem. "Bukan karena cewek lain, kan?"
"Demi Allah Ris gue cuman sayang sama Ninis doang."
"Cinta yang dateng buru buru juga pergi dengan buru buru, Zar..." Gumamku.
"Gak buru buru, Ghor. Udah setahun lebih gue sama dia."
"Ya paling enggak lo mikirin perasaan dia kek, Zar. Dia udah sayang banget sama elo, eh elo tinggalin setelah lo janji banyak gitu sama dia."
"Gini deh, Ris. Mending gue jalanin terus sama Ninis tapi setengah hati dan bikin Ninis sakit banget di akhirnya atau gue berhenti biar Ninis gak terlalu sakit nantinya?"

"Ugh... Bener juga sih, Zar...."
"Tuh ay, kamu malu maluin aku udah ngomelin Izar!" Kataku sambil tertawa.
"Ih Ghorby!"
"Soalnya gue tau, Ris. Cinta itu butuh pengorbanan. Banyak hal yang harus dikorbanin, termasuk perasaan. Karena gue sayang sama Ninis dan gue mau liat dia bahagia, lebih baik gue tinggalin dia kan?"

Aku dan Risma saling bertatapan lalu terdiam. Aku mengalihkan pandanganku ke arah Izar dan menepuk nepuk pundaknya.

"Karepmu lah, Zar. Selama itu gak salah, gue akan selalu dukung sahabat gue demi kebahagiaan dia."



THE REASON IS YOU EXTRA CHAPTER is AVAILABLE on APRIL 25TH 2013.


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}