[FLASH FICTION] Petrichor: Our Feeling



"Aku bingung Lys sama perasaan aku." Ujar Damar sambil menerawang jauh. Elyssa yang sedang asyik mengunyah popcorn nya pun berhenti. Elyssa bingung harus menanggapi apa. Elyssa sadar sedari tadi Damar tidak memperhatikan film yang sedang mereka tonton.

Raga Damar memang ada di samping Elyssa, tapi pikirannya melayang kemana mana.

"Kamu sendiri merasa apa, Lys?" Tanya Damar sambil menoleh ke arah Elyssa. Elyssa gugup setengah mati.
"Ugh.. Nyaman?"
"Aku juga." Jawab Damar pelan.
"Terus kenapa kamu bingung, Dam?"
"Aku gak mau kamu nungguin aku..."
"Aku gak nungguin kamu, kok. Kita kan sudah janji jalan bareng bareng dulu. Iya kan?"
"Maaf ya Lys belum bisa kasih kepastian.."
"Aku ngerti kok. Aku juga gak minta itu dari kamu kan..."
"Jangan berharap banyak sama aku ya, Lyss."

Elyssa tersentak lalu mengalihkan pandangannya. "Ah, apa sih Dam.."

"Apa aku salah menghubungi kamu waktu itu?"
"Jadi Damar nyesel?" Tanya Elyssa dengan suara tercekat.
"Sumpah Lyss, aku gak nyesel, aku.."
"Oh jadi Damar mau semuanya berhenti aja?"
"Lyss, please..."

"Just be patient. Dont hope to much and let everything flowing. Well in time, our feeling will show, Dam." Ujar Elyssa menenangkan Damar. Damar mengangguk lalu memutuskan untuk berhenti bicara. Hatinya tak karuan.


Di satu sisi ia ingin segera meresmikan semuanya tapi disisi lain ia masih nyaman dengan keadaan seperti ini. Sedang Elyssa sendiri bingung tentang hatinya. Apa yang sebenarnya ia rasakan untuk Damar.

Karena entah mengapa ia merasa mampu jika melihat Damar menyukai gadis lain tetapi ia tak mampu melepaskan cowok itu walaupun ia tahu, Damar bukan untuknya..




 Cirebon, 13 September 2013 from 23.50 - 23-57
Such as a fun night. Terima kasih sudah menelpon. Selamat malam:}


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}