[FLASH FICTION] Petrichor: The Last 15 Days



"Sudah bulan Oktober." Gumam Elyssa ketika ia terbangun dengan keadaan badan mengigil dan wajahnya yang pucat pasi. Tubuhnya lagi lagi meminta untuk diistirahatkan disaat ia punya banyak hal yang harus ia lakukan. 

Elyssa memaksakan diri untuk bangkit dari tempat tidurnya. Ia lalu membuka jendela kamarnya dan tersenyum tipis. Semalam pasti hujan turun dengan sangat deras sampai sampai pukul 7 pagi saja masih ada genangan air di jalan depan rumahnya.

Lalu matanya melirik ke depan gerbang, ia mendesah. Ia ingat saat cowok itu mengantarkannya pulang. Ia masih ingat betapa hatinya merasa tak karuan saat itu. Dia begitu senang, tapi dia juga takut tenggelam dalam zona nyaman....


Yang pada akhirnya memang terjadi.

15 hari terakhir di bulan September benar benar menyesakkan dada Elyssa. Dia kehilangan orang yang paling ia sayang. Orang yang membuatnya bangkit dan bertahan. Orang yang membuatnya berani bermimpi dan maju untuk mewujudkannya. Orang yang menjadi alasannya. Orang yang begitu istimewa baginya.

Dada Elyssa semakin sesak, ia memutuskan kembali berbaring.

Seharusnya tak ada berasaan sesakit ini karena Elyssa sudah membicarakan semuanya. Tapi ia tak percaya semuanya harus menjadi seperti ini. Elyssa tak tahu apakah perjuangannya bersama cowok itu sebenarnya sudah berakhir atau sedang vakum. Yang jelas ia tahu, cowok itu sudah jatuh hati pada gadis lain.

Elyssa menarik napas satu dua menenangkan diri. Ia terus bersugesti untuk bertahan. Ia tak boleh menangis lagi.

Jika Elyssa memang menyayangi cowok itu, ia harus melupakan perasaannya dan mendukung setiap langkah cowok itu. Tapi rasanya ia seperti dibuang. Ia seperti tak berharga lagi. Disaat Elyssa sedang membutuhkan dia, dia malah pergi entah kemana.

Elyssa bingung, apa yang harus ia lakukan?

Cowok itu mungkin bosan. Kalimat itu terus berputar putar di kepala Elyssa. Tapi jika bosan, kenapa dia harus seperti ini? 

Elyssa mengerti, mungkin cowok itu meninggalkannya karena tidak mau Elyssa merasa sedih. Tapi apa dia tidak mengerti dengan caranya ini membuat hati Elyssa semakin patah? Elyssa harus apa?

Elyssa tidak mau hubungan baik mereka berakhir seperti ini. Elyssa mau semuanya baik-baik saja. Elyssa mau dia tetap menjadi kakak yang baik untuk Elyssa. Tapi...

Kenapa seolah olah hanya Elyssa yang menghargai hubungan mereka berdua selama ini?

Elyssa menarik nafas satu dua lalu membuka aplikasi line-nya. Chat dari cowok itu tidak sempat ia balas karena ia terlalu kecewa untuk membalas. Bukan kecewa karena dia akhirnya berhenti berjalan bersama Elyssa, tapi kenapa.....

"Bukannya kamu udah move on dari saya dari dulu, Lys?"

Rasanya patah. Patah sepatah patahnya hati yang patah. Elyssa langsung menghapus chat itu dan memutuskan untuk memejamkan mata lagi. Ia tak bisa berpikir jernih sekarang.

15 hari yang menyenangkan di awal September ditutup oleh 15 hari paling buruk yang pernah ada di bulan September. Penuh pertanyaan, penuh sakit yang pilu. Andai ia bisa bicara pada cowok itu sekarang, andai semua baik-baik saja...


Elyssa tidak bisa merasakan apa apa lagi. Patahan hatinya sudah terlalu hancur untuk dipersatukan. Ia tak habis pikir kenapa rasanya sesakit ini. Padahal dari awal ia tahu akhirnya mungkin akan seperti ini...

Tapi kenapa kamu harus memperlakukan aku seperti ini? Elyssa lagi-lagi bertanya.

Andai Elyssa bisa membaca pikiran cowok itu. Andai Elyssa bisa menumpahkan semua perasaannya. Mungkin semuanya akan lebih mudah. Mungkin semuanya akan baik-baik saja.

Tapi sekarang semuanya terlalu menyakitkan untuk baik-baik saja...

Seharusnya Elyssa bisa bertanya lagi kenapa dia mendiamkan Elyssa seperti ini. Kenapa sikapnya berubah sekali. Kenapa mereka seperti orang yang tidak mengenal satu sama lain.

Tapi Elyssa terlalu patah untuk bertanya. Ia tak punya hak apa apa. Lagi pula dia seperti tak ingin menjelaskan. Jadi untuk apa Elyssa berjuang jika akhirnya dia akan disia siakan?


Karena mungkin untuk Damar, Elyssa bukanlah siapa-siapa. Untuk sekarang, mulai dari 15 hari yang lalu, atau semenjak pertama kali mereka bertemu....





Cirebon, 1 Oktober 2013 from 15.20 - 15.41
Semoga kamu bahagia.


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}