[FLASH FICTION] Petrichor: Used To


Damar tersenyum kecil melihat gadis itu berdiri di depan gerbang sekolah. Ia sudah sedikit kecewa mengetahui Elyssa sudah pulang ketika ia menghampiri ke kelasnya. Damar membuka kaca helm nya dan berdehem.

"Elyss belum pulang, sih." Ujarnya sambil melepas tas dan membukanya. Elyssa yang melamun sontak kaget lalu tertawa kecil.
"Aku kira Damar udah pulang..."
Damar menggeleng. "Belum. Bentar nih bukunya.." Damar mencari cari buku yang Elyssa pesan. Elyssa langsung tertawa.
"Padahal besok aja gakpapa."
"Tadi Damar ke kelas kamu tapi kamu udah pulang."
"Maaf tadi kamunya hilang, sih. Oh iya kuenya..." Elyssa langsung membuka tasnya. Damar terperangah kaget. Gadis itu benar benar membawakannya...

Elyssa langsung memasukkan seplastik kecil berisi beberapa potong kue buatannya ke dalam tas Damar ketika Damar sudah membereskan buku buku untuk Elyssa. Elyssa langsung meraih buku itu.

"Makasih ya, Dam.."
"Kamu mau pulang, mau aku an..."
"Nunggu dijemput.. Eh udah dijemput."
"Oke, hati-hati Elys." Ujar Damar singkat. Ia tersenyum kecil walaupun rencananya mengajak pergi gadis itu harus kembali di urungkan.

Entah kenapa hatinya merasa nyaman pada gadis ini tapi ia belum menemukan rasanya. Rasa yang seharusnya sudah ada untuk menjadi lebih...

Elyssa termenung melihat buku yang dipegangnya. Damar Syahreza Pahlevi. Apa kabar dia sekarang? Sudah cukup lama semenjak terakhir kali Elyssa bertemu dengannya saat hari kelulusan Damar.

Rasa rindunya terlalu memuncak tapi hatinya masih terlalu patah untuk berjalan pergi. Elyssa tak mengerti kenapa ia merasa begini tapi satu hal yang ia tahu.

Ketika kita sudah terbiasa, selalu ada rasa sakit luar biasa ketika hal itu tak pernah dilakukan lagi....


Cirebon, 26 Oktober 2013 from 10.00-10.16
It was rare, I was there, do you remember it all too well?


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}