[FLASH FICTION] Jangan Denganku #FF2in1

Mata sembap itu membuat wajahnya yang gagah tak seperti biasanya lagi. Senyum separuhnya yang amat menawan tak terlihat sedikitpun. Eris beridiri beberapa jarak di depanku. Mulutnya tak bicara, tapi matanya terus meraung memintaku untuk tetap tinggal.

Entah apa yang harus aku lakukan. Aku harap meninggalkan Eris adalah jalan yang terbaik karena aku tak mungkin bersamanya. Ia tak bisa denganku. Perbedaan kami terlalu mencolok. Ayah dan Ibu tak akan setuju jika aku bersama Eris.

Aku memang menyayangi Eris dan karena itulah, aku melepaskannya pergi. Jika ia bersamaku, seluruh keluarganya pasti membuangnya seperti apa yang mereka lakukan pada Aditya, kakak sulung Eris.

Kami  berdua benar benar cocok. Lebih dari cocok. Aku dan Eris saling melengkapi. Hal itu yang membuat aku jatuh cinta pada cowok penyuka basket ini. Tapi ketika Kak Melisa, kakak pertamaku mengetahui hubunganku dengan Eris, ia langsung melarangku untuk melanjutkan semuanya.

Semua yang telah aku bangun. Semua yang telah aku impikan.

Kepercayaan adalah satu satunya perbedaan diantara aku dan Eris. Terlihat sepele karena hanya satu hal tapi itu adalah akar dari segalanya. Aku yang Kristen tak mungkin menikah dengan Eris yang Muslim. Apalagi keluarga Eris yang begitu kental akan agamanya. Itu hanya akan menghancurkan Eris.


Aku tahu jika aku melakukan ini aku akan menyesal seumur hidup. Aku tak akan pernah bisa melupakan Eris sedetikpun. Tapi apa dayaku.. Jika aku mencintai dia, aku tak boleh memaksakan sesuatu apalagi yang akan menghancurkan dia.

Eris akhirnya menggerakkan bibirnya walaupun terlihat canggung. Gesturnya dan nafasnya yang terlihat satu dua menggambarkan permintaannya yang sudah 2 minggu ini terus ia teriakkan kepadaku.

"Kamu jangan pergi, Nis.."

Aku menelan ludahku dan menarik nafas. Tuhan, jika kami berjodoh pertemukanlah kami kembali. Jika aku tak bisa dengannya, pertemukanlah ia pada gadis yang akan membahagiakannya seperti apa yang aku lakukan untuk dia.

"Kau harus bahagia...." Kataku tegas. Eris langsung berlutut sementara aku menarik tarikan koperku.

"Ninis.. Apa kamu tidak mencintaiku?" Suara Eris tercekat. Aku menggeleng lalu tersenyum tipis.

"Maka jangan denganku."

Aku langsung membalikkan badanku dan berjalan secepat mungkin untuk masuk ke dalam Bandara. Aku harus segera pergi. Aku tak boleh menoleh kebelakang. Aku tahu ini yang terbaik. Aku tahu kamu akan mengerti alasan mengapa aku berbohong hari ini.

Karena pengorbananku untuk pergi adalah bukti bahwa aku mencintai kamu.



Cirebon, 22 Januari 2014 from 21.05-21.22
Kau Harus Bahagia - Sammy


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}