[FLASH FICTION] Rindu Ibu

"Kamu gak akan ngerti!"

Lengkingan suara Ibu merasuki pikiranku. Hal ini jelas membuatku tak bisa berhenti memikirkannya dan berakhir menyesali segala perbuatanku. Anakku, Keysha Titania lagi lagi berulah dan menyebabkan hatiku perih dibuatnya.

Aku tersenyum kecil menyadari bahwa apa yang Key lakukan tadi jelas sama dengan apa yang kuperbuat dulu. Aku selalu menganggap enteng kekesalan Ibu dan beliau selalu berteriak bahwa aku takkan pernah mengerti hingga saatnya aku mempunyai anak.

Anakku begitu menjengkelkan dan dia bertingkah sama sepertiku. Aku menarik nafas. Sejengkel ini kah Ibu padaku dulu? Aku memang marah pada Key dan mungkin bisa memukulnya. Tapi tidak bisa, aku tidak akan mungkin bisa.

Ibu juga dulu tampak ingin menamparku, tapi ia selalu menahan tangannya. Ia berlari ke kamar dan menangis menahan amarahnya. Sama seperti apa yang aku lakukan saat ini.

Sakit, rasanya sakit mengetahui sejahat itu hal yang aku lakukan dulu.

Aku ingin berlari dan meminta maaf pada Ibu, tapi kutahu itu semua tidak akan mungkin lagi. Tidak ada kesempatan lagi. Aku sudah sendiri di dunia ini. Tak ada Bapak,tak ada Ibu. Tak ada tempat untuk benar benar kembali.

Andai Ibu bisa mendengar, kini aku tahu Bu rasanya. Pasti Ibu sangat jengkel sekali, kan? Aku tahu Bu, aku tahu. Doakan aku bisa setabahmu dan mendidik Key agar lebih baik dariku, Bu..

Maafkan aku, Ibu...

Cirebon, 21 April 2014
Happy Kartini's Day.


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}