Dekat di mata, jauh di hati

Hati itu lucu.

Kamu tahu kenapa? Dia bisa bertahan dalam keadaan bersebelahan tanpa bicara. Dia bisa bahagia dalam keadaan berselisihan tanpa menyapa. Dia bisa bertahan walau tanpa dibalas rasa suka.

Rasa... Rasa...

Terkadang hati terlalu lugu untuk berpikir. Dilihat saja sudah merasa ia tertarik. Disapa saja sudah merasa ia mengingat. Diajak bicara saja sudah merasa ia rindu.

Padahal siapa yang menjamin?

Rasanya miris mengetahui betapa dekat jarak hati dengan target pelabuhannya kini. Rasanya begitu dekat, sudah terjangkau meski belum tergenggam. Pikiran pun melayang layang ketika hati mulai merasa ada balasan dari pelabuhannya.

Padahal siapa yang menjamin?

Lucunya, hati selalu berusaha untuk mengerti. Mengerti kesukaannya, mempelajari gaya bahasanya, mencari tahu kesibukannya dan berharap bisa jadi pendengar setia dari setiap ceritanya..

Tapi dia tak bicara lebih dari kata "hai" lalu apa yang hati harapkan?

Bahkan jarak yang begitu dekat tak menjamin hati bisa merasa tidak jauh..

Terkadang fisik yang dekat, bersebelahan, berhadapan atau mata yang saling memandang tak membuat hati terkoneksi satu sama lain. Cerita.. Hati butuh cerita untuk memulai perasaan. Hati butuh rasa simpati untuk bertahan. Hati butuh kemauan untuk berjuang.

Lalu kenapa hati masih mau berjuang sendirian?

Dari kejauhan hati terus berdoa supaya suatu saat harinya terisi oleh cerita cerita dari pelabuhannya. Pelabuhan yang selama ini ia harapkan. Pelabuhan yang selama ini ia dambakan.

Tapi apakah pelabuhan itu mau hati ini yang berhenti padanya?

Apa dia mau hati ini yang mendengar ceritanya?

Apa dia sudi hati ini yang terus menemaninya?

Kita tidak tahu.

Kenapa jarak sedekat ini tapi hati terasa semakin jauh?

Bahkan untuk bicara pun rasanya ragu.

Padahal mata kita sering bertemu, tapi bibir terlalu malu untuk berucap.

Malu atau tak mau?

Hati...

Kenapa kamu senang membuat orang yang jatuh cinta sebingung ini?


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}