[FLASH FICTION] Sweetest Moment of Us

Terlalu manis.. Untuk dilupakan..
Kenangan yang indah bersamamu tinggal lah mimpi...
Terlalu manis.. Untuk dilupakan..
Walau kita memang tak saling cinta takkan terjadi...

Sore itu kamu kembali mengambil gitarmu dan duduk di sampingku. Kamu petik gitar coklat muda itu sambil menggumamkan nada sementara aku pura pura tak memperhatikan sembari menghabiskan setengah bekal makan siangku.

"Kuambil gitar.. Dan mulai memainkan... Lagu lama yang biasa kita nyanyikan..." Kamu mulai bernyanyi lalu tiba-tiba berhenti dan menatapku. Kututup kotak bekalku lalu tersenyum kecil.
"Tapi tak sepatah kata yang bisa terucap.. Hanya ingatan yang ada di kepala.."

Tatapan matamu seakan akan menyelami setiap ujung selku. Selalu hangat berada disampingmu bahkan ketika terik matahari atau hujan deras mengguyur kota. Kamu bermain gitarmu lagi lalu bergumam kecil.

Aku teringat masa masa manis kita. Ketika setelah sekian lama aku baru menyadari bahwa kamu selalu ada disekitarku. Ketika aku baru menyadari diriku tak bisa tidur setelah mendengar suaramu. Ketika aku baru menyadari bahwa kamu terlalu manis untukku lewatkan..

"Hari berganti angin tetap berhembus.. Cuaca berubah, daun daun tetap tumbuh..."
Aku menoleh lalu menerawang jauh, "kata hatikupun gak pernah berubah.. Berjalan dengan apa adanya..."

Segala hal manis yang kita lewati juga pernah mencapai bagian terpahitnya.

Saat sore itu kamu membuka ponselku dan membaca semuanya. Saat kamu tiba tiba menarik kursi dan tak mau duduk disampingku. Saat kamu mulai menjauhi kamera saat dibidikannya mengarah pada kita berdua.

Kamu membuat tembok pembatas untuk beberapa saat lalu meruntuhkannya lagi. Tapi ketika aku berusaha mendekat, kamu membuatnya terasa ada walaupun tak nyata. Kamu begitu semu.

Aku menarik nafas panjang lalu mulai bernyanyi lagi. "Di malam yang dingin dan gelap sepi..."
"Benakku melayang pada kisah kita..."

Kalau kamu tahu...

Aku begitu bahagia ketika menyadari kamu ada disampingku.
Aku begitu bersyukur atas setiap detik yang bisa kuhabiskan denganmu.
Aku begitu sabar menyikapi saat dimana kamu membatasi kita.
Aku begitu berharap kita akan tertawa pada hal yang sama selamanya..

"Terlalu manis... Untuk dilupakan...."
Aku menghapus tetesan air mata yang mulai jatuh sebelum kamu melihatnya, "kenangan yang indah bersamamu.. Tinggal lah mimpi..."

Kalau kamu dengar hatiku..

Aku ingin bilang kalau kamu begitu membuatku bisa berdiri tegak seperti ini.
Kamu membuatku yang rapuh menjadi kokoh.
Kamu membuat semua kenyataan yang sulit menjadi mudah untukku lewati.

"Terlalu manis... Untuk dilupakan.."

Aku tak bisa melanjutkan lagu ini saat isak tangisku mendadak kencang. Air mata tidak bisa berhenti. Besok hari kelulusan. Setelah itu aku akan berhenti denganmu lagi. Kamu menepuk bahuku lalu tersenyum kecil.

"Walau kita memang tak saling cinta.. Takkan terjadi... Begini."

Kamu memetik gitarmu untuk terakhir kalinya lalu tersenyum, "jangan nangis. Semua kenangan sama kamu akan aku inget. Kamu terlalu manis untuk aku lupain.."

Aku tersenyum kecil.

Iya, kamu juga terlalu manis. Terlalu manis...


Cirebon, 25 Agustus 2014
Selamat ulang tahun Kak Nessie & Mba Sasa{}


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}