Kenapa?

Kenapa perasaan bisa datang jika akhirnya tak tahu kemana akan berpulang? 
Kenapa hati bisa memilih jika akhirnya ia tak dipilih oleh hati itu?
Kenapa memiliki sering kali menjadi takaran dari sebuah kebahagiaan?

Kenapa kamu tidak melihat aku?

Kenapa rasanya manis sekali semenjak kamu hadir?
Kenapa langit yang gelap tak membuatku takut saat kamu disampingku?
Kenapa ditengah keramaian pun aku masih bisa menemukan kamu?

Kenapa kamu tidak disini lagi?

Kenapa aku terus merindukan kehadiranmu?
Kenapa dunia ini terasa sepi tanpa kamu?
Kenapa hariku tak pernah lengkap jika tak ada kamu?

Kenapa sekarang semua serba kamu?

Kenapa aku merasa begini?
Kenapa harus sama kamu?
Kenapa disaat kita seperti ini?

Kenapa tembok itu ada diantara kita?

Kenapa hati ini gelisah saat kamu pergi?
Kenapa hati ini patah saat kamu tak terlihat di pagi hari?
Kenapa hati ini menangis saat kamu bicara tentang dia?

Kenapa dia?

Kenapa dia yang kamu lihat?
Kenapa dia yang kamu dengar?
Kenapa dia yang kamu pikirkan?

Kenapa bukan aku?

Kenapa aku tidak dilihat?
Kenapa aku tidak didengar?
Kenapa aku tidak dipikirkan?

Kenapa?

Kenapa hati memilih hati yang tak mau dipilih olehnya?

Ini miris. Aku kecewa.

Bahkan cintaku tak cukup kuat berharap untuk sebuah balasan....

Lalu apa akhir dari sebuah perasaan ketika kita tak mendapat balasan?

Kamu yang punya jawabannya.


Cirebon, 2 Agustus 2014
Tulisan lama.


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}