Aku dan Dia

Aku gak pernah bilang aku menyukainya.
Tapi dia tahu mataku tak pernah berhenti menatapnya.

Aku gak pernah bilang aku memperhatikannya.
Tapi dia tahu aku khawatir setiap kali dia belum makan seharian.

Aku gak pernah bilang aku ingin tahu ceritanya.
Tapi dia tahu aku akan selalu tahu apapun tentangnya tanpa ia berkata.

Aku gak pernah bilang aku suka band yang dia suka.
Tapi dia tahu aku semakin menyukai band itu semenjak bertemu dengannya.

Aku gak pernah bilang aku suka masak.
Tapi dia tahu aku berusaha memberikan setiap hasil masakanku untuk dia.

Aku gak pernah bilang aku ingin tahu masa lalunya.
Tapi dia tahu tanpa aku bertanya, aku pasti tahu semuanya.

Aku gak pernah bilang aku ingin di dengar olehnya.
Tapi dia tahu setiap perkataanku selalu mengharapkan didengar olehnya.

Aku gak pernah bilang aku berusaha cantik untuk dia.
Tapi dia tahu setiap kali aku bisa bertemu di luar jam sekolah dengannya, aku selalu berusaha menjadi cewe yang berbeda saat tak berseragam sekolah.

Aku gak pernah bilang aku merindukan dia.
Tapi dia tahu aku rindu setiap pagi aku sibuk di depan kelasnya.

Aku gak pernah bilang aku menyukai gerak geriknya.
Tapi dia tahu aku suka setiap aku membidikkan kamera ponselku ke arahnya.

Aku gak pernah bilang aku membutuhkannya.
Tapi dia tahu aku begitu setiap hari, setiap detik, setiap hal kecil yang aku lalui karena namanya yang selalu aku sebut.

Aku gak pernah bilang dia punya senyum yang manis.
Tapi dia tahu aku suka senyumnya setiap kuminta dia tersenyum saat wajahnya begitu muram.

Aku gak pernah bilang.
Tapi dia tahu.

Dia gak pernah bilang.
Dan aku berusaha untuk tahu.

Aku gak pernah bilang aku sayang sama dia.
Dia gak pernah bilang dia sayang sama aku.
Tapi dia tahu aku menyayangi dia.
Dan aku berusaha untuk tahu apa yang dia rasakan padaku.

Tapi dia benar benar sudah tidak percaya cinta.
Dan aku terluka.

Aku gak tahu apa yang harus aku katakan.
Aku gak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan.

Aku hanya bahagia setiap kali bersamanya.

Tapi mulai sekarang...

Mungkin takkan ada hari yang membuatku akan selalu bersamanya.

Dan dia bilang...

"Jangan menungguku karena aku masih terlalu takut untuk kembali jatuh cinta."

Lalu rasanya...

Aku ingin berteriak dan berkata, "setelah 270 hari kita sering bersama, mana bisa semudah itu."

Tapi aku berpikir lagi...

Kemana akhirnya kita kalau terus begini?

Kamu tahu betul...

Kita selalu bersama.

Dan aku sadar betul...

Tak bisa bersatu.

Entah tidak bisa atau belum bisa atau masih tunggu waktu.

Tapi aku gak akan nyakitin kamu kaya mereka.

Lalu mereka bertanya..

Kenapa kamu suka sama dia saat masih banyak yang lebih baik?

Aku tersenyum..

Karena aku gak punya alasan buat menyukainya.

Lalu kamu bilang...

"Masih banyak yang lebih baik daripada aku buat kamu. Jangan nungguin aku yang kaya gini.. Aku lagi gak mau urusan sama cewek."

Dan aku pengen bilang..

Doaku gak akan pernah berubah.

Aku tahu kamu tahu. Akan selalu sama. Gak akan berkurang, malah akan kutambahkan setiap harinya.

Semoga pertemuan kita berkah. Semoga kamu bahagia sebahagia aku sejak kamu ada.

Lalu jika kamu bertanya kenapa aku menyukai kamu saat masih banyak yang lain...

Because you mean world for me.

Lalu kalau kamu minta aku pindah.. Aku cuman bisa tersenyum.

Aku harus pindah kemana kalau selama ini kita gak pernah kemana mana? :")

-
-
-
-
-
-
-

HAHAHAHA galauan apaan nih.

Well.. Good luck mas mas wushu. Im about sudah terbiasa patah hati in every september, every year.

Tapi...

Nowplaying:

Tulus - Mengagumimu Dari Jauh



You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}