Titik

Ada kabar mengatakan,
sering kali cinta datang tanpa diundang.
Ada burung yang berbisik,
cinta berhenti pada sebuah titik.

Titik semu yang seolah olah ada,
seolah olah sudah terlihat,
terasa begitu dekat,
namun kamu tak cukup kuat untuk menggapainya.

Kamu malu....

Kamu malu untuk mengakui perasaanmu.
Kamu malu untuk menerima kenyataan bahwa matamu terus berlari ke arahnya.

Dia berdiri di depanmu berhari hari.
Tapi baru di detik terakhir sebelum ia pergi, 
kamu baru menyadari..
Kamu telah jatuh cinta.

Titik yang menyatukan kalian kini mulai pudar,
hilang terhapus hujan,
musnah tersapu angin,
akankah ia akan kembali?

Kamu jatuh cinta...

Suaranya menggema di kepalamu setiap hari.
Tapi kamu baru sadar kamu tak bisa berhenti memikirkannya,
ketika ia tak lagi bersenandung di hadapanmu.

Nada terus mengalun,
hati terus bertanya,
kemana titik yang menyatukan kita?

Titik itu seharusnya meluas..
Menjadi sebuah lingkaran pelindung.
Rumah untuk kita bersatu.

Seharusnya..
Iya..
Seharusnya..

Jika kamu juga merasakan hal yang sama...


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}