What should I do?

Antara hati sama tanggung jawab... Apa yang harus gue pilih?

Bicara tentang hati gak akan ada habisnya. Hati mau kaya gimana juga tetep aja begitu. Egoisnya bakal pengen terus ngikutin perasaan walau realita berteriak memaki untuk menyuruhnya pergi.

Perasaan gue kacau. Rasa yang ada lama lama bisa mati, gue berpikir seperti itu. Tapi dia gak mati. Dia juga gak pergi. Dia hanya tertutup oleh segala tanggung jawab gue akan hal lain sehingga terkadang gue tidak merasakannya lagi.

Bahkan gue ragu akan rasa gue..

Ini bukan kali pertama, kedua ataupun ketiga gue ragu. Gue sering banget ragu dan memilih untuk mundur. Tapi ada kalanya hal hal kecil itu membuat gue lebih berani untuk maju. Padahal ketika gue berbalik dan melihat kesekitar...

Sebenarnya gue gak pernah kemana mana.

Kita gak pernah kemana mana. Gue dan elo gak pernah kemana mana.

Kita masih ada di lingkaran yang sama, masih berdampingan tapi gak pernah melakukan pergerakan. Seakan tak perduli atau perasaan gue sudah mati, tapi gue juga sadar tidak ada diantara kita yang menggerakan satu sama lain.

Kita semakin hari semakin semu. Terkadang ada dinding pembatas yang sebenarnya tidak pernah ada. Atau gue merasa ada hati yang tersisip untuk gue atau elo tapi sebenarnya tidak pernah ada.

Semu..

Banyak tanggung jawab yang mengejar gue sehingga elo terkesampingkan, sehingga elo bukan pikiran pertama gue, sehingga hal kecil ini tidak mengganggu hari gue.

Tapi lama lama gue berpikir....

Sebenarnya gue sedang apa? Kenapa? Kenapa gue disini?

Disaat semua orang making a movement, kenapa gue diem disini sama elo? Elo yang jelas jelas gak ada pergerakan kemana pun? 

Dan kenapa gue gak bisa making a movement kayak yang lain?

Atau berjalan lagi untuk ketemu orang lain?

Kenapa setiap detik yang gue lalui selalu led me back to you?

Kenapa....

Gue gak tahu harus bicara pada siapa. Bahkan hati gue aja bimbang buat ngasih jawaban yang pasti.

Kenapa gue ada disini? Kenapa gue tidak pergi?

Karena gue dapat merasakannya, gue gak pernah lari kemana mana sama elo, bahkan jalan pun gak pernah lagi.

Elo berhenti dan gue mengikuti.

Lalu kenapa?

Apa yang sebenarnya gue cari?

Kenapa harus begini?

Kenapa hati berhenti di hati yang tak mau berlari bersama?

4 bulan ini gue gak memikirkan hal konyol ini. Tapi semakin lama dibiarkan, semakin banyak bagian hati yang rusak.

Gue bingung.

Gue bingung....


What should I do?

Note:

HAHAHAHAHA CANDA DENG.

Aing gak galau. Cuman... HAHAHAHAHA.

Cuman pengen nulis aja. Bye.


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}