[FLASH FICTION] Beda

Asya terburu buru menaiki tangga sambil sibuk menghapalkan jaringan meristem untuk kelas Biologi pagi ini. Ia tak sadar beberapa kali menabrak orang sampai ia hampir terpeleset karena tidak melihat lantai yang masih licin.

Ketika ia sampai di anak tangga terakhir, seorang cowok sedang berdiri menyandar pada tembok balkon memperhatikannya dengan saksama. Asya bingung setengah mati, apa yang harus ia lakukan sekarang?

Asya akhirnya berjalan santai lalu mengalihkan pandangannya. Jantungnya berdegup kencang ketika akan melewati cowok itu. Wajahnya harap harap cemas, kalau kalau si cowok akan menyapanya.

Beberapa detik setelah melewatinya, wajah Asya berubah datar. Tidak, tidak ada sapa. Tidak, tidak ada senyum. Kosong. Datar. Hambar.

Setelah menaruh tas, Asya bergegas mengambil topi dari lokernya lalu berjalan ke bawah. Shafira belum datang pagi ini sehingga Asya harus ke lapangan sendirian. Ketika berjalan menuju tangga, cowok itu mengikuti dari belakang lalu berjalan di samping Asya.

Asya menghela nafas, apa sih maunya cowok ini?


Mereka berdua jalan menuju tempat barisan yang kebetulan bersebelahan. Asya menguatkan diri untuk tidak bicara dan cowok itu juga tetap diam tak bicara. Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di barisan mereka. Cowok itu segera berbaris sementara Asya berjalan dengan lunglai.

Perasaan nya hampa, hambar.

Ia begitu merindukan kehadiran cowok itu, tapi ketika mereka bersama tak ada salah satu di antara mereka yang bicara. Tak ada tawa yang dulu biasanya terdengar di antara mereka. Tak ada usaha Asya untuk membuka percakapan atau usaha cowok itu untuk memancing Asya bicara.

Semuanya berubah, semuanya berbeda.

Bahkan ketika mereka berjalan bersebelahan, walau hanya berbeda 5 cm, terasa sangat jauh sekali. Seakan begitu dekat untuk digapai, padahal apa daya, takkan pernah sampai..



Cirebon, 6 Oktober 2014
Semangat UTS nya ya?


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}