Untold

Kalo bisa jujur aku kangen beberapa bulan yang lalu. Saat tatapan mata itu hangat. Saat kita belum benar benar kenal satu sama lain.

Lalu kita berlari bersama.

Lalu kita selalu berdampingan.

Kupikir akan ada hari dimana kamu akan mengerti apa yang ada di kepalaku. Apa yang aku harapkan. Apa yang aku tunggu.

Kamu bertanya kan kenapa orangnya kamu?

Jangan tanya aku. Aku juga gak tahu.

Yang jelas aku beberapa kali berusaha berhenti. Berhenti saat tahu sikap kamu yang seperti itu. Berhenti saat kita terlalu sering bebeda pendapat. Berhenti saat aku merasa kamu gak lagi butuh aku.

Dan kali ini aku memilih berhenti lagi.

Sadar gak sadar ada hal yang lebih penting daripada sekedar menyukai kamu atau daripada sekedar perasaa  cinta masa SMA.

Kamu gak pernah tahu seberapa sering aku berharap kamu menentukan tujuan akhir kita.

Kamu gak pernah tahu seberapa sering aku menunggu kamu bilang cuman aku yang menunggu kamu paling lama.

Aku gak berniat menunggu. Tapi setelah dihitung sudah setengah tahun dari hari itu.

Kamu tidak semu. Kamu jelas.

Aku tidak semu. Aku jelas.

Tapi kita semu. Kita tidak jelas.

Aku tahu kamu ingin aku pindah. Aku juga tahu diri kalo sekarang saatnya untuk pindah.

Tapi pindah kemana kalau selama ini kita gak pernah kemana mana?

Ini kali ke berapa seperti ini?

Aku hampir membenci diriku sendiri.

Aku memutuskan untuk menutup semua lembaran tentang kamu. Berharap pada akhirnya aku bisa berlari jauh walau entah kemana tujuannya.

Gakpapa. Aku baik baik saja.

Semoga dengan ini kita juga akan baik baik aja ya.

Well... In the name of friendship and everything that we've done I would like to say, dear crush, goodbye. May happiness always around you:)

Hmm..

Jangan lupa makan ya:')



You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}