Arti sahabat?

Pertanyaan ini adalah satu pertanyaan yang selalu ada di kepala gue dan Uti setiap kali we had a chance to talk.

Apa arti sahabat?

Buat gue menyebut seseorang as in your bestfriend is a big deal. Sahabat adalah sesuatu yang punya definisi sangat luas dan dalam. Ada sesuatu yang berharga di dalamnya.

Perjalanan selama 17 tahun ini (or in this case 12-13 tahun belakangan) gue masih belum menemukan arti itu yang sebenarnya.

Dulu, sekitar 3-4 tahun yang lalu, gue adalah orang yang mudah sekali menyebut seseorang yang super deket sama gue sebagai sahabat gue. Tapi seiring dengan berjalannya waktu.. Gue berpikir keras...

Selalu ada dan bersama bukan berarti seorang sahabat.

Kurang lebih 11 tahun yang lalu, saat gue pertama kali bertemu dengan Adella, gue melalui banyak hal. Gue mengalami hal hal konyol dalam persahabatan. Rebutan temen, bete gara gara temen main sama yang lain, ngegeng.

Masa SD gue dihabiskan dengan segala kenaifan bahwa teman teman terdekat gue adalah sahabat dan mereka harus dan berhak tau akan semua cerita gue.

Tapi seiring dengan perjalanan SMP dan gue mulai ditinggalkan serta meninggalkan teman teman lama gue, gue sadar, kehidupan ini bukan negeri dongeng dimana persahabatan semudah itu di dapatkan.

Semua orang akan datang dan pergi.

Tidak ada yang benar benar tinggal.

Selama SMP gue melalui fase mebcari teman sebanyak banyaknya. Dikhianati. Mengkhianati. Diomongin. Ngomongin. Banyak banget....

Dan kehidupan ini kayak roda, apa yang lo lakuin ya apa yang lo dapat. Apa yang lo dapat suatu saat nanti mungkin saja lo lakukan pada yang lain.

Itulah hidup. No one realky stay.

Ada satu, dua, tiga atau lebih yang gue sebut sahabat. Tapi nyatanya kita gak selamanya punya koneksi yang terhubung..

Buat gue sahabat adalah rumah. Rumah dikala lo sepi. Rumah dikala lo takut. Rumah dikala elo diharuskan untuk pulang dan lupa arah.

Sahabat itu siap didatengin dikala sedih. Siap hanya tersenyum dari jauh dikala temennya seneng. Siap jadi rumah buat pulang.

Sahabat itu rumah. No matter what.

Dulu gue selalu berpikir bahwa sahabat gue harus dapetin semua hal yang terbaik tapi seiring dengan berjalannya waktu gue sadar sudah saatnya mereka jalan masing masing dan menentukan hidupnya sendiri..

Tanpa campur andil gue.

Dan gue juga harus siap pada saat dimana gue memutuskan sendiri tanpa ada mereka.

Sahabat itu gak selalu ada. Gak selalu jadi yang pertama. Gak selalu tahu segalanya.

Tapi mereka rumah untuk kembali.

Gue sering dikhianati orang karena terlalu naif. Terlalu baik. Terlalu ngasih segalanya dengan ketulusan.

Ekspektasi kehidupan gue cuma satu, kalo lo mau dibaikin ya lo harus baik sama orang.

Tapi gak semua orang kayak gitu dan satu persatu orang yang gue sebut sahabat mulai mengkhianati gue.

Dan pergi. Atau gue khianati lalu pergi.

Roda berputar.....

Untuk meminimalisir rasa sakit hati gue pun menutup pintu rapat rapat kata sahabat dan menggantinya dengan teman. Teman curhat. Teman main. Teman dekat. Teman eskul.

Dan memberikan kata sahabat pada seseorang yang gue rasa pantas mendapatkannya tanpa gue harus bilang kalo "elo adalah sahabat gue"

Somehow lo bisa deket sama si A dan berubah jadi "yaelah malesin lu" sama orang yang sama dalam seketika.

Dan sahabat tuh bakal kembali seperti biasa walau sampai ke tahap itu.

Gue bukan orang yang sempurna atau punya hidup manis yang bisa diumbar. Gue juga gak sedesperate itu. Gue cukup bahagia akan semua yang orang lihat sebagai hal sederhana.

Orang orang yang mengisi hari hari gue adalah mereka yang merupakan anugerah dalam hidup gue. Baik dalam sisi positif ataupun negatif gue bersyukur.

Walau sampai detik ini gue masih bertanya tanya apa yang sebenarnya dimaksud dengan sahabat....

Siapa sahabat gue.....


Dan kenapa orang orang yang gue percaya mengemban titel itu malah mengkhianati gue?










Mungkin... Inilah yang disebut makna kehidupan. Ada saatnya naik ada saatnya turun. Ada saatnya datang ada saatnya pergi.

Gue harus bisa survive. Gue harus bersyukur;)



You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}