[FLASH FICTION] 1989 Series: Style

Sudah lama tidak menulis...

***

Acara kelulusan kelas 12 hari ini tampak cukup sukses. Nikita menarik nafas lega, ia sangat puas dengan hasil kerjanya bersama teman temannya yang lain. Beberapa orang menyalami Nikita atas photobooth yang merupakan hasil design-nya sangat laris oleh para peserta, panitia dan undangan.

Di antara orang orang yang sedang berkerumun, mata Nikita terus mencari cari. Flash dari kamera DSLR bersahut sahutan di kanan kirinya. Ia bergidik ngeri, ia tidak terlalu suka dengan flash. Lalu tiba tiba matanya menangkap seseorang yang sudah ia cari sejak tadi.

Satria Yudha Restu.

"Iya.. Makasih ya.." Ujar Satria setelah berfoto bersama beberapa teman cewek seangkatannya. Nikita tersenyum sinis.
"Banyak fansnya, nih?" Tanya Nikita sambil  tertawa.
Satria tersenyum kecil, "gak sebanyak kamu, Nik..."
"Eh iya.. Satria.. Boleh foto bareng?" 

Satria mengangguk. "Iya boleh." Satria meraih iPhone Nikita lalu berfoto bersama gadis itu. Entah kenapa dadanya berdegup kencang. Ia lalu tersenyum kecil, "udah tuh Nik...."

Nikita menatap mata Satria. Entah kenapa ia tidak bisa berhenti memandangi mata itu. Nikita tidak boleh seperti ini terus. Dia tidak bisa. Ia tahu kemana akhirnya semua ini. Satria tidak mungkin merasakan hal yang sama dengan dia. Di luar sana masih banyak gadis yang menyukainya, pasti Satria tidak akan melirik Nikita. Tapi....

"Nikita.. Makan es cendol yuk di depan!" Ajak Satria sambil tertawa.
Nikita tersenyum kecil, "ayo.."


I should just tell you to leave cause I
Know exactly where it leads but I
Watch us go round and round each time



Tanpa ia sadari ia sudah jatuh hati terlalu dalam pada Satria.



Cirebon, January 21st 2015
Taylor Swift's 1989 - Track 3
"Eh minta dong es cendolnya.."
"Eh iya? Nih nih.. Cajon kamu bawa ya?" "Iya."

I'm fucking stupid this night


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}