Kesatria dan Bintang Jatuh

Menjelang hari besarmu, kesatria.

Apa kabar?

Aku dengar kamu sedang mencari cinta.

Aku juga sama.

Aku dengar kamu sibuk flirting dengan dia.

Aku juga tahu.

Aku lihat kamu berdiri di balkon itu bersama seorang gadis.

Aku juga lihat.

Aku lihat itu, kesatria. Kamu tersenyum.

Lalu apa yang aku bisa lakukan?

Semuanya penuh kebohongan, kesatria. Setelah aku memutuskan pergi, bahkan ketika mereka semua pikir bintang jatuh-lah yang membuatku tak lagi memikirkanmu, aku tidak kemana mana.

Aku sama sepertimu, kesatria. Aku mulai kehilangan arti mencinta.

Aku tidak mencari ataupun menunggu. Aku hanya berjalan di tempat yang sama.

Lalu saat matamu berulang kali lari saat tertangkap oleh mataku, aku berusaha berpikir bahwa semua itu tidak nyata.

Semua itu hanya kebetulan.
Semua itu hanya... suasana.

Suasana yang membuatmu begitu nyaman untukku. Suasana yang membuatku berkeliling kota mencarikan hal terbaik untukmu. Suasana yang membuat aku mengerahkan segala daya upayaku memasak makanan terbaik dariku.

Aku tidak menyalahkanmu, kesatria. Ataupun semesta. Tidak ada yang salah.
Bahkan bintang yang jatuh pun tidak salah. Ini hanya suasana. Ini hanya momen.
Momen yang terlalu dibawa oleh perasaan.

Perasaan ini menguat bahkan setelah aku sadar aku melupakan kamu. Meninggalkan setiap detik cerita tentang kamu. Memperdulikan orang lain diatas kamu.

Aku tidak jatuh cinta pada semua orang, kesatria. Aku tidak mencintai siapapun selain kamu (yang terakhir kali kutahu). Mereka semua temanku.

Mungkin sikapku yang terlalu peduli pada semua orang membuatmu berpikir aku gadis yang mudah jatuh cinta. Atau saat kau dengar aku menyapa siapapun disekitarku. Atau saat mereka mengajakku bercanda.

Kebaikan dan perasaan adalah hal yang berbeda kesatria. Dan perasaanku (pernah) berada di tempat paling dalam untukmu.

Bintang jatuh, bicaralah pada kesatria. Katakan bahwa dia yang selama ini membuatku menari di atas pena, terjaga di kala senja, tertawa di atas pentas.

Bintang jatuh, bicaralah pada kesatria. Katakan bahwa selama ini aku tak bisa tidur ingat suaranya, tak bisa tenang saat melihat pesannya, tak bisa tenang saat dia pergi.

Bintang jatuh, bicaralah pada kesatria. Katakan bahwa telah kukerahkan seluruh alam semesta ini untuk melupakannya.

Walau pada akhirnya aku selalu terjaga setiap kilasan balik itu datang. Aku benci itu, bintang jatuh. De javu.

Kami sama sama jatuh. Jatuh pada lubang terdalam. Sendirian. Lalu merasa sepi...
Kala aku jatuh cinta padanya, yang kuinginkan hanya segala kebahagiaan berada untuknya.

Karena dialah alasan dari segala kebahagiaanku selama ini.

Jika ternyata bukan aku yang membawa kebahagiaannya, maka aku bersyukur bahwa Tuhan memberikanku kebahagiaan sedahsyatnya.

Dia bukanlah orang baik. Kasar dan dingin. Dia jutek, cuek. Dia mengesalkan. Dia sering membuatku menangis. Tapi dari semua ketidaksempurnaannya, aku bisa melihat kesempurnaan dibalik matanya.

Dia pendongeng istimewa. Dia kesatria-ku.

Jadi, aku sudah tahu kamu mencari cinta. Dan kuharap kamu tahu, akupun mencarinya.
Dan bintang jatuh selalu bilang bahwa cinta akan datang pada saat dimana keikhlasan berada diatas segala-galanya.

Semesta melihatmu. Semesta berpihak padamu.

Kesatria, maafkan aku tak bisa menyesuaikan diri seutuhnya padamu. Bilamana hari nanti kamu menemukan puterimu, izinkan dia menerima cinta paling manis dari seorang kesatria yang tidak percaya cinta.

Bintang jatuh, terimalah pesanku. Katakan pada seluruh negeri bahwa aku siap untuk menerima seseorang. Tak apa bila dia adalah pendekar dan bukan kesatria.

Tak apa.

Karena dari sejuta kesatria yang ada di semesta ini,
Hanya engkaulah wahai kesatria, mahakarya Sang Agung yang tercipta begitu istimewa dengan segala ketidaksempurnaanmu.

Berbahagialah, kesatria...


You may also like

2 comments:

  1. Dan bila saat ini kesatria itu bahagia bersamanya akupun akan bahagia, karena itulah arti cinta tulus seutuhnya, bukan cinta dengan penuh obsesi.
    Biarkan kesatria itu hanya menjadi lembaran memori yang pernah menghiasi hariku dulu. Just somebody that i used to know.
    Bintang jatuh pun memberitahu bahwa di waktu yang tepat seorang pangeran berjiwa kesatria akan datang dengan cinta yang benar benar tulus seutuhnya untukku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapapun kamu.. Terima kasih banyak anonymous:"}

      Delete

Leave me some comment! Thank you, guys:}