Untuk seorang Kesatria

Kesatria... 

Apa kabarmu hari ini?

Kuharap kamu lebih bahagia daripada siapapun yang ada.

Kesatria...

Apa kamu tahu apa yang terjadi?

Banyak. Banyak.

Aku telah melewati banyak hal mempertahankan apa yang sama sekali tak punya alasan kuat untuk dipertahankan.

Mereka pikir aku gila. Aku berlari sendirian.
Mereka pikir aku bodoh. Aku mencari yang tak pasti.

Pasti. Kepastian. Ketidakpastian.

Sejujurnya issue ini yang membuatku muak jatuh hati, kesatria. Setahun yang lalu, tepat bulan ini, aku tidak bersama siapa siapa sampai akhirnya kamu mulai muncul.

Tapi tak apa kesatria, aku tidak menyalahkanmu ataupun semesta.

Kukerahkan seluruh tenagaku untuk berlari. Kuhapuskan semua perasaanku untuk pindah hati.

Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Tapi apakah tidak terlalu naif jika kita memperjuangkan apa yang tidak ada kepastiannya?

Berbahagialah, kesatria...
Sebahagia aku saat kamu hadir.

Kamu gak pernah tahu bahwa senyummu adalah salah satu penceria hati seseorang.

Kamu juga gak pernah sadar bahwa ada seseorang yang akan terluka jika senyum itu menghilang.

Di luar hujan kesatria.. Bintang jatuh menyukainya.. Bagaimana dengan kamu?

Kuharap kamu berbahagia hari ini, esok, lusa dan selamanya.

Kututup segala pintu di hati ini dan kubebaskan perasaan ini terbang pergi. Biarlah aku sendiri saja yang menahan hati.

Kamu harus bahagia, kesatria.

Kita berdua sama sama sedang mencari cinta dan semoga saja kita berdua mendapatkan kebahagiaan kita.

Aku sangat bersyukur bisa bertemu kamu, kesatria.

Sekarang.. Kupasrahkan diriku. Biarlah takdir yang menentukan. Biarlah semesta yang menggerakkan.

Kesatria.. Percayalah.. Cinta itu nyata.

Kesatria...

Terima kasih sudah pernah hadir.

Kesatria...

Maafkan aku untuk tidak bisa menjadi apa yang kamu mau.

Kesatria...

Berbahagialah.. Jadilah orang paling bahagia..

Kesatria...







Aku pamit ya?


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}