Andai Kesatria membaca....

Untuk pertama kalinya aku sangat berharap seseorang membaca semua tulisanku untuk dirinya.

Kadang aku hanya bisa tersenyum kecil sambil mendengarkan setiap laguku dan memandang langit dari balkon favoritku. Tempat yang paling aku suka dibagian sekolah.

Dari sana aku bisa melihat langit yang tersenyum, muram ataupun menangis. Sekelebat cahaya tampak datang dan pergi setiap paginya. Hilang ketika awan mulai hitam dan berganti turun hujan.

Lama lama aku gak suka hujan lagi, kesatria...

Hujan hanya membuat semua perasaanku bercampur aduk menjadi sebuah kebenaran yang harusnya tidak aku rasakan. Sementara kecerahan langit dan alunan musik yang merdu akan membuat diriku terbang bebas melupakan kamu.

Tidak apa Kesatria... Tidak apa...

Jika kamu gak pernah suka aku menyukai hal yang sama denganmu. Jika kamu gak pernah suka lihat sikapku.

Tidak apa...

Toh akupun sudah bilang bahwa aku juga tidak menyukai kamu. Iya kan?

Ku kerahkan semesta alam ini supaya kita bisa kembali normal tapi tampaknya kamu selalu menganggap setiap langkahku selalu sama, masih menyimpan rasa yang ada...

Orang orang mulai membenciku karena tidak melupakan kamu. Tapi mereka tidak pernah tahu seberapa aku berusaha melupakan kamu.

Perasaan ini mulai hilang kesatria... Sisanya tetap kusimpan sebagai penyemangatku menulis.

Kamu gak pernah tahu kan dirimulah yang membuat seorang gadis berubah?

Membuat dirinya lebih sabar, berusaha melakukan semuanya sendiri, berusaha menjadi yang terbaik...

Orang bilang penulis jatuh cinta pada seseorang yang akan ia tuliskan ceritanya dan kamu adalah salah satunya, pendongenku..

Tak apa jika pada akhirnya bukan ceritaku yang kamu baca. Tapi lihat seberapa aku berusaha mengembalikan perasaan ini ke jalannya supaya ia bisa kembali.

Takkan ada yang mengerti bahwa aku sudah berusaha dan lama kelamaan semuanya berhasil.

Aku selalu berpikir lebih. Tapi semua itu tidak mungkin..



Karena semestaku dan semestamu berbeda.







Jadi aku pun menatap langit, mencari bintang jatuh dan berpamitan padanya...




Lalu aku pergi, aku lari....










Aku tidak mau merindukan kesatriaku lagi.


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}