[FLASH FICTION] 1989 Series: I Know Places

Do you ever do this, you think back on all the times you've had with someone and you just replay it in your head over and over again and you look for those first signs of trouble?
-Tom, 500 Days of Summer

***

Nikita berhenti melihat ke arah pintu ketika dirinya menyadari Satria menatapnya dari sudut ruangan. Mata Nikita tidak mau nyambut Satria, tapi senggolan Dimas membuat dirinya harus menoleh ke arah Satria berada.

Mata mereka bertemu beberapa saat lalu matanya berlari. Dia melempar pandang.

"Nik, kayaknya Satria pengen ngomong sesuatu deh.." Ujar Dimas sambil mengacak acak rambutnya. Nikita merengutkan dahinya lalu menggeleng.
"Apaan deh, Dim.. Gak pernah lagi dia ngomong sama gue.."
Dimas menaikkan kedua alisnya, "kalian tuh lucu.. Punya koneksi tanpa komunikasi. Tapi saling curi pandang." Gerutu Dimas agak kesal. Nikita memutar bola matanya lalu kembali konsentrasi dengan kertas kertas pekerjaannya.

Namun dirinya tidak bisa benar benar konsentrasi. Matanya berlari mencari Satria. Ia menatap Satria sembunyi sembunyi sambil tersenyum kecil.

You stand with a hand on my waist line
Good to see that we're out here in plain sight
I can hear them whisper as we pass by
It's a bad sign, bad sign


Tiba-tiba mata Satria menemui mata Nikita lalu mereka berdua sama sama menghindar. Nikita menggerutu kesal. Ia melihat ke sekelilingnya untuk memastikan tidak ada yang memperhatikan kejadian tadi.

Tapi Dimas dan Natasha tidak pernah berhenti membuat Nikita merasa penasaran akan Satria. Mereka berdua saling bertatapan lalu menertawakan Nikita. Nikita menggerutu lagi. Seakan ada hal yang Dimas dan Natasha tahu tentang Satria tapi Nikita tidak pernah tahu. Hal itu yang mungkin membuat Nikita tidak bisa benar benar lari.

Mata Satria lagi lagi menatap Nikita. Kali ini Nikita tidak membiarkannya pergi.

Baby I know places we won't be found
and they'll be chasing their tails tryin' to track us down
'Cause I, I know places we can hide...
I know places..

"Kak Niki, ada yang nyariin Kakak.. Penting katanya, Kak. Masalah tempat Graduation." Ujar seorang anak OSIS kelas X yang menghampiri Nikita. Ia menatap gadis itu lalu berjalan menuju arah yang ditunjukkan sembari tidak memperhatikan orang orang.

Tapi Nikita berjalan tanpa melihat jalan. Seluruh ruangan tiba tiba ricuh karena teriakan Dimas yang cukup keras dan disambut oleh Natasha. Nikita mengigit bibirnya, ia tidak berani mengadah ke atas ketika menyadari di depannya ada seseorang dengan tubuh tinggi menjulang barusan bertabrakan dengannya.

"Cieee Satria sama Niki!!!"


Ia segera mengalihkan perhatiannya dan berlari ke orang yang menunggunya. Jantungnya berdegup kencang, pipinya memerah. Kepalanya penuh dengan suara suara sumbang. Masa sih dia masih saja bertahan pada sebuah ketidakpastian?

Love's a fragile little flame, it could burn out...
It could burn out....



Cirebon, February 2nd 2015
Taylor Swift's 1989 - Track 12
I shoulda run..


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}