We Are Liars chapter 4

"The wrong is past. You must let it rest where it lies."
-Amity Manifesto: Forgiveness
The Divergent Series, Veronica Roth

***



RAMADHANA ILHAM SATRIA'S POV

"Jadi kamu pacaran sama Aurora?" Tanya Saras ketika kami berdua kebetulan sama sama terjebak hujan di halte depan sekolah. Aku menelan ludah dan berusaha tetap tenang walau sebenarnya aku tidak yakin bisa tetap tenang.

Saras memandangku dalam dalam sementara aku terus melarikan pandanganku kemana mana. "Kamu serius sama Aurora?" Tanyanya lagi.

Hati kecilku menjerit ingin berkata sejujurnya tapi kepalaku menolaknya. Sudah sebulan aku pacaran dengan Aurora dan seharusnya aku sudah bahagia.

Seharusnya.

"Kamu jawab aku dong, Ham..."
Aku mengangguk kecil, "masa iya aku cuman main main sama Aurora sih, Ras? Gak usah ngaco."

Saras tertawa, "ya barangkali kamu cuman berusaha pengen tetep terlihat menang setelah aku udah jadian sama Haekal...."

"Should I care?" Tanyaku agak kesal. Saras tampaknya kaget dengan jawabanku.
"You shouldnt forget me this fast.." Ujarnya agak kecewa.

Aku tersenyum lebar, "toh kamu sendiri sudah punya pacar Ras! Jadi buat apa aku mengharapkan kamu?"
"Tapi... Kenapa kamu terlihat tidak bahagia, Ham?"

Aku terdiam. Skakmat, Ham. She still knows you best. More than anyone.

***

Saras membuatku kehilangan akal sehat. Aku cemburu melihatnya sudah memiliki orang baru. Aku tidak suka Saras bersama yang lain selain aku.

Ketika melihat Aurora, aku merasa dia bisa membuatku lupa akan Saras. Tapi seorang Aurora saja tidak cukup untukku.

Aku sudah berusaha keras untuk menyayanginya. Aku sudah bersugesti untuk nyaman dengannya. Tapi lama kelamaan aku takut apa yang Saras bilang itu benar...

Apa aku benar benar tidak bahagia dengan Aurora? Lalu untuk apa kami bersama?

***

Hari ini aku menghabiskan hariku bersama Aurora lagi. Kali ini rasanya semakin hambar.

Aku mencoba menggapai jemarinya dan menghangatkan diri selama film diputarkan. Tapi rasanya seperti asing dan lain...

Orang bilang jika kita punya pacar, kita akan melupakan segala kesedihan dan masa lalu kita. Tapi kenapa bersama Aurora aku malah tidak merasa bahagia?

Seakan bersamanya adalah sebuah kesalahan, aku pun mulai mempertanyakan diriku. Apa aku benar benar jatuh cinta padanya?

***

AURORA ADHIWINATA'S POV

"Ham.. Kamu sayang sama aku?" Tanyaku dengan sekuat tenaga. Kuputuskan bertanya begitu karena aku sudah lelah dengan cemooh orang tentang aku dan Ilham.

Orang orang bisa merasakan ada hal yang mengganjal diantara aku dan Ilham. Aku sendiri tidak mengerti kenapa hal itu terjadi.

Ilham sangatlah baik dan manis. Dia penuh kejutan dan selalu berusaha membuatku tersenyum. Tapi tetap saja dia bukan Rahadian Dwi Alvin...

Aku tidak bisa melarikan mataku setiap melihat Alvin memainkan gitarnya di pinggir lapangan. Alvin selalu memikat dan manis, bahkan setelah ia berpacaran dengan Linda, anak kelas 2.

Aku semakin menyadari. Setiap saat aku berusaha mencintai Ilham, semakin aku tidak bisa melupakan Alvin. Apa yang sebenarnya aku dan Ilham lakukan?

Jika Ilham tau aku tidak bisa melupakan Alvin, dia pasti sangat kecewa.

Ilham tersenyum kecil, "kok kamu nanya gitu?"

"Hmm.." aku menghela nafas, "kita serius kan?"

Mata Ilham agaknya menunjukkan keraguannya. Aku tahu Ilham masih ragu denganku. Lalu kenapa kita mempertahankan ini?

"Aku sayang kamu seperti kamu sayang aku..." ujarnya. 

Aku meringis. Bila itu yang terjadi, berarti kamu berusaha menyayangiku walau sebenarnya orang lain yang ada di hatimu?

Aku mengigit bibir, "terima kasih.."

"Tapi, Neng..."
Aku menoleh, "apa Ham?"
"Iam mau nanya... Kamu.... Udah lupain Alvin, kan?"

Jantungku berdebar lebih kencang. Mataku berlari kesana kesini. Ya Tuhan, aku tidak ingin menyakiti Ilham. Apa yang harus aku lakukan? Ilham pasti sudah berusaha untuk membahagiakanku.

Bila aku berbohong, hubungan ini akan menjadi sebuah kebohongan kan? Tapi aku tidak mau Ilham sedih...

Akhirnya aku menelan ludah lalu tersenyum kecil, "already.." desahku sambil berharap Ilham percaya kebohonganku.


To be continued..

***

By : Rizki Rahmadania P
March 19th, 2015


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}