Since You've Been Gone chapter 5

Semakin kamu mencintai, semakin kamu takut kehilangan.

***


"Kamu udah shalat, Ay?" Tanya Jessi sembari membereskan buku buku yang berserakan di meja belajar Refal. Refal melipat sarungnya lalu mengangguk kecil, "udah kok, Ay.."

"Bagus deh! Oh iya bentar lagi Christmas... Aku harus sering ke Gereja, ada acara acara gitu. Kayak biasa aja..." Kata Jessi sambil tertawa kecil. Refal mengangguk namun pikirannya berlari kemana mana. Jessi terus bercerita tentang rencananya di hari Natal sedangkan Refal mulai berpikir keras.

Sudah hampir 5 tahun ia dan Jessi bersama sama. Sudah banyak hal yang mereka lalui. Mulai dari bertengkar kecil sampai masalah dengan orang tua. Refal dan Jessi mampu melewati segalanya. Tapi kali ini ia mulai berpikir, mau dibawa kemana hubungan mereka?

"Refal.. Jessi tau Refal gak ngedengerin dari tadi." Gerutu Jessi agak mengambek. Refal tertawa kecil lalu membuyarkan lamunannya sendiri.
"Refal dengerin kok. Besok mau aku anter ke Gereja?" Tanyanya halus.
Jessi mengangguk, "kamu mikirin apa sih, Ay?"

Refal menghela nafas, "enggak...."
"Kamu gak bisa bohong sama aku." Sergah Jessi sambil bangkit dari duduknya. Refal menghela nafas, "aku memikirkan sesuatu yang sebenarnya gak perlu dipikirin sekarang...."

Jessi tersenyum kecil, seakan mengerti apa yang Refal pikirkan. Ia berjalan menuju kekasihnya lalu mengecup bibir Refal. "Apapun yang terjadi ke depannya, jalanin aja dulu. Yang penting aku sayang kamu, kamu sayang aku."

***

Refal mengobrak abrik memori lamanya. Ketika ia bertengkar dengan orang tuanya saat keduanya mengetahui bahwa Jessica Alesia bukanlah seorang Muslim. Refal masih ingat bagaimana ia selalu merasa keringat dingin setiap Bundanya bertanya kenapa Jessi tidak ikut shalat berjamaah di rumah. Ia terus berbohong setiap Ayah mencoba menasehati Refal untuk membujuk Jessi berhijab.

Refal tidak habis pikir kenapa perasaan ini terus menerus membuatnya semakin tidak berdaya sementara dulu perbedaan inilah yang membuat dirinya dan Jessi terus bertahan. Refal tidak ingin Jessi bersama Jason tapi ia juga tidak bisa memperjuangkan Jessi kembali.

Di samping Jessi sendiri yang memutuskan hubungan ini, Refal sudah melihat tidak ada masa depan untuk mereka berdua. Salah satu di antara mereka harus pindah Agama dan Refal yakin baik dirinya maupun Jessi tidak akan menyukai pilihan itu. Tuhan mereka berdua jauh lebih penting daripada perasaan cinta yang tumbuh di antara satu sama lain.

Namun sampai detik ini, di setiap doa Refal ia masih terus bertanya tanya. Mengapa dirinya dan Jessi diberi perasaan cinta berlebih jika akhirnya mereka tidak punya jalan kemana mana?

***

"Sebentar lagi hari kelulusan, Jes... Elo mau kemana?" Tanya Reva saat keluar dari kelas Bahasa Inggris bersama Jessi dan Jason. Seharusnya ada Refal disini tapi ia memilih menghindari kelas Bahasa Inggris dengan alasan sakit.

Jessi tersenyum, "gue bingung gimana harus ceritanya.."
"Cerita aja, Jes.. Reva harus tau." Sahut Jason yang langsung disambut oleh pandangan heran dari Reva. Jessi tertawa.
"Gue dan Refal punya tujuan yang sama, kita mau kuliah di Australia. Tapi gue gak yakin disaat seperti ini, gue akan tetap memilih tempat itu sedangkan udah gak ada Refal lagi.."
Reva mendegus pelan, "elo sendiri yang memilih untuk menghilangkan Refal dari samping elo."
"Karena gue dan Refal gak punya masa depan, Va.. Gue juga ngerasa Refal udah berpikir hal yang sama. Tapi salah satu diantara kami gak ada yang mau berhenti. Jadi guelah yang berkorban menghentikan semua ini." Kata Jessi dengan suara lemas.

Reva terdiam mengingat perbedaan Agama di antara keduanya. Ia hanya tersenyum, "tapi pasti ada jalan lain selain pisah tanpa alasan yang jelas.. Elo gak tahu kan gimana terpuruknya Refal?"

"Kalo lo terus bicara tentang Refal, lo gak pernah tahu gimana rasa sakitnya gue ninggalin dia. Coba lo bayangin, gimana rasanya saat lo lagi sayang sayangnya, lo malah harus ninggalin dia karena alasan yang emang gak ada titik temunya? Apa yang bisa lo perjuangin kalo keadaannya udah menyangkut prinsip, Agama dan orang tua?" Tanya Jessi sambil menangis terisak lalu meninggalkan Reva dan Jason.

Jason menghela nafas, "dia masih sulit ngelupain Refal."

***

"Coba deh lo cari cewek baru, Fal..." Ujar Reva sambil tertawa kecil. Refal menoleh lalu melemparkan bantal ke arah sahabatnya itu.

"Suka ngarang lo, Rev! Susah tau cari cewek!" Seru Refal kesal.
Reva mendengus pelan, "elonya aja males usaha.. Ntar keburu basi."
"Gue gak tertarik sama cewek lagi, Rev.."
"Ya ampun, Refal Aryasatyo... Masa gara gara putus aja lo udah gak suka sama cewek lagi?"
"Ya abis cewek kayak gitu, buangin waktu!"
"Hmm.. Kalo enggak lo coba cari cewek deh, apa kek, kenal orang baru kek.. Jangan gini mulu."
Refal mengangguk, "iya deh. Tapi gue males kalo ceweknya minta pacaran."

Reva tertawa, "emang segitunya lo kapok pacaran?"
"Abis buat apa sih pacaran tapi ujung ujungna pisah juga? Kan males."

"Kadang cinta dipertemukan untuk dipisahkan lagi, Fal..."


To be continued...

***

By: Rizki Rahmadania Putri
April 1st, 2014




You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}