Setahun Dari Hari Ini....

Enam tahun yang lalu, di tanggal yang sama, gue putus sama pacar pertama gue. Enam tahun yang lalu gue berpikir itu adalah hal yang sangat tragis; saat di mana gue begitu sayang sama dia setelah setahun kita bareng, orang yang berhasil membuat gue luluh setelah pantang menyerah memperjuangkan atlet paling keren di sekolah dan berakhir nothing.

Enam tahun yang lalu mungkin gue berpikir gue akan sulit menjalani hari hari ke depannya tanpa si dia yang sering kita sebut sebagai Romeo di sini. Tapi ternyata di tahun berikutnya, 2 tahun berikutnya, 4 tahun berikutnya sampai sekarang 6 tahun setelah hari itu semuanya baik baik saja. Bahkan gue dan Romeo punya kehidupan masing masing yang cukup baik sekarang.


***

Empat tahun yang lalu, di tanggal yang sama, gue sudah menjabat jadi ketua OSIS SMP. Pada saat itu gue ngerasa gak nyagka, kaget dan takut akan amanah yang besar itu. Banyak hujatan sekaligus menyepelekan kinerja gue dan jajaran OSIS gue -beserta kedua wakil gue yang hebat, Ridho & Amin. Gue takut.

Empat tahun yang lalu gue takut untuk melewati semuanya. Tapi pada akhirnya gue bisa berjuang dan membimbing anak anak OSIS gue menghasilkan karyanya masing masing. Proker dari 10 sekbid semuanya terlaksana. Pensi terbesar sepanjang cerita SPENSA juga ada di tangan kepanitiaan OSIS angkatan gue. Hal yang gak terduga ternyata bisa terjadi saat pengharapan bukan satu satunya yang di elu elukan, namun kerja keras yang membuatnya jadi nyata. 

Dua tahun setelahnya gue masuk SMA. Dan tahun ini, gue baru saja keluar dari ruang pertemuan SMPN 1 Cirebon. Memberi beberapa wejangan kecil tentang hidup untuk para calon Ketua OSIS. Rasanya aneh. Tapi itu nyata.

***

Dua tahun yang lalu, di tanggal yang sama, gue lagi sibuk sibuknya jadi anak baru di SMA. Gue ngerasa semuanya sulit namun menyenangkan. Gue merasakan patah hati, kehilangan teman, berusaha survive di tengah tengah orang asing...

Tapi 3 bulan, 6 bulan, satu tahun bahkan dua tahun dari November 2013 itu, gue bisa melewatinya dengan baik. Gue bisa jadi gue yang tegar dan berbeda dengan gue yang dulu. Gue bisa survive masa SMA gue.

***

Hari ini, 4 November 2015.

Seharusnya gue pergi les GO, tapi gue memilih ketemu sama anak Jaffles. Sekarang gue sedang berusaha membangkitkan semangat juang gue dan mereka cukup bisa membuat gue terpacu.

Maaf sih mukanya Ghorbynya jelek banget.

Obrolan sore ini di gazebo rumah gue cukup menarik; mau kuliah di mana?

Kedengarannya klasik untuk anak kelas 12 seperti kami, tapi rasanya tetap membuat degdegan dan masih jadi perbincangan paling hangat. Semuanya punya impian, semuanya punya tujuan.

Tapi lucunya saat mereka punya tujuannya masing masing, sejujurnya gue pengen berhenti dan membeku di saat SMA ini. Walau gue benci dengan High School Dramas dan segudang mean girls yang kadang mengganggu mood gue, gue suka dengan segala kepastian di SMA. Di mana pasti gue harus bersama teman teman gue, berseragam, sibuk ekskul, les bimbel dan lain lainnya. Gue pasti harus naik kelas dan pasti bareng bareng temen temen gue, belum mikirin tanggung jawab lebih besar, belum mikirin jodoh yang sebenarnya.....

Sore ini gue baru tahu kalo kedua sahabat gue merebut salah satu mimpi kecil gue. Gue sempat ingin jadi seorang dokter saat mereka gak melirik dokter sama sekali. Tapi Ridho tiba tiba sangat fokus dengan FK Unpad sementara gue baru tahu Gestu naksir FK Unsoed. Mereka sudah berjuang masing masing, sementara gue....

Gue sendiri bingung. Gue bingung bukan main.

Ketika semua anak Jaffles bilang "udah sastra tuh cocok banget buat Titi" sementara gue gak tahu apa yang sebenarnya gue mau. Sejujurnya gue aja belum mulai belajar buat UN, apalagi SBM.

Gue.. Gue pengen SMA ini membeku. But I realize high school wont lasts forever.

Jadi ketika gue melihat ke sekeliling SPENSA sebelum pulang, gue berkata pada sahabat sahabat gue...

"Jaw.. Fles.. Tahun depan waktu kita balik ke sini lagi, bukan seragam ini yang kita pakai. Kita sudah jadi mahasiswa."

Sama seperti tulisan ini. Setahun dari sekarang saat gue buka draft blog gue, tulisan ini akan mengingatkan gue betapa gue bimbang memilih jalan dan pada akhirnya gue menemukan apa yang gue inginkan. 

Setelah ngobrol sore ini sama mereka, gue jadi semangat untuk menyusun perbekalan perang. Gue sudah menghapus yang tidak perlu dan mempertahankan apa yang patut dipertahankan. Gue gak akan lagi goyah ketika mendengar omongan sinting dari orang orang tentang karya gue atau fisik gue yang menurut mereka gak cantik sama sekali. Gue gak akan lagi goyah ketika masalah hati datang cuman buat ngerusak mood belajar gue.

Gue harus fokus. Gue harus tunjukkan pada diri gue sekarang; setahun dari hari ini, gue akan jadi orang yang sangat merasa bahagia dan beruntung karena bisa kuliah dari hasil perjuangan gue dan sesuai keinginan gue.



Setahun dari hari ini, gue janji Alicers, gue akan bikin kalian semua bangga.




Terima kasih Rajawali & Rafflesia:)


You may also like

2 comments:

  1. kalau gue, sebagai anak kelas 12, lebih horror ditanya kuliah di jurusan apa ketimbang mau kuliah dimana. maklum, masih labil jurusan. walaupun pada akhirnya udah melabuhkan hati di HI. kayaknya di hidup lo banyak amat hal menari yang terjadi di tanggal 4 november...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk jurusan malah gue udah pasti kak... Hihihi iya nih, selalu ada sejarahnya:"}

      Delete

Leave me some comment! Thank you, guys:}