Cerita Sebelum Fajar: Gelisah

Akhir akhir ini gue ambil banyak pekerjaan yang mampir padahal gue lagi sibuk banget -atau tepatnya, seharusnya gue sibuk. Sibuk belajar, sibuk mempersiapkan buat UN. But you guys really know, kemarin gue bener bener kacau, dan sampai sekarang juga masih kacau.

Gue sengaja ambil kerjaan yang deadlinenya gak jauh jauh dan sebelum US mulai karena gue pengen sibukin kepala gue dengan pikiran lain. Jadi fokus gue cuman belajar dan kerja, gue gak perlu mikirin lain lain lagi.

Satu lagi yang bikin gue kacau adalah medsos beserta overthinking yang mengikutinya. It kills, even gue salat sangat penuh bahkan yang sunnahnya pun gue lakukan, hati gue semakin kacau.

Lalu pagi ini gue nyalain rekaman surat Ya-Sin di handphone gue sambil ngerjain tugas praktek Kimia. Hatinya terasa berat seperti ingin melepaskan sesuatu tapi gak bisa. But atleast, gue seperti menemukan harapan. Gue percaya Allah pasti ada untuk menolong gue.

Allah pasti ada... Allah gak akan kemana mana..

Jadi untuk segala hal yang gak bisa gue katakan, atau kesalahan yang gue perbuat, atau sakit hati karena banyak yang jahat sama gue.. Gue harus bisa fokus sama apa yang ada di depan mata gue. Gue harus tegar. Allah ada. Allah pasti denger doa doa gue.

Allah itu gak tidur. Apa yang gue mau gak dikasih sekarang bukan karena Ia jahat atau gak sayang. But I believe, Allah has something special for me...

I believe it.



You may also like

3 comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}