Surat Untuk Ramadhan.. (18 years old)



Dear Ramadhan..

Kali ini aku tahu aku gak pantas bilang selamat tinggal padamu. Aku terlalu sibuk pada urusan hati dan duniawi sampai kadang aku lupa sedang berada dalam bulan nan suci. Orang bisa bilang aku telah menyia-nyiakanmu. Mereka benar, aku tidak akan mengelak. Tapi demi Allah, Ramadhan kali ini sangat menamparku..

Ini kali pertamanya aku bekerja. Ini kali pertamanya aku tidak lagi menjadi seorang siswa. Ini kali pertamanya aku harus kehilangan orang jauh lebih banyak dari saat lulus SD dan SMP. Ini kali pertamanya aku tahu tentang magisnya waktu.

Waktu yang gak akan balik lagi, waktu yang gak bisa dibeli, waktu yang harusnya kita hargai.

Aku baru keluar dari studio radio saat kudengar takbir berkumandang diikuti oleh suara kembang api. Ku tatap langit yang tampak cantik warna warni. Aku tersenyum tapi aku menangis. Aku kehilangan waktuku, tapi aku belajar banyak dari 30 hari bersamamu.

Aku tahu harus bagaimana aku nantinya ketika berkuliah, bagaimana melepaskan orang yang aku sayangi, bagaimana jadi dewasa, bagaimana memanfaatkan kesempatan yang ada.. Aku percaya, Ramadhan selalu membawa berkahnya untukku.

Banyak yang bergunjing, banyak yang memuji...

Orang berbondong-bondong memintaku berhijab.. Mencemooh karyaku.. Membuatku melambung karena mendengar siaranku.. Mematahkan hatiku.. Memusnahkan harapanku.. Banyak yang terjadi..

Tapi kali ini kau menyadarkanku, Ramadhan..

Arti betapa pentingnya waktu dan betapa berartinya menjadi diri sendiri.

Aku gak akan lagi melakukan sesuatu demi kebahagiaan orang lain jika aku tidak ikhlas menjalankannya. Aku gak akan lagi membuat diriku sengsara. Aku gak akan lagi menyia-nyiakan waktuku dengan orang orang yang aku sayangi.

Aku telah merelakan orang orang pergi meninggalkanku. Aku telah menyelesaikan segala urusanku. Aku gak mau terjebak disini lagi. Ini Ramadhanku yang terakhir di Cirebon, tapi barakallah... Sangat membahagiakan.

Aku menemukan keajaiban dari lantunan ayat ayat suci Al-Quran. Pagi itu hatiku gelisah bukan main, sudah 3 hari aku tidak bisa tidur. Namun tatkala aku mendengarkan surat Ar-Rahman.. Seketika aku sadar...

Bahwa aku harus berbuat kebaikan.. Menebarkan kebaikan.. Karena setiap kebaikan akan mendatangkan kebaikan-kebaikan lainnya; slowly and then all at once.


Wahai Ramadhan...

Mari bertemu lagi tahun depan, akan aku ceritakan kisah yang jauh lebih baik daripada hari ini. Maafkan aku, maafkan aku...


Dan terima kasih.. Terima kasih telah menamparku. Insya Allah, aku siap meninggalkan Cirebon dengan lapang dada. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.. Selamat hari lebaran!:}




You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}