Question of The Week: Kenapa mencintai seseorang itu bisa menyakitkan?

Hal yang paling menyakitkan buat gue bukan hanya ketika gue menyayangi orang yang gak menyayangi gue, tapi ketika gue gak bisa menyayanginya karena beberapa alasan tertentu.

Gue pernah dalam fase dimana gue gak bisa menyayangi orang tersebut karena kita beda agama. Terlepas dari segala macam aspek lain yang membuat dia terlalu jahat untuk gue sayangi, tapi fokus gue adalah ketika gue sayang sama orang tapi gak bisa mengutarakannya. Gue gak bisa menunjukkannya karena kami beda agama, gak bisa dibawa kemana mana. Jadi semakin gue sayang sama dia, semakin gue bilang gakpapa kok gak bisa bareng bareng juga, semakin gue nyakitin diri gue. Dan semakin gue juga nyakitin dia;)

Atau gue pernah dalam fase dimana gue gak tahu harus gimana menjalankan sebuah hubungan. Ya gue apresiasi saja segala perhatian dan sayang dia ke gue, tanpa gue bisa memaknai perasaan itu dengan hati. Gue melakukan itu semua karena gue tahu gimana rasanya gak dibalas perasaannya oleh orang yang disayang, tapi belakangan gue malah menyakiti diri gue sendiri yang imbasnya akan terkena pada si orang tersebut.

Dan yang paling mainstreamnya adalah ketika gue sayang sama orang dan orang itu gak bisa sayang sama gue karena dia sahabat gue, BOOMS! HAHAHA Just A Friend To You dari Meghan Trainor gue putarkan yaa buat Londoners.. #eh

Nah dari semua cerita gue di atas, bisa dilihat bahwa sakit yang gue rasakan adalah ketika gue punya tujuan dan tujuan itu gak bisa gue wujudkan karena satu dan lain hal.

Lalu kenapa mencintai seseorang itu bisa menyakitkan?

Karena ketika kita punya perasaan, kita mulai berharap dan menimbulkan ekspektasi. Jadi ketika ekspektasi dan harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan.. Pufff.. Hati mana yang gak patah berkeping-keping?

Kalo elo gak mau sakit hati ketika mencintai seseorang, cobalah mencintai seseorang dengan sangat tulus. Kayak Raka mencintai Pevita di Regrets and Revenge. Mau gimanapun Pevita ngejer ngejer Biru, Raka nungguin, setia, gak banyak ngomong, gak banyak nuntut. Jadi dia gak sakit hati juga;)

Kalo dari awal lo sayang sama orang terus goals lo buat jadian sama dia atau tetep bareng bareng dia, yang ada semakin dia berubah atau ngejauh, semakin lo sakit hati dan susah lupain dia. Ini yang gue bilang pas salah-satu-cowo-yang-sempat-dekat-dengan-gue (statusnya panjang bener ya) berubah dengan alasan biar gue lupain dia...

Lah makin disakitin makin gak lupa:{

"Menyayangi kamu itu tujuannya buat liat kamu bahagia. Tapi liat kamu ngejauh, sok jutek, lupain aku.. Ini bukan cuman tentang perasaanku doang, ini perasaan kamu juga. Kamu gak nyaman kan harus melakukan itu? Yaudahlah, balik lagi aja kayak dulu. Karena semakin kamu begitu, semakin aku sakit karena kamu."

Hehehe, gue tuh kalo ngomong emang agak agak gak mikir sih kalo ke cowok cowok yang seperti ini;) WKWKWK.

Jadi Alicers... kalo mau mencintai tapi gak sakit hati, ya jangan berekspektasi.


Terima kasih buat kamu yang sudah bertanya HAHA. Ayo, siapalagi?! Dm instagramku yaaa rizkirahmadania atau e-mail aku di rizkirahmadania@yahoo.com hihi. SELAMAT KERJA KERAS MENUJU PAC!! YEAYYY!

Ps: Kemarin seseorang bilang "kalo udah nyakitin, kenapa masih dikejar kejar?" mungkin jawabannya adalah "karena biasanya yang brengsek yang malah bikin susah lupa." HAHAHAHA. Gak, gue cuman mencoba menjawab;))




You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}