[FLASH FICTION] Siapa yang Menyakiti Siapa?

Pintu ruangan meeting ditutup perlahan-lahan oleh Kezia. Sembari menahan tawa, ia duduk di salah satu kursi dan membuka laptopnya. Kezia tidak habis pikir tentang apa yang tadi ia lihat. Menurutnya kali ini Keenan jelas jelas mencoba membalas apa yang Kezia lakukan.

"What are we fighting for?
Seems like we're doing just for fun..."

Lagu Rockbottom tiba-tiba mengalun di kepala Kezia dan ia tidak bisa menahan tawa lagi. Kezia tahu hubungannya dan Keenan memang memburuk akhir-akhir ini. Ia sadar betul bahwa ialah dalang dari semuanya -Kezia membuat Keenan marah besar akibat pilihannya untuk tidak datang ke acara makan keluarga Keenan. Menurut Kezia, itu adalah pilihan yang terbaik didasari oleh hubungan mereka yang baru mulai dan Keenan memberikan kebebasan untuknya. Kezia butuh tahu Keenan seutuhnya sebelum masuk ke ranah keluarga karena Kezia tidak mau salah lagi.

Tapi hal tersebut membuat Keenan marah karena ia merasa dirinya tidak dihargai. Kezia mengaku ia salah, tapi untuk diam berminggu-minggu apalagi mereka bekerja di departemen yang sama bukanlah pilihan yang baik. Kezia sudah mencoba untuk meluluhkan hati Keenan, namun  semakin ia berusaha, semakin ia merasa bahwa Keenan menjadi jauh.

Dan beberapa hari yang lalu Keenan seakan akan menabuhkan genderang perang; Keenan pergi bersama cewek lain selepas Kezia pergi juga dengan cowok lain. Kezia pikir hal itu hanya kebetulan semata. Ia tidak mau punya pikiran yang jauh, ia tidak mau berpikir bahwa Keenan begitu kekanak-anakan. Sampai akhirnya Kezia mencoba trik lain di mana pagi ini ia baru menemukan jawabannya.

Pagi ini sebelum memasuki ruang meeting, Fariz, sahabat lama Kezia menelponnya. Kezia mengangkat telpon itu saat mereka sedang sarapan pagi di sebuah pojok ruang makan yang disediakan oleh Kantor. Disitu, Keenan sedang berdiri tepat di hadapan Kezia saat cewek itu mengangkat telpon dari Fariz. Kezia beberapa kali tertawa kecil sampai akhirnya ia bicara, "oh malem minggu ini gue kosong kok. Lo ke Apartemen gue aja, kita ke Cafe kecil di Lobby. We'll have fun, really."

Dan tiba-tiba suara laki-laki cukup lantang terdengar berkata dengan menggebu-gebu, "Ayesha, malem minggu ini kita makan di Sushi Tei, yuk! Gue ngidam nih."
Kezia langsung memutarkan bola matanya, ini masih hari Kamis, kenapa harus malam minggu juga? Ia sempat tertegun sampai akhirnya Fariz dari sebrang sana memutuskan sambungan telpon mereka karena ada pekerjaan kantor yang menunggu.

Salma, teman kerjanya yang duduk disamping Kezia tertawa kecil, "itu siapa lo? Mau ngedate ya?"
"Hahaha.." Kezia tidak sengaja menatap mata Keenan lalu ia membuang pandangannya, "iya dong, ngedate sama sahabat gue."
"Ih asik yaaa punya sahabat." Ujar Ferra yang duduk semeja dengan mereka.

Keenan berseru lagi, "Ayesha, ayo kita ke Sushi Tei malam minggu!"
"Tapi kan elo ada meeting sampai jam 9, Kee?" Jawab Ayesha heran dari pantry. Kezia langsung menatap Keenan dan seketika wajah laki-laki itu berubah memerah.
"Ya.. Habis gue meeting kali, udah gakpapa. Yuk Sushi Tei. Ayo Salma, Ferra.. Ikut ke Sushi Tei." Keenan langsung berlalu meninggalkan ruang makan dan berjalan ke arah ruangannya.

Kezia tertawa lebar. Ini permainan siapa yang menyakiti siapa, ya?


Ia rindu Keenan.
Tapi Keenan berusaha menghapus Kezia dari hidupnya.
Lalu ini siapa yang menyakiti siapa?



Cirebon, Desember 31st 2016
I miss your voice
I miss your call
But your 2am call isn't for me anymore;)


You may also like

2 comments:

  1. harusnya keenan sama raisa jangan sama kezia haha. suka sama artikelnya. ditunggu post selanjutnya ya.
    mampir jg kesiniPariwisata siapa tau butuh info tmpt wisata, makasih

    ReplyDelete

Leave me some comment! Thank you, guys:}