Meet My New Baby; Turning Page

Siapa bilang gue gak produktif lagi? :p

Hai,  hari ini ujian Mass Comm dan gue belum belajar HAHAHA. Parah banget UAS kali ini gue lagi sks tapi untungnya kemarin kemarin kan belajar, gue udah pasrah aja deh 
gimanapun hasilnya gue terima:")

Okay,  iya,  gue kemarin habis kena badai selama 1,5 bulan. Tapi karena gue gak mau nulis di blog atau nulis cerpen yamg ended up bikin si X merasa "tuhkan masih galauin gue" jadi gue kabur dari disini hehehe. Emang sih jeleknya gue jadi pindah ke second account gue dan post super galau, tapi sekarang sudah enggak kok:)

Kenapa? Karena gue akan meluncurkan novel kumpulan cerpen gue bulan Maret ini:)
Novel ini awalnya berjudul An Ex Almost sampai akhirnya ada satu kejadian di mana gue menyadari,  yo man, ada judul yang lebih bagus. So gue pun merubahnya menjadi Turning Page; It's not about moving on,  it's about forgiveness. It's not about being fair, it's about breakeven.

Kenapa Turning Page?

Ada satu malam di mana gue merasakan turning point di hidup gue kalo pandangan gue salah. Bukan gue yang harusnya merasa unwanted berhari hari,  tersiksa karena dia dateng lima minggu berturut turut di hidup gue, bukan. Kami hanya memang gak ditakdirkan untuk bareng bareng aja. So what? Bukannya itu namanya hubungan? Ada yang bisa mempertahankan dan ada yang gagal and we're those who failed. Turning point gue membuat gue bisa menghentikan 5 minggu mimpi buruk gue tentang dia dan mulai lebih kayak "yaelah yaudah" tiap dia mulai "bertingkah" yang harusnya bikin gue sakit hati:")

Lalu beberapa kali gue masih suka kepo sampe akhirnya Kak Sharon Nathalia kirimin gue tulisan panjang kayak cerpen dan gue sadar.. Girl,  you can't be like this. I mean, gue nyakitin diri gue sendiri di atas kebahagiaan orang yang udah gak butuhin gue. Tapi gue masih gak bisa move on... Lalu.. Gue pun berusaha meaafkan diri gue,  memaafkan gue yang nyakitin gue sendiri, matahin kebaikan dia waktu itu.. Gue juga berusaha maafin dia,  maafin kesalahan dia sama gue dan segala hal yang buat gue sakit hati.

Dan sekarang here am I.

Ternyata move on bukan sekedar membenci dia,  ngehapus chat dan menyibukkan diri, but forgiveness is the key. Gue mencoba memaafkan. Memaafkan apa yang selalu nyakitin gue.

Dan fair...

Buat gue ini gak adil,  tapi buat dia mungkin adil. Karena kami sama sama nyakitin. Tapi di mata gue enggak, dan di mata dia iya. But i believe in breakeven. Gue dapet 50 nih sekarang,  gue percaya cowok itu belum dapat yang sama dengan gue,  but HE WILL, cause you know, its about breakeven,  no one will get more, no one will get less. Dia pasti dapat 50-nya. Seperti apa yang gue dapat sekarang:)

At the end,  Turning Page bukan cuman sekedar cowok benteng itu kok. I wrote about many things dan gue berharap buku ini bisa membantu kalian untuk lebih memahami tentang merelakan seseorang pergi dan mengamini doa doa terbaik.

Karena demi Allah,
percaya sama gue,
demi menyelamatkanmu,
Tuhan memang harus mematahkan hatimu.

And no one has a right to make you feel unwanted or insecure by being not good enough. Everyone DESERVE someone best for them so DON'T EVER LET anyone break your heart and tear you apart. Cause if its happened, chill up baby,  its about breakeven.

Let me introduce you to my new baby Turning Page and here's some sneak peek of it:)




You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}