Kompromi dengan Keadaan

Marah.

Hari ini rasanya marah dan kecewa udah campur aduk jadi satu. Pasalnya gue sudah menunggu untuk majoring ini sejak gue SMA. Gue pengen PR/Mass Comm kelas pagi jam 8.30 :") Dan somehow, Allah dan alam semesta dan internet DiGi di Kota Kinabalu berkonspirasi sehingga gue dapetnya kelas siang.

Pertanyaan gue: Kenapa?

Kenapa kayanya semua yang gue mau sekarang gak berjalan sesuai rencana? Kenapa apa yang gue harapkan sekarang selalu berubah jadi bencana? Apakah gue udah gak boleh berencana dan berharap lagi?

Lalu gue ingat kata Piece of Cake, "kamu dan ekspektasi kamu akan ngerusak diri kamu sendiri. Kamu harus sadar kalo gak semua hal yang kamu inginkan akan kamu dapatkan 
dengan mudah."

Terus kenapa orang-orang yang sebenarnya nothing to loose bisa dapetin apa yang gue mau?

Ini bukan kali pertama dalam tahun ini gue mendapatkan hal hal out of my expectation seperti ini. Lalu banyak diantaranya yang bilang mungkin ada hikmahnya dari ini. Tapi apa? Apa gue akan bahagia menghadapi apa yang gak diinginkan dan diharapkan?
Mungkin inilah struggle yang ada setelah gue mendapatkan mimpi gue, berhasil lulus SMA dan masuk perguruan tinggi yang gue mau. Mungkin ini saatnya Allah menyadarkan bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang meski kita sudah berusaha semaksimal mungkin, kita gak akan bisa mendapatkannya. Bukan karena kita gak pantas atau Allah gak mau kasih ke kita, tapi karena Allah tahu ada yang jauh lebih baik.

Tadi siang dari semua orang yang ngechat gue, piece of cake bilang begini, "udah nerima?"
Gue pengen bilang enggak, gue gak terima sama sekali. Banyak yang gue perjuangkan dan malah pergi gitu aja. Tapi belakangan kedengarannya sangat childish untuk gak mau berkompromi dengan keadaan. 

Mungkin dengan masuk kelas siang akan bawa dampak untuk gue belajar bagi waktu, kasih ruang untuk bisa nulis, untuk bisa nafas di pagi harinya atau sekedar menyempatkan beberapa menit menelpon orang tua di rumah.

Mungkin.. Kelas pagi yang gue inginkan bukan yang gue butuhkan. Dan menurut Allah, kelas siang adalah pengalaman yang akan gue butuhkan untuk hidup gue. Karena gue percaya Allah yang tidak memberikan apa yang gue doakan dan gue usahakan sebenarnya hanya ingin bilang bahwa "lo cuman mau, logak butuh butuh amat. Nanti akan Allah berikan yang lo butuhkan."

Nyokap gue bilang, "semua pasti ada hikmahnya, gak mungkin dikasih jalan begini kalo gak ada tujuannya."

Iya sih, gue percaya. Everything happens for a reason, right?

Tapi gue patah hati.. Sangat patah hati.

Lalu gue lihat diri gue di cermin dan gue berkata, apapun rintangannya, gue sudah sampai di titik ini dan gue gak mau semangat belajar gue malah kendor atau gue malah mundur cuman gara gara hal sepele. Gue harus terus berjuang. Gue gak boleh sia siain mimpi yang berhasil di "approve" oleh Sang Maha Kuasa.

Gue percaya, baik buruk ya hidup seseorang pasti ada maksud dan tujuan dibaliknya. Dan seperti kata Piece of Cake di hari ulang tahun gue, whatever happens in life, the show must go on:)


I believe everyone deserve to be happy. But maybe, it takes a little longer for me. Just wait and see😊

P.s: heartbreak may changed you, but don't let it destroy your dreams.
P.s.s: my heartbreak BROKE me, but it changed me to be better and better everyday. Barakallah, terima kasih ya Allah untuk mendewasakanku♥



You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}