Middle Way: Tidak lebih, tidak kurang.

Bagaimana ya caranya menentukan sikap terbaik untuk 
menyikapi permasalahan yang ada?

***

Setelah cukup lama gak ngobrol sama Pak Bos Besar karena kehidupan kami yang sama-sama sibuk, akhirnya kami punya waktu buat bicara. Lebih tepatnya dia menyempatkan waktu untuk gue di sela sela kesibukannya. Biasanya kesibukan kami gak pernah selaras; giliran gue punya waktu, dia sibuk setengah mati, giliran dia punya waktu, gue udah ketiduran karena capek kerja. Intinya semester 2 dan 6 buat kami ini semacam terproduktif2017.

Akhirnya setelah seminggu yang hectic, gue punya kesempatan untuk "ngadu" cerita cerita yang belum sempat gue bagi sama dia. Dulu kalo gue lagi kesulitan, dia  yang selalu ada 24/7 buat bantu gue. Tapi karena sekarang sama-sama sibuk, jadi gue "dipaksa" untuk menyelesaikan masalah gue sendiri. 

Intinya, gue sekarang sedang merasa tidak tahu harus ngapain.

Gue merasa setiap hal yang gue lakukan rasanya kurang, gak bener bahkan nyakitin orang lain. Pernah gak sih lo merasa terluka di masa lalu karena satu kejadian sehingga di masa depan lo ingin berubah dan melindungi diri lo supaya lo gak sakit hati lagi? Nah, itu yang lagi gue lakukan pada semua aspek kehidupan gue. 

Gue berusaha mengganti "cara kerja" gue supaya gue gak lagi jadi orang yang makan ati dan kesel sendiri. Gue gak lagi jadi orang yang dijadiin "yaudah gapapa, Titi ini, pasti maklumin, pasti bantuin" dan berakhir digampangin. Atau gue gak lagi mau jadi orang baik yang siap 24/7 dan berakhir jadi orang yang dikatain "apa sih lo peduli banget sama orang lain." 

Sumpah ya.. Semakin dewasa, yang rumit jadi sederhana, yang sederhana jadi rumit.

Setelah gue melakukan beberapa "pergantian" cara kerja dan sikap gue pada beberapa orang dan masalah, ternyata itu malah menimbulkan masalah yang baru -bahkan hal hal yang sebenarnya mau gue hindari. Gue cerita sama Pak Bos. Gue kira tadi malam setelah gue cerita panjang lebar, dia akan maki-maki gue sampe gue nangis. Karena kejadiannya akan selalu sama biasanya: gue cerita - dia dengerin - dia marah marah sampe gue nangis - gue sadar - baru kelar masalahnya.

Tapi kali ini!! Dia malah nanya, "kamu gak nangis kan?"

HAHAHA terharu. Dia lalu cerita dan merespon sesuai dengan persepsi dia, lalu dia seperti biasanya menceritakan sesuatu sama gue yang akan selalu buat gue "oh iyaya";') Dia cerita tentang sebuah cerita di kepercayaannya di mana dalam cerita itu ada sebuah perumpamaan:

"Senar gitar kalo kamu tarik kenceng bakal patah, tapi kalo kamu diemin aja senarnya, gak akan menghasilkan suara yang indah. Maka dari itu kalo kamu main gitar, kamu harus bisa merasakannya, gak boleh berlebihan dan gak boleh kurang juga. Kalo kamu tau gimana cara petik senarnya, kamu pasti bisa menghasilkan suara yang indah dari gitar tersebut. Sama kayak dalam hidup ini, kamu harus bisa menempatkan diri dan waktu. Mungkin ada kalanya kamu harus vokal akan suatu hal, ada kalanya kamu harus bersikap tenang tapi ada juga kalanya kamu lebih baik diam. Tidak lebih, tidak kurang. Itu namanya Middle Way."

Mendengar cerita dari dia, gue cuman bisa menenggelamkan kepala gue di bantal sambil ngangguk-ngangguk. Lalu disela sela ceritanya dia nanya, "kamu ngerti kan?"

Gue pun bertanya, "terus gimana kita tahu hal itu udah bener atau engga?"

"Yang penting jangan berlebihan, jangan kurang juga. Lakukan yang paling baik dan tetap berbuat baik. Belajar untuk tahu tempat, belajar untuk tahu waktu. Dan yang bisa nentuin semua itu ya diri kamu sendiri."

Well yang gue pelajari adalah.. Dalam hidup ini, sebelum memilih dan menentukan sikap, belajar untuk menimang-nimang apakah yang lo lakukan itu berlebihan atau jatuhnya cuman asal (kurang). Belajar untuk tahu waktu dan tempat, belajar untuk menentukan kapan dan bagaimana bersikap. 

Intinya emang kadang diam itu emas, kadang juga ngomong ada positifnya, tapi lebih baik lagi kalo kita menimang segala kemungkinan sebelum menentukan sikap. Jangan terlalu baik, jangan terlalu jahat. Jangan terlalu rajin, jangan terlalu malas.

Setidaknya...

Alhamdulillah pernah merasakan kesalahan yang lain, supaya bisa jadi refleksi diri dan menjadi lebih baik;)



PS: Belajar itu dari siapa saja. Iya kan? Selamat kerja keras untukku dan bos besar!;)


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}