Question of The Week : Kalo nyaman harus jadian?

Kemarin malam gue siaran Color of Love bareng Tari dari jam 7-9 di London School Radio. Topik yang diberikan oleh produser kami, Vania Zelig, adalah tentang teman curhat jadi pacaran. Selama 2 jam siaran, gue dan Tari menggali cukup dalam perihal orang yang tadinya cuman temenan malah memilih jadi pacaran.

Alasan 'nyaman' dan terlanjur sayang sudah jadi rahasia umum kenapa temen curhat bisa jadi pacar. Tapi karena gue ngobrol sama Tari yang orangnya tidak mudah baper, which is gak kayak gue dulu HAHA, gue belajar cukup banyak bahwa setiap nyaman gak selalu harus berakhir jadian.

Jadi apa sih definisi nyaman dalam hubungan?

Menurut gue nyaman adalah ketika kita bisa enjoy the moment without worrying what's happen next. Kita bisa menikmati hubungan kita, saling mempelajari, saling mengerti, saling memahami. Ada beberapa teman jadi pacar diawali karena salah satu pihak merasa 'ah kasihan deh dia kayanya udah suka sama gue' atau 'sekalian ajalah dijadiin daripada ulang dari awal lagi'. Tapi sesuai hasil COL tadi malam, teman curhat yang jadi pacar seharusnya tidak hanya berdasarkan nyaman..

Karena jujur, nyaman itu situasional;)

Gue lagi ngerasa nyaman banget sama seseorang, karena dia nyambung dan kebetulan kami sama sama mau mengusahakan waktu untuk sekedar ngobrol bahkan jam 2 pagi. Kami ngobrol, nyaman dan nyambung. Tapi ada beberapa sikap dia yang terkadang bikin gue insecure dan nyakitin diri gue, begitu pula ada sikap gue yang gak sesuai sama kepribadian dia. Kami nyaman dan cukup perhatian sama satu sama lain. Tapi tidak berarti kami bisa pacaran, iya kan? ;')

Ada juga cerita dari Tari ketika Tari sudah merasa nyaman dan nyambung sama seseorang lalu sikap dan perilaku dia setelah, cukup lama mengenal, sesuai dengan kepribadian Tari. Hal tersebut membuat Tari jadi mau untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih dari teman;)

Dulu orientasi gue adalah ketika gue nyaman, gue mau seriusin orang itu. Tapi once, pernah ada orang yang tiba tiba masuk hidup gue, dia menyenangkan dan nyaman, tapi ada sikap dan sifat dalam  kepribadiannya yang gak sesuai sama diri gue. Hal itu membuat gue mundur dan membatasi bahwa nyaman tersebut gak bisa dilanjutkan.

Tapi lain ceritanya sama orang yang emang buat gue nyaman dan sikap serta sifatnya sudah bisa gue pahami dan masuk ke diri gue, gue akan sangat tulus dan niat menjalani hubungan.

Intinya semakin kamu dewasa, kamu akan menemukan banyak orang yang mendapatkan titel "almost" di hidup kamu. Gue akui emang gak ada manusia yang sempurna dan cocok seratus persen sama kita, tapi nyaman aja bukan jadi fondasi yang kuat untuk memulai hubungan. Butuh persepsi dan visi misi yang sama. Butuh rasa yang sama.

Jadi mulai sekarang kalo kamu merasa nyaman, coba di tela'ah dulu, apakah ada indikasi ingin memiliki atau stay still saja?

Bahkan ada kok..

Orang yang sebenarnya ingin memiliki karena sudah nyaman dan sayang.. Tapi karena perbedaan dan satu lain hal, dia memilih memberi jarak dan pergi atau tinggal tanpa mengharapkan sesuatu yang lebih.

Yang jelas ketika kamu dekat sama orang, jangan pernah setengah setengah dan pamrih. Berikan kebaikan kepada mereka, niscaya kebaikan itu akan kembali kepada kamu sendiri;)

"Orang baik itu banyak, tapi yang terbaik butuh waktu."

Terima kasih kepada Rochmah Sri Lestari untuk COL nya kemarin malam, luar biasa! Kamu sangat dewasa ternyata yaaa❤



You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}