Overlook: I'm pretty sure the feeling was there before


Dear Gibran Putra Rayya

Mungkin terdengar basi, tapi kalimat "time will heal the pain" really works on me. Entah karena hati sudah menyerah atau kali ini dia sadar telah memperjuangkan sesuatu yang sia sia. Tapi buktinya,  dia kini bisa berdiri dan baik baik saja. Bahkan jauh lebih baik, jauh lebih baik.

Dulu segala ucapannya begitu menyakitkan: kamu gak bisa ini, gak bisa itu, bukan ini, bukan itu, kamu begini, kamu gak begitu. Tapi sekarang saat aku berubah menjadi segala hal yang kamu bilang aku gak pernah bisa, kamu udah gak ada lagi. We just watched each other from distances and we support each other by sending pray and luck.

Look at me now, have you ever wondered that I would be this far? Jadi semua hal yang kamu bilang aku gak mungkin? Jadi semua hal yang kamu bilang "kamu gak ada bandingannya sama dia"?

I thank you a lot.

Apapun ceritanya, patah hati memang obat terbaik untuk memperbaiki diri. Kamu yang membuat aku sejauh ini, untuk semua pencapaianku, karya, nilai nilai pelajaran, pekerjaan, posisi, hubungan sosial, caraku bersosialisasi.. Semua berkat kamu.

The more I thank you, the more I couldn't forget you.

Aku kira hari di mana akhirnya kamu yang lebih dulu melepaskan aku akan membuat semuanya jadi berantakan. Mungkin awalnya, iya. Tapi sekarang? :')

Aku bersumpah,
aku yakin aku menyayangi kamu.

Tapi saking sayangnya sampai perasaan itu gak tau hilang kemana.

Mungkin terlalu sayang dan sering dikecewakan menyebabkan kamu mati rasa akan perasaan pada orang lain.

Kamu membuatku menjadi begitu.
Semoga saja kamu beruntung dan tidak begitu.

Regards, 
Revina Lana. 
Mei 2013


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}