Overlook: Kisah Sebentar



Untuk Gibran yang sebentar lagi wisuda. 

Rasanya malu kalau ingat hari itu aku lari ke rumahmu membawakan satu porsi McDonald's dengan mata berkaca - kaca setelah kamu membiarkanku hadir di hari sidangmu. Hal kecil yang kuharap dapat mengembalikan kita, namun ternyata sulit untuk kita kembali menjadi kita yang sama. 

Sore itu di ruang tunggu kampus, hanya ada beberapa kursi yang berhasil membuat jarak di antara kita terasa nyata. Namun matamu masih sama hangatnya saat kutemukan sedang menatap diriku dalam diam. Kita pura pura paling baik di antara satu sama lain, namun kita selalu mendoakan dan memantau satu sama lain dari jauh. 

Keadaan ini rasanya jadi lebih baik karena aku tidak lagi membebanimu namun kamu masih ada dalam jangkauanku. Kita bagai bicara lewat doa karena hati dan raga tidak lagi punya daya upaya untuk saling bercengkrama. 

Kamu baik baik saja kan, Gib? 

Rindu ini menyesakkan dada namun sayangnya terlalu egois untuk bicara tentang masa lalu. Ingin hati kembali ke masa saat kita bersama dulu. Namun jika hari hari itu kembali lagi maka kamu belum jadi assistant manager di event organizer itu dan aku belum berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan selama berkuliah. 

Gibran, jika rindu ini datang lagi, bolehkah aku bilang padanya untuk membawamu kembali? 


Karena kisah tak berumah ini memang benar hanya sebentar, namun perasaannya terus hidup dan berkembang setiap saat. 



Regards, 
dari gadis yang ingin melihatmu sukses dan bahagia, 
Revina Lana. 


You may also like

No comments:

Leave me some comment! Thank you, guys:}