DAY TWENTY SIX.

Ceritanya gue mencoba mengurangi makan karbohidrat semenjak gue menyadari badan gue udah terlalu gendut... dibanding dulu;) WKWKWK. Kalo ada satu bagian dalam hidup gue yang pengen banget gue benahi, sudah jelas gue pengen benahi kesehatan gue.

Gue baru menyadari bahwa kesehatan benar benar penting ketika di akhir bulan Maret kemarin lambung gue collapse.. Asam lambung gue naik sampai ke kerongkongan dan menyebabkan gue gak bisa jalan, gak bisa tidur, gak bisa makan... Bahkan gue sampai heartburn.

Di awali dari gue kerja di Radio dan gak ada hari liburnya. Lalu kalo pulang selalu malem dan jadwal makan gak teratur. Bangun pagi gue manfaatkan buat nulis atau belajar sehingga gue gak pernah olahraga lagi. Lalu burnout di Radio dan kuliahan bener bener bikin gue stress berkepanjangan.

Semua kejahatan yang membuat setengah gaji gue habis hanya untuk ke dokter ini dimulai dari rutin masuk angin.. Lalu rutin sakit maag.. Sampai gak bisa makan.. Heartburn;)

Jadi gue pengen banget menyehatkan diri gue lagi setelah kejadian itu. Gue luangkan waktu buat jalan jalan dan selalu makan buah serta sayuran. Walau gak ada waktu buat olahraga, gue mencoba mengambil rute yang lebih jauh untuk pulang ke rumah dan memilih naik tangga di kampus..

Setelah gue mengetahui bahwa bayar rumah sakit itu sama dengan bekerja selama 2 minggu, akhirnya gue berhenti mengkonsumsi makanan - makanan cepat saji dan yang manis secara berlebih setiap hari..

Gue juga belajar buat mengalihkan stress healer gue dari makan ke hal hal positif lainnya seperti mulai baca buku, nulis cerita, masak (yang berujung gak gue makan karena gue udah ngerasa kenyang duluan wkwkwk) hingga baru baru ini gue lagi coba untuk melukis.

Jadi gue menemukan drawing book di Miniso yang lengkap dengan kuas dan cat airnya. Harganya gak mahal, sekitar Rp. 50.000 untuk drawing book + color set sederhana dengan 16 pilihan gambar. Cukup membuat gue lebih tenang dan berhenti makan..

Intinya memang kesehatan itu gak cuman dari kecapekan di aktivitas, tapi dari pikiran juga. Jadi untuk memulai hidup sehat gue mencoba untuk makan sehat dan punya pikiran yang sehat juga.. Supaya bisa bahagia dan produktif tanpa harus keluarin uang buat ke rumah sakit dan denger advice dokter macem ini;

"kamu tuh maag... gara gara pikiran. Mikirin negara ya?"


Hehehe, iya Dok.. Negara London School Radio -__-v



DAY TWENTY FIVE.

Think of any word. Search it on google images. Write something inspired by the 11st image.

Ok jadi gue pun akhirnya membuka google dan memikirkan kata.... 

BLACKPINK!

*backsound nya lagu DDU-DU DDU-DU*


Well ini lah foto ke 11.. dan gue akan menulis flash fiction untuk foto ini;))



***

Bukannya Rose ingin membuat pertikaian hari ini, tapi warna rambutnya yang lebih mencolok dibanding yang lain membuat dirinya selalu seperti menguasai panggung sendiri. Tapi ini memang bukan kali pertama Ji Soo merasa kesal karena Rose mengatur style-nya sendiri. Kami baru debut dan hanya dia seorang yang diperbolehkan mengatur segalanya sendiri. Ini gila! Tidak adil!

"Tapi Lis.. Kalo Ji Soo kesel wajar lah. Toh dia yang pertama ajak Rose untuk gabung di Blackpink. Udahlah kamu juga gak perlu terlalu overthink." Ujar Jennie sambil sibuk dengan tatanan wajahnya sendiri.
Aku mengerang, "ugh.. Bukan gitu, Jenn.."
"Lalu apa dong?"
"Kita kan sahabat, harusnya gak perlu ada baper baperan kayak gini."
"Tapi ini masalah kerjaan, kita kan satu tim. Wajarlah kalo Ji Soo pengennya semua bagi rata. Lagian kita juga gak ada leader kan."
Aku meliriknya, "kamu juga sebel ya sama Rose?"
"Nggak sebel, Lis.. Aduuh, jangan childish deh."

Aku berjalan menghampiri Jennie lalu duduk disampingnya sambil cemberut, "terus?"
"Ya harusnya bagi rata.. Walaupun ada spotlight di semua lagu, tapi.."
"Tapi kelihatannya Rose yang paling mencolok.."
"Nah tuh kamu juga setuju. Tapi menurut aku setiap member emang harusnya bisa menarik orang untuk melihat dia. Istilahnya, buatlah spotlight sendiri atau nikmati aja spotlight itu bersama - sama.."
"Jadi menurut kamu.. Mana yang paling benar?"

Jennie menoleh lalu menatapku dalam - dalam, "apanya sih yang paling benar?"

"Ya menurut kamu... Apa yang paling benar dalam suatu team? Berusaha punya spotlight sendiri atau membuat spotlight team lebih bercahaya lagi?"

Jennie terdiam lalu kembali sibuk dengan riasannya. Skakmat. Dia bahkan tidak bisa menentukan apa yang lebih penting untuknya; kelompoknya atau dirinya sendiri.
DAY TWENTY FOUR.

Lesson I've learned in the hard way.

Jadi dulu gue tuh gak pernah bener bener seneng belajar. Gue tuh lebih suka melakukan sesuatu yang ada prakteknya; ada hasil nyata. Sempet suka sama Biologi dan segala praktikumnya.. Tapi kayaknya bukan itu gitu lho yang menjadi 'pleasure' gue;))

Lalu semenjak gue kuliah di LSPR dan segala hal yang gue pelajari nyambung sama blog gue, akhirnya gue menemukan "pleasure" dalam belajar. Gue bener bener berubah jadi orang paling rajin dan ambisius sedunia; orang orang yang akan gue katain "halah belajar mulu lu" dan gue mintain ngajarin gue pas mau ujian di SMA:"} Emang gue dari kecil sudah terlatih brengsek:"} WKWKWK.

Hidup gue bener bener terfokus sama belajar dan kerjaan. Ngerjain tulisan, nge-blog, siaran radio,  nge-vlog.. SEMUANYA DEH GUE KERJAIN. Sampai - sampai kalo gue stress.. Gue akan belajar untuk healing diri gue. GILA GAK SIH?!

Tapi itu dulu, awhole of my freshman year gue lalui dengan cara seperti itu. 

Sampai akhirnya.. Gue masuk semester 3 dengan teman teman baru, punya kabinet sendiri dan juga sambil kerja. Udah tuh hidup gue mulai berantakan. Gue menemukan jadi orang yang terlalu ambisius sama sekolah dan terlalu menunjukkannya akan membuat orang lain merasa gak nyaman (bahkan terintimidasi).

Gue gak menyadari selama freshman gue punya temen tapi cuman kayak sekelewat gitu;'] Gak banyak yang pernah gue ajak hang out.. Gak banyak yang jadi temen bertukar pikiran.. Pokoknya gue jadi cupu banget! Sampai temen temen gue juga suka ngatain, "males main sama lo, lo ambis banget." Terus gue sedih:"}

Dari situ gue baru mulai buka diri dan menyadari.. Lo boleh ambis dan belajar mulu, tapi jangan lupa main.. Jangan lupa buat "pertemanan" baru.. Hal ini benar benar berpengaruh sama cara pandang orang sama lo. Walaupun kita tuh gak boleh terlalu dengerin kata orang, tapi kadang kita juga butuh supaya kita bisa dapet masukan..

Karena ada beberapa hal di dunia ini yang kita kira sudah baik, tapi ternyata malah membuat kita jauh sama hal hal lain. Memang yah sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik;)
DAY TWENTY THREE.

Dear my future...

Hello. Let me introduce you to The 20 years old of Titi who is sitting in London School Radio right now. I don't know how to start, but nice to meet you.

I'm currently in the middle of my 20 years old journey. At the beginning, it was pretty fun and I'm so happy because I was surrounded by good people. But then, someone betrayed me, and someone I loved hurt me much more than what he had been done. It led me to this area; trust issues. I can't easily talk deeply with people like the old days... I can't exactly tell people what I feel.. And it's hard to open the door and say hello to someone new.

So if you're here, I'm glad that I'm finally make it;)

Anyway, I'm fuckin' stubborn. Childish, but acting like mature. Looks independent, but I'm only a woman.. Sometimes I need someone to lean on. Looks strong, but I'm fragile inside. Hardworker, sometimes, hehe. But procastination is my current hobby when I get burnout. 

I don't exactly have a dream.. Because I've been living my dream since I was a kid. Since I built up this blog. Since I forced my self to stand up for my own stage. And here I am, writing at my own kingdom, my own palace, at 20 years old.

I hope you're more mature than me. I hope you understand me..

My life won't be easy; it will be ruined with so much dramas. But I bet it will be fun if you love me from who I am, not from what you want me to be. I can't be compared. I will be turn into wild.. Sarcastic.. And changes.. To be someone new, someone you might know, but its's not me.

I hope you will love me from who I am.

I hope you will love what I do. I hope you will appreciate what I'll do for you.

I hope you are the one... who will fulfill my needs.

I need someone to understand me.. and stop making me want to change to be someone else. 

I need someone to love, but first, he will let me love my self.


Dear my future,

welcome to Alice in Tipluk's World. I hope you're enjoying your ride with me.



Love
Titi.
DAY TWENTY TWO.

Jadi di hari ke 22 ini gue dapet tantangan untuk memutarkan playlist gue secara acak dan menulis 10 lagu pertama yang gue dengar. Ini dia 10 lagu yang ada di playlist gue tapi sudah lama tidak gue dengar...

1. Agar Kau Mengerti - Abdul & The Coffee Theory 

Dear my next guy, please, jangan buat gue menyanyikan lagu ini terus untuk lo seperti yang sebelumnya HAHA.

2. Bad Blood - Taylor Swift 

MY ALL TIME FAVORITE SONGGG!

3. Seperti Bintang - Yovie & Nuno 

HAHAHA BISA LEBIH CHEESY GAK TI?!

4. Him - Sam Smith 

Actually belum pernah denger.. But it was good..

5. Everlong - Boyce Avenue

Entah kenapa lagu apapun yang dinyanyikan ulang oleh Boyce Avenue terdengar enak untuk gue;))

6. Nothing Left For You - Sam Smith

Yes, exactly, dear you.

7. This Town - Alex G

MAU NANGISSS:{ Kangen sama lagu ini:"} KANGEN SAMA VIBES SEMESTER SATU!!

8. How Not To Love You - Leroy Sanchez

Emang ya lagu Leroy Sanchez enak enak bangeeet! Apalagi Unspoken Words;))

9. Satisfied - Renee Elise Goldsberry, Oricinal Broadway Cast of Hamilton

INI. SIH. TERBAIK. COY.

You wouldn't be satisfied.
I wouldn't be satisfied...

10. Dream - Bae Suzy ft. BAEKHYUN

Lagu ini ringan dan nyaman banget didengerin;3



MISSION ACCOMPOLISHED! Next! Your turn:p
DAY TWENTY ONE.

Today's highlight: 3 lessons I want my child learn.


Sebenarnya kalo ngobrolin tentang hal kayak gini gue rasanya pengen nangis mengingat gue sudah berusia 20 tahun. Gile, di umur 20 tahun ini sudah saatnya melambaikan tangan tanda perpisahan dengan dunia main main dan mulai berpikir ke arah yang lebih serius. So here I am, in the middle of nyatokin rambut, writing 3 things I want my children learn from my life;)

First of all gue mau anak anak gue diajarkan bagaimana bertahan hidup. I mean all basic . things; masak, nyuci, nyapu, ngepel, nyetrika. Those little basic things are a must. Beside of the attitude and religious structure, I want them to be "ready" for living their life;)

Second! Gue pengen mangajarkan mereka untuk menikmati hidup; make a life, not only a living. Mereka boleh ambisius dalam karir dan pekerjaan, tapi jangan lupa bahwa hidup yang mereka jalani hanya akan dilewati selama satu kali. Jadi gue berharap anak anak gue bisa lebih menikmati hidupnya.. Tentu saja di jalan yang benar;)

Last but not least, mereka harus belajar Agama dengan benar. Gue sangat merasakan manfaat bersekolah dasar di tempat khusus Agama Islam. Well walaupun ibadah gue juga yah gak bagus bagus banget, tapi gue merasa masih hapal di luar kepala hal hal basic dan juga hapalan surat. Jadi walau gue nakal, tapi nilai agama dan normanya masih tertanam jelas di benak gue karena sudah dicekokin dari kecil.

Hmm kalo boleh gue mau tambah satu sih,..

Just do your best, be fearless. Apapun yang terjadi, kesempatan apapun yang ditawarkan ya jangan pernah setengah - setengah. Lakukan semua yang terbaik pada waktunya supaya jika berpisah tidak ada kata penyesalan;)

UHUY, BIJAK BANGET GAK TUH SI TIPLUK?! HAHAHA