SPEAK NOW chapter 6

 FYI cerita SPEAK NOW ini gue rancang untuk 26 chapters dan gue persembahkan buat Seth Clearwater. Tapi ternyata sekarang... Seth already taken with someone. So, gue sempet berfikir untuk ngehapus cerita ini. Tapi karena (alhamdulilah) banyak yang seneng sama cerita ini, enggak bakal gue hapus, bakal gue lanjutin. Gue janji jalan ceritanya bakal beda deh hihi. Terima kasih untuk tetap setia menunggu kelanjutan cerita Alice&Daniel! Dan buat Seth, orang yang selalu bilang Taylor Lautner lebih ganteng dari Robert, makasih ya buat jadi inspirasi gue dan... langgeng sama dia:p

TAYLOR ALISON SWIFT'S POV

Yana mengantarku pagi-pagi sekali ke sekolah, lalu Ia mengantar Austin ke sekolahnya. Hari ini, Yana harus mengurus rapat OSIS sekolahnya. Ia sekarang duduk di bangku kelas 1 SMA Pelita Harapan. Dia ikut kelas akselerasi lho.

Sekarang sudah bulan ke dua semenjak aku masuk SMP. Aku sekarang sering bermain bersama Demi, Edward, Nick, Joe, Miley, Ashley dan tentu saja teman sebangkuku, Daniel. Bell pergantian pelajaran berbunyi ketika Miss Fenny menutup kelas, tepat sekali. Kebetulan kelas Mr. Karrel akan kosong, Ia sedang pergi penataran guru ke Bandung.

"Alice, aku pinjam iPad-mu dong!" Seru Daniel. Daniel membuyarkan lamunanku. Aku menoleh lalu mendorong iPad-ku kedepannya, Ia tersenyum jail.
"Apa kau punya adik?" Tanyaku sambil memutar mutar pulpenku.
"Punya, dua. Perempuan dan laki-laki. Yang perempuan seumur dengan Austin. Yang laki-laki masih kelas 1 SD." Katanya pelan.
"Namanya siapa?" Tanyaku lagi. 
"Makena Lautner dan Farrel Lautner." Katanya sambil tersenyum.
"Oh." Sahutku pelan.
"Jadi, apa kabar Yana?" Tanya Daniel tiba-tiba. Aku menatapnya curiga.
"Dia baik-baik saja, tetap sibuk dengan buku Fisika dan teman teman barunya. Hey, kau menanyakan Yana? Ada apa ini, Dan?" Cecarku dengan tergesa gesa.
"Tidak, aku ingin tahu saja seperti apa sih Yana itu." Katanya sambil sibuk memainkan game The Sims 3 di iPad-ku. Aku tertawa lalu meraih iPad-ku.

"Hey, bayinya ingin minum!" Seru Daniel protes saat aku memencet tombol exit
"Jadi kau ingin tahu Yana.... Dia sedikit mirip denganku, hanya saja wajah kami memang terlihat berbeda, tentu saja warna rambut kami berbeda. Aku pirang sementara dia hitam." Kataku sambil mencari foto Yana.
"Oh begitu. Pasti jauh lebih cantik darimu." Kata Daniel sambil memerhatikanku mencari foto Yana. Aku tertawa saat menemukan foto Yana, itu foto yang aku ambil dari Facebooknya beberapa hari yang lalu.
"Sialan kau. Ini Yana, cantik bukan?" Kataku sambil menunjukan foto Yana. Daniel berdecak kagum, ya memang kakakku ini sangatlah cantik. Sama seperti aku hehehe.
 

Aku tersenyum saat Daniel menghela nafas lalu memutar mutar iPad-ku. Ia terlihat keheranan. Ia mendekatkan lalu menjauhkan foto Yana dari matanya. Orang gila.

"Hey, ada masalah?" Tanyaku pelan. Ia menggeleng.
"Tidak, hanya saja, Yana cantik. Tidak seperti dirimu, Lice." Katanya dengan muka serius.
"Sialan kau!" Kataku sambil memukulnya. Ia memukulku pelan, lalu mencubitku. Aku mencubitnya lalu memukulnya. Kami berantem seperti itu, terus menerus. Tiba-tiba setelah 5 menit pertengkaran kami, Miss Alix mengetuk pintu kelas dan masuk dengan selendang birunya. Daniel menyikutku untuk mengingatkanku duduk rapi. Ia membawa seorang gadis cantik dengan senyum manis, sepertinya aku pernah melihatnya..

"Hai! Aku Selena Gomez, murid pindahan dari SMP Pelita Harapan Surabaya. Senang sekali bisa berada disini ditengah tengah kalian." Katanya sambil tersenyum. Semua mata berdecak kagum melihat cewek dengan jam biru ditangannya, tak terkecuali Daniel.
"Leader kelas ini adalah... Nona Swift, dan wakilnya Nona Cyrus." Kata Miss Alix sambil menunjukku dan Miley. Kami berdua berjalan menuju kedepan, walau sejujurnya aku malas sekali berdiri disana.
"Hai, Taylor! Ingat aku? Selena! Temanmu saat kelas 2 SD!" Serunya sambil tertawa. Aku mengingat ingat dan.. Oh ya! Dia Selena, temanku dieskul vokal dulu!
"Selena! Apa kabar? Kenalkan ini Miley." Kataku sambil memeluknya sebentar. Selena menjabat tangan Miley lalu tersenyum.
"Aku sepertinya ada urusan lain. Selena, bersenang senanglah." Kata Miss Alix sambil meninggalkan kelas. Semua anak langsung berkerumun kedepan, mengitari aku, Selena dan Miley -okey, objek utamanya Selena- tak terkecuali.. Daniel. 

Semua orang bertanya pada Selena tapi Selena hanya terseyum, tidak menjawab, tatapan matanya menuju pada seseorang, tetapi aku tidak tau pasti siapa itu. Apakah Nick, Edward atau... Daniel. Tiba-tiba Selena berlari keluar dari kerumunan murid 7D dan meraih tangan seseorang.

"Launteeeeeeeeeer! Tepat sekali aku dikelas ini. Aku kangen sekali padamu! Sudah berapa lama kita tak bertemu?" Kata Selena sambil tersenyum riang.
"Selena! Aku juga kangen padamu. Eum.. Tiga tahun mungkin." Kata Daniel sambil tertawa.
"Kau tidak ingin memberikan pelukan selamat datang pada sahabatmu ini?" Tanya Selena sambil cemberut. 
"Oh ayolah, kemari Selen!" Seru Daniel sambil menjentikkan jari lalu memeluk Selena dan berputar, seperti film-film remaja dipantai. Mereka berpelukan erat.

Seketika aku merasa dunia berhenti. Seperti akan terjadi sesuatu antara aku dan Daniel. Sesuatu yang pasti akan merubah segalanya. Sesuatu yang bisa kubilang...

Buruk.



To Be Continued...


Artikel lainnya:

7 komentar:

  1. " Dan buat Seth, orang yang selalu bilang Taylor Lautner lebih ganteng dari Robert, makasih ya buat jadi inspirasi gue dan... langgeng sama dia:p " Di ulang yah Ti, " LANGGENG sama dia " Sekian.

    BalasHapus
  2. Lagi-lagi ada Taylena xD

    BalasHapus

Leave me some comment! Thank you, guys:}