SPEAK NOW chapter 9

"You never know if you can do something until you do it." - Kristen Stewart

TAYLOR ALISON SWIFT'S POV

Daniel dan Selena membawa beberapa buku lalu duduk berdua tak jauh dari kami. Tampaknya, Daniel sedang mengajari Selena sesuatu. Aku menggigit gigit bibirku sampai kucium bau karat dan garam, shit, berdarah.

Hatiku terasa tercabik cabik melihatnya. Hey, 6 bulan aku menyukainya. Memberikan perhatian lebih padanya. Kenapa dia tidak pernah menyadari itu? Kenapa?!

"Keep strong, My Alice." Kata Edward lirih.
"Jangan nangis. Jangan buang air mata kamu percuma." Kata Nick pelan. Aku mengangguk.
"Tapi sudah lama aku suka padanya... Tidak sadarkah dia?" Tanyaku sambil menunduk. Kepalaku sudah pusing dan mataku sudah berkaca kaca. Aku berusaha setengah mati untuk menahan air mataku, tapi tidak bisa. Ini adalah tangisan pertamaku untuk seseorang. Oh Tuhan, ayo Taylor Swift! Apa yang kau lakukan! Kenapa kau menangis?!
"Jangan menangis, Al..." Kata Nick sambil merangkulku. Aku harus berhenti! Aku tidak boleh menangis!

Kenapa rasa cemburu itu sesakit ini?

Aku merasa tangisanku semakin lama semakin kencang. Ya Tuhan ini memalukan! Semoga saja Daniel dan Selena tak mendengarnya.

"Cowok masih banyak, Al..." Kata Nick sambil menepuk pundakku. Kuusap air mataku, menarik nafas lalu membenarkan posisi dudukku. Please, jangan menangis lagi, Swift!
"Iya, Nick. Kau benar, cowok masih...." Aku tiba-tiba terdiam melihat cowok berseragam olah raga kelas 8 menghampiri kami. Aku tersenyum ketika menyadari cowok itu adalah  teman semasa SD ku, Logan Lerman. Logan tersenyum padaku lalu memegang pundakku.

"Halo, Taylor. Aku Logan. Masih ingat aku kan?" Tanya Logan pelan. Aku tersenyum lebar.
"Halo Logan! Tentu, aku ingat padamu. Takkan pernah kubiarkan otakku ini melupakan cowok yang pertama kali mengajakku bermain gitar." Kataku sambil berdiri. Bagiku, Logan adalah orang yang sangat spesial. Paling spesial diantara teman temanku sekarang. Ia berada diurutan kedua setelah... Daniel. Ia teman satu band, sahabat terbaik dan orang pertama yang aku suka.

"Oh Taylor! Kau semakin tinggi saja!" Kata Logan sambil memelukku erat sekali. Aku terkekeh lalu mengusap punggungnya. Aku dan Logan tingginya berbeda jauh. Sangat jauh. Logan melepaskan pelukannya.
"Hahaha iya dong, aku harus tambah tinggi. Oh iya Logan, kenalkan... Ini Edward Cullen dan Nick Jonas." Kataku sambil memperkenalkan kedua teman baikku. Edward dan Nick berdiri lalu berjabat tangan dengan Logan.
"Oh ya apakah aku mengganggu kalian?" Tanya Logan pelan. Aku menggeleng semangat.
"Tidak sama sekali, Gan." Sahutku girang. 
"Edward, Nick.. Bolehkah aku meminjam Taylor sebentar saja? Kupastikan mengembalikannya tepat jam 9 kekelas kalian dengan keadaan utuh." Kata Logan dengan wajah memohon. Edward dan Nick saling bertatapan lalu melirikku dengan licik.
"Oh kebetulan, aku harus pergi ke Ruang Guru menemui Miss Alix. Ayo Edward!" Seru Nick sambil tersenyum. Senyumku mengembang. Edward dan Nick berjalan menjauhiku, melambaikan tangan lalu tersenyum licik. Senyuman liciknya... Huh!

"Aku lapar. Kita ke kantin yuk, Tay!" Ajak Logan sambil menggenggam tanganku. Aku mengikuti langkahnya lalu melirik ke arah bangku Daniel dan Selena dan aku mendapati mereka tidak duduk disana lagi.

***

"Jadi, selama ini kau bersembunyi dariku? Jahat sekali!" Seruku saat mendengar cerita Logan. Pantas saja sudah 6 bulan aku bersekolah disini aku baru sekarang bertemu dengan Logan. Dasar jahil!
"Hahahaha aku suka dengar kau menyanyi di taman." Kata Logan sambil tersenyum.
"Yeah, terima kasih sudi untuk mendengar suaraku." Kataku sambil mengaduk aduk Lemon Tea-ku.
"Tumben minum Lemon Tea, biasanya Teh Sosro Less Sugar." Ujar Logan sambil mengetik cepat di iPhone-nya. Logan? Bagaimana dia bisa tau? Dia kan jarang bersamaku!
"Hehehe kau sering memerhatikanku ya..." Kataku dengan wajah memerah.
"Bukan aku yang memerhatikanmu, Tay. Tapi sahabatku." Katanya dengan senyuman licik. Apa katanya? Ada yang memerhatikanku?

"Memerhatikanku? Yang benar saja! Ngaco." Kataku sambil meminum minumanku.
"Aku serius, Tay. Dia menyukaimu! Kau single, kan?" Tanya Logan sambil menatapku serius.
"Yup, jomblo ngenes lebih tepatnya." Jawabku pelan.
"Jomblo ngenes? Cinta tak terbalas lagi?" Tanya Logan. Hey, bagaimana dia bisa tau?!
"Logan, kau...." 
"Mau move on ya?" Tanya Logan lagi.
"Sialan, dari mana kau tau semua itu?!" Tanyaku penasaran.
"I know you so well, Swift." 
"Aku mau move on, tapi enggak bisa.. Berkali kali nyoba, tapi ga bisa. Sampai sekarang, waktu jelas jelas cowok itu enggak perduli sama aku, aku tetep aja sayang sama dia."
"Dia tau kau menyukainya?"
"Tidak."
"Great. Kau harus move on, Tay. Daripada terus sakit hati." 
"How I can move on if my heart still love him?"
"Jangan pernah berfikir untuk move on dan ga bisa move on dari dia. Let it flow.."
"Akan kucoba." Ujarku pelan.
"You never know if you can do something until you do it." Katanya sambil tersenyum lebar memamerkan behel birunya.
"Move on harus ada orang baru yang membuat aku berpaling.." 
"Aku bisa memberimu orang itu." 
"Serius, Gan?" Tanyaku dengan tatapan tak percaya.
"Serius. Tapi ada syaratnya...." Kata Logan sambil tersenyum licik. Lagi-lagi aku diberikan senyuman licik oleh temanku! Huh!

"Syaratnya?" Tanyaku pelan.
"Datang ke Cafe Hampavala jam 7 malam nanti. Kau akan menemukan cowok tinggi berambut pirang. Okey?" Kata Logan sambil berjalan meninggalkanku. Cafe Hampavala jam 7 malam... Okey boleh deh. Hitung hitung melupakan Daniel sejenak. Cowok tinggi berambut pirang. Oke juga. Seperti apa ya bentuk cowok itu.... Astaga! LOGAN!


"Hey! Siapa nama cowok itu?" Teriakku pada Logan. Logan berbalik. Ia hanya tersenyum lalu berbalik berjalan meninggalkanku.
“Logaaaaaaaan! Kau harus mengantarku kembali ke kelas! Kau sudah berjanji!! Kembali!!!” Teriakku lagi. 
“Kembali ke kelas sendiri, Taylor!” Seru Logan dari kejauhan. Aku menggerutu pelan lalu berjalan ke arah kelasku.


Sial. Tanpa nama dan tanpa diantar kembali ke kelas bersama Logan. Kira-kira cowok itu seperti apa ya.....




To Be Continued....


Artikel lainnya:

5 komentar:

  1. "Serius, Gan?" Tanyaku dengan tatapan tak percaya

    wkwkwk ngakak baca yang ini. "serius, GAN?"
    gan kaya panggilan di kaskus xD

    BalasHapus
  2. wkwkwkwk abis aku bingung kak Lizh! Logan dipanggil "lo" gak enak dipanggil "gan" juga uhhh agak agak awkward-_-

    BalasHapus
  3. wkwk gak apa2 deh. dari pada dipanggil "gelo" xD

    BalasHapus

Leave me some comment! Thank you, guys:}