SPEAK NOW chapter 24

Speak Now chapter 24 ini gue persembahkan untuk sahabat gue, Hashifah Sabhati yang kemarin ulang tahun ke 14 dan buat Little lolipop, Fajri Agung Nugroho yang hari ini ulang tahun! Selamat ulang tahun semuanya, selamat membaca!

This is it! Speak Now chapter 24 by Tipluk Pattinson
____________________________________________________________________


TAYLOR ALISON SWIFT’S POV
Grand Indonesia, Friday, May 24th  2013

            Aku melirik iPhone-ku lagi ketika jam tepat menunjukan pukul 10 pagi. Cody lagi lagi tidak membalas SMS atau menelfonku. Sudah 2 minggu seperti ini, tidak ada kabar. Mentionpun tidak di balas, padahal dia Online Twitter. Aku chat di yahoo messanger juga tidak di balas. Ia juga tidak ke Pelita Harapan. Aku sudah berusaha mencarinya tapi aku tidak bisa menemukannya. Dia kemana ya?

            Apa mungkin dia marah karena waktu itu? Karena aku lebih memilih Daniel daripada dia? Tapi aku memang akan memilih sahabatku daripada seorang pacar. Sahabat selamanya, kalau pacar siapa yang tau sampai kapan?

            Aku sekarang sedang bersama Daniel. Membantunya membuat undangan ulang tahun ke 15 nya. Tahun lalu, ia tidak bisa merayakannya karena sakit. Tahun ini ia akan merayakan di Taman Café Hampavala dengan keadaan jomblo. Aku curiga ditengah tengah pesta ia akan memperkenalkan kekasih barunya lagi. Tapi aku tidak akan sakit lagi seperti dulu. Ada Cody sekarang…

            “Alice, Cody belum telpon juga, ya?” Tanya Daniel sambil menyeruput Jus Alpukatnya. Aku menoleh lalu menangguk. Daniel menggeleng.
            “Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Apa yang sebenarnya terjadi?”
            “Terakhir kali aku bertemu dengannya… Aku ditanyai macam macam.” Kataku pelan.
            “Macam macan? Apa maksudmu?” Tanya Daniel heran.
            “Ya, dia bertanya bagaimana perasaanku padanya, aku menganggapnya sebagai apa. Dan dia bertanya, jika aku disuruh memilih, aku akan memilih kau atau dia…” Kataku pelan. Daniel tersedak lalu terbatuk beberapa kali dan memandangku heran.
            “Lalu kau jawab apa?” Tanyanya.
            “Aku jawab aku memilih kau, Dan. Tapi aku lupa memberitahu alasannya. Aku akan memilih sahabatku daripada pacarku. Sahabat itu selamanya, iya kan?” Tanyaku sambil berusaha tersenyum. Demi Tuhan aku melihat wajah Daniel memerah.
            “Kau sudah coba menanyakannya pada Logan?” Tanya Daniel sambil mengeluarkan iPhone-nya lalu mengetik sesuatu. Aku tersentak lalu menahan untuk berteriak.
            “Astaga! Logan! Bagaimana aku lupa kalau aku mempunyai Logan?!” Seruku. Daniel hanya tertawa lalu memasukan undangan undangan berwarna hitam putih itu ke dalam tas besar. Ia lalu meraih tanganku dan menuntunku keluar dari Starbuks.

            “Kita mau kemana, Dan?” Tanyaku sambil tergesa gesa mengikuti langkah Daniel yang sangat cepat. Kami keluar dari pintu Grand Indonesia dan aku menemukan Logan Lerman sedang sibuk dengan iPad-nya. Aku berlari lalu menghampirinya. Aku berdiri di depannya, tetapi tampaknya ia tidak memperhatikan kedatanganku. Daniel berdehem lalu Logan pun mengalihkan pandangannya dari iPad.

            “ALICE!” Serunya girang sambil memelukku erat. Sudah hampir sebulan aku tidak berkomunikasi dengan dia.
            “Logan, kau kemana saja? Tidak pernah ke Pelita Harapan, tidak pernah mengirimiku SMS. Kau menghilang!” Amukku sambil meninju bahunya. Ia tertawa.
            “Maafkan aku, anak kecil. Selama sebulan penuh, aku belajar mati matian untuk ujian minggu depan. Aku ingin masuk jurusan IPA. Ini baru aku keluar untuk bermain lagi.. Hei, Daniel. Almost 14 ya?” Tanya Logan sambil bersalaman dengan Daniel. Daniel hanya tersipu malu lalu membuka tas besar berisi undangan undangan itu dan member satu undangan untuk Logan. Logan membukanya lalu menatap Daniel heran.

            “Huh, 2 Juni? Bukannya ulang tahunmu minggu ini tanggal 26 ya?” Tanya Logan heran.
            “Begini, dari tanggal 20 sampai 30 kami ada ujian praktek terakhir di sekolah. Jadi aku tidak mungkin mengadakannya tanggal 26.” Kata Daniel sambil tertawa. Eh, 2 Juni? Itu kan satu hari sebelum 2 tahunanku dengan Cody.

            Aku langsung menarik tangan Logan dan Daniel bersamaan dan mengajak mereka masuk ke Starbuks. Aku dengan cepat berlari ke kasir, aku membeli dua Caramel Frappuccino –kesukaanku dan Daniel, juga satu Double Chocolaty Chip Frappuccino kesukaan Logan. Aku yang akan mentraktir mereka hari ini. Setelah pesananku siap, aku mengambil 3 minuman itu dan kembali duduk di tengah tengah dua sahabatku itu.

            “Ah, aku suka saat saat dimana Alice mentraktirku!” Seru Daniel sambil tertawa. Logan tanpa banyak bicara langsung menyeruput Double Chocolaty Chip Frappuccino-nya. Kelihatannya ia sangat kehausan.
            “Logan, kau tau? Cody menghilang.” Kataku membuka pembicaraan. Logan yang sedang minum langsung tersedak dan terbatuk batuk.
            “Logan, kau baik baik saja?” Tanya Daniel. Longan beberapa kali terbatuk lalu mengangguk dan menatapku. Ia tersedak, berarti ada sesuatu yang terjadi.
            “Katakan padaku. Tanpa sedikitpun kebohongan.” Kataku tegas. Logan tak mau berbicara. Ia tetap diam.
            “Ia sama sekali tidak menghubungiku selama dua minggu. Namaku di bio Twitter-nya di hapus. Aku selalu ke rumahnya, tetapi ia tidak pernah ada dirumah. Aku sudah mencoba berkali kali menghubunginya, tapi dia tidak pernah menjawabnya.” Suaraku sudah mulai bergetar. Logan memegang tanganku lalu menghela nafas.

            “Kau dijauhi olehnya, tapi kau tidak merasa sakit hati?”
            “Aku sakit hati. Tapi aku tidak akan marah padanya. Ia tidak pernah marah padaku.”
            “Kenapa kau tidak akan marah padanya padahal jelas jelas ia menelantarkanmu?”
            “Aku menyayanginya, Gan…” Kataku pelan. Air mataku mulai menetes satu persatu, dan kuharap Codylah yang menghapusnya seperti biasa. Tapi kali ini… Daniel yang menghapusnya.
            “Apa yang ia katakan waktu kalian terakhir kali bertemu?” Tanya Logan pelan.
            “Ia bertanya apa perasaanku padanya, siapa dia bagi aku… Pokoknya dia aneh. Dan ia menanyakan jika aku diminta untuk memilih, aku akan memilih Daniel atau dia. Aku bingung, aku tidak ingin menjawab, tapi ia memaksaku menjawab.”
            “Dan kau memilih?” Tanya Logan penasaran.
            “Aku memilih Daniel. Tentu saja aku lebih memilih sahabatku. Setiap orang juga pasti begitu. Sangat bodoh jika lebih memilih pacar daripada sahabat. Sahabat selamanya, iya kan?” Tanyaku pelan. Logan melepaskan tangannya lalu menghela nafas.

            “Sudah kuduga. Daniel, apakah Cody kau undang juga?” Tanya Logan pelan. Hah, sudah kuduga? Apa maksud dia?
            “Iya, nanti sore undangannya akan aku kirimkan. Ia akan kuminta menyanyi lagi.”
            “Logan! Katakan padaku dimana Cody?! Kenapa dia menjauhiku?! Selama aku berpacaran dengannya, tidak pernah ada kejadian seperti ini! Berantem seperti ini! Logan, katakan padaku!” Seruku dengan suara serak. Air mataku mulai menggenang tapi kutahan untuk tidak berbicara.
            “Tapi aku tidak tau apakah yang kuketahui ada hubungannya dengan semua ini. Cody sama setidak cerita padaku tentang hal ini. Dan aku juga tidak sempat menanyakannya kepada Cody karena sibuk untuk belajar.” Kata Logan pelan. Aku meraih tangannya lalu menatap matanya. “Please, Gan?” Pintaku sambil terisak.
            “Berjanjilah untuk tidak menangis. Di sekolah, selama dua minggu belakangan ini, aku sering melihat Cody berduaan dengan Alyssa Bernal, cewek yang satu eskul gitar dengan Cody. Mereka selalu bersama kemana mana. Dari dulu mereka sudah sahabatan, tapi tidak sedekat sekarang. Sekarang mereka jelas jelas terlihat kasmaran.” Jelas Logan dengan hati hati. Air mataku jatuh tak bisa kutahan lagi. Cody.. Tega melakukan semua ini padaku? Bersama cewek lain padahal dia masih menjadi milikku? Apakah karena waktu itu aku menjawab Daniel?

            “Kurasa.. Ia menjauhimu karena ingin memutuskanmu, Al.. Waktu kelas 7, ia sempat pacaran dengan Bella Thorne dan ia bertingah seperti sekarang. Seperti apa yang ia lakukan padamu. Tapi lebih parah, ia mendekati cewek lain di depan mata Bella. Pada akhirnya ia putus dengan Bella. Tapi putus dengan cara baik baik.”

            “Apa ini semua ada hubungannya dengan Alice yang memilih aku, Gan?” Tanya Daniel pelan. Logan menggeleng. “Mungkin iya, mungkin tidak. Di saat saat seperti ini Cody selalu menutupi semuanya sendiri.”
            “Oh. Aku mengerti. Katakan padanya, ia harus datang di ulang tahun Daniel atau semua ini akan berakhir lebih buruk daripada yang ia bayangkan.” Kataku sambil meremas iPhone-ku dengan wallpaper fotoku dengan Cody.


            “Aku setuju dengan Logan, mungkin benar, Cody ingin meninggalkanmu…” Kata Nick sambil mengangguk anggukan kepalanya. Demi dan Selena merangkulku sambil berusaha menghentikan tangisanku.
           
            “Tapi, 2 tahun, bro! Itu bukan waktu yang sebentar.” Kata Joe dengan mimik muka sok serius. Edward mengangguk mengiyakan.
            “Mungkin Cody sudah sangat cemburu karena kau memilih aku daripada dia…” Kata Daniel tiba-tiba. Aku menoleh lalu tersentak.
            “Iya! Mungkin dia cuman cemburu, Al!” Seru Ashley.
            “Tapi… Kalau Cody cemburu… Ia hanya marah, tidak sampai seperti ini.” Kataku pelan sambil menghapus air mataku.
            “Untung Cody diundang ke ulang tahun Daniel, disana kau bisa ngobrol dengan Cody.” Kata Edward sambil menatapku. Aku mengangguk.
            “Tapi aku takut Cody menghindariku…”
            “Pastilah, Cody akan menghindarimu. Aku berani taruhan dia pasti membawa cewek itu, siapa namanya? Alyssa! Iya dia pasti bawa Alyssa. Kami akan membuatmu berbicara dengan dia, Lice! Tenang saja.” Kata Selena yakin.
            “Tapi bagaimana caranya, Sel?” Tanya Ashley heran.
            “Entahlah, tapi aku sudah menyusun susunan acaranya. Cody akan menyanyi setelah Alice. Dan kupastikan kau bisa mencegat Cody setelah dia turun dari panggung.”
            “Terima kasih Selly, aku mencintaimu!” Seruku sambil memeluk Selena.
            “Tapi, kurasa… Cody benar benar keterlaluan. Ia bisa mengirimi SMS kepada Daniel, tetapi tidak pernah menghubungimu.” Kata Miley sambil mengepalkan tangannya. Nick meraih tangan Miley. “Pasti Cody punya alasan yang logis kok, Ley…”

            Selena, Edward, Demi, Ashley, Daniel dan Joe pun tertawa dan menyoraki mereka berdua. Aku yang tadinya menangis malah ikut ikutan tertawa. Akhir akhir ini, Nick memang jadi dekat dengan Miley. Kurasa Nick mulai menyukai Miley.

            “Ali jangan nangis. Kalau ketawa kayak gini kan lebih cantik…” Kata Daniel sambil menghapus air mataku. Seketika kurasa jantungku berdebar lebih cepat daripada biasanya. Lagi-lagi Daniel membuatku deg degan, padahal aku sudah mempunyai Cody!

            “Ehem, Ali.. Sabar, kau tinggal tunggu 2 hari lagi sampai pesta ulang tahun Daniel. Aku yakin disana Cody tidak mampu berkutik.” Kata Edward.
            “Dan kuharap, di pesta ulang tahunku kali ini, tidak akan ada yang patah hati lagi. Tapi yang ada, sudah patah hati dari dulu.” Kata Daniel sambil berjalan keluar kelas. Edward, Nick, Demi, Selena, Miley, Joe dan Ashley menatapku heran. Aku hanya menggeleng.

            “YA TUHAN! Daniel sadar! Di pesta ulang tahunnya yang ke 13 aku patah hati karena dia!” Seruku sambil mendekatkan diri ke tembok kelas, berusaha untuk tidak teriak.
            “Sabar yaaa, Al.” Kata Nick sambil menjulurkan lidahnya. Joe tertawa mengejekku. Aku meninju mereka berdua lalu mereka pura pura kesakitan.
            “Tapi, Daniel bilang ada yang patah hati dari dulu. Tapi siapa?” Tanya Ashley heran.
            “Mungkin, Daniel menyukaimu dan patah hati karena di ulang tahunnya sekarang kau sudah mempunyai pacar. Who knows, Al?” Tanya Edward dengan nada sok cool sekaligus mengejek. Yang lain hanya tertawa dan berbisik bisik.

            Kurasakan pipiku memerah. Kurasakan detak jantungku lebih cepat, jauh lebih cepat dari waktu Daniel menghapus air mataku. Kenapa aku bisa merasa seperti ini disaat aku sedang pusing tentang Cody?! Aku berani bersumpah, aku ingin sekali menghajar Edward karena kata katanya tadi. Trust me, I’m serious.


TAYLOR DANIEL LAUTNER’S POV
Taman Cafe Hampavala, Sunday, June 2nd 2013

            Tamu tamu sudah mulai memenuhi area Taman Café Hampavala ketika aku meraih tangan Alice yang sudah dingin karena Cody tidak muncul juga. Kami berdua berdiri di pintu masuk sambil sesekali bersalaman dengan tamu tamu yang datang.

            Banyak saudara saudaraku mengira aku dan Alice adalah sepasang kekasih. Kali ini aku tidak memakai dress code di acara ulang tahunku, dan dengan sangat menakjubkan, baju yang kupakai serasi dengan dress cokelat Alice. Andai aku adalah Cody, andai aku adalah pacar Alice… Ah sudahlah.

            “Kau tau, Nick sudah jadian lho dengan Miley!” Seruku sambil tertawa.
            “Oh ya Tuhan, aku ketinggalan gossip! Kapan mereka jadian?” Tanya Alice.
            “Kemarin…” Kataku pelan. Tiba-tiba aku melihat mobil Yaris Hitam milik Cody. Ia keluar dari mobil itu dan membukakan pintu untuk seorang cewek, ah tidak salah lagi, itu Alyssa Bernal. Aku melirik ke arah Alice dan sudah kupastikan posisi Alice sangat aman, ia tidak akan melihat Cody.. Menggandeng cewek itu!

            Semua orang menatap heran ke arahku dan Alice lalu ke arah Cody dan Alyssa. Aku tau apa yang mereka pikirkan, mereka pasti bingung kenapa Cody tidak bersama Alice, kenapa ia malah bersama Alyssa.

            Ketika Cody mulai dekat ke arahku dan Alice, aku langsung memeluk Alice dan berusaha menyembunyikannya di pelukanku. Akupun memutarkan diri supaya Cody tidak sadar bahwa aku ada disana. Cody dan Alyssa berjalan berdua dengan santai memasuki Taman Café Hampavala. Alice tiba-tiba memelukku erat.

            “Daniel, terima kasih sudah memelukku. Tapi itu percuma, aku sudah sempat melihatnya.” Kata Alice pelan. Kurasakan jas kemeja cokelatku basah, ah, Cody. Kenapa kau tega membuat Alice menangis seperti ini?



Uhuk, tanpa Daniel sadari, dia juga pernah membuat Alice menangis. Tapi.. Apa ya yang bakal terjadi di acara ulang tahun Daniel dengan keadaan Cody dan Alice yang seperti ini? Mau tau? Keep read! Almost final chapter!
To be Continued...

Tidak ada komentar:

Leave me some comment! Thank you, guys:}

Diberdayakan oleh Blogger.