Pintu Semu #FF2in1

10 tahun yang lalu, saat kita baru masuk SMA.....

Dia menatapku keheranan sambil membawa tumpukan buku. Kurasa dia bukan orang Jakarta. Wajahnya bersih, rambutnya coklat muda dan kulitnya kemerah merahan mirip orang barat. Aku tertegun.

"Siapa namamu?"
"Calista. Kamu?"
"Angga."

Semenjak hari itu aku masih ingat selama 3 tahun terakhir kita bersahabat sampai akhirnya kamu kembali ke Paris bersama orang tuamu. Kamu berjanji kita akan bertemu lagi 7 tahun lagi setelah hari itu...


"I love you, Cal."
Wajah Calista memerah, merah padam. Pipinya seperti tomat. Ia tak bicara apapun, aku menghela nafas.

"I'm sorry, Ga. I can't say anything."
"Why?"
"You're my bestfriend."
"So make us more than that."
"This door means so much for me. Because its the first place we met."
"I'll wait for you."
"Even I asked you to wait for 7 years until I'm back?"
"Why not?"
"Sewindu lagi di pintu ini, Ga."

Kamu membuat janjimu padaku di pintu ini, Cal. Aku mencoba mencarimu tapi tak bisa. Sampai akhirnya aku memutuskan keluar sekolah dan masuk ke Gereja biasanya kau berdoa. Hatiku tercekit melihat kau disana bersama seseorang yang kukenal. Dia juga temanmu kan?


Lalu kenapa kamu bisa bersamanya tapi tidak bisa bersamaku? Lalu untuk apa aku menunggu sewindu jika kau hanya meninggalkan harapan semu dipintu itu?

Aku melewati banyak orang selama sewindu demi kamu. Kamu yang memilih pergi dengan pangeranmu bukan orang yang selalu menunggumu di depan pintu..

Sewindu - Tulus


Artikel lainnya:

Tidak ada komentar:

Leave me some comment! Thank you, guys:}