[FLASH FICTION] Bulan Tanpa Bintang

Tara Damoniar menyibakkan rambutnya dan memamerkan sederet gigi putihnya yang rapih. Ia sudah siap menghadapi kerasnya Jakarta pagi ini. Walau sebenarnya ia masih merindukan California, tempat ia di besarkan. Tapi disini adalah tempat kelahirannya dan ia harus menerima kenyataan bahwa ia akan kembali tinggal di Indonesia paling tidak sampai ia lulus SMA.


Sudah bulan ketiga dan Tara belum benar benar bisa beradaptasi. Ia merindukan California. Ia tidak bisa tertawa lepas dengan teman teman sekelasnya. Ia lebih suka sendirian. Padahal Tara cukup menarik untuk diajak berteman.

Tara cantik dan ramah. Ia juga kalem. Tubuhnya tinggi dan kurus. Rambutnya hitam lebat dan sering ia jepit dengan jepit rambut warna warni. Tara bisa menyanyi dan main piano. Ia juga bisa berbahasa Indonesia dengan cukup lancar.

Tapi Tara tak bisa apa apa jika tak ada Nusan.

Mata Tara menerawang jauh ketika mengingat Nusan. Namanya Nusan James Smith. Ia adalah anak sahabat Ibunya Tara dan mereka sama-sama pindah ke California karena tugas Ayah mereka. Tapi Tara lebih dulu pulang sementara Nusan akan terus menetap disana.

Tara sebenarnya rindu Indonesia, tapi ia lebih rindu California -atau Nusan tepatnya. Ia tak tahu sampai kapan ia akan bertahan. Ia benar benar merindukan Nusan.

Entah siapa yang salah, tapi dari dulu Tara tak bisa melakukan apapun jika tak ada Nusan. Tara begitu bergantung pada Nusan. Namun sekarang Tara harus berjuang sendiri. Ia terus bertanya tanya apakah ia mampu sendirian tanpa Nusan?

Karena ia merasa seperti berdiri sendiri di tengah keramaian yang tidak ia mengerti. Tak ada yang menemani, tak ada yang melengkapi. Seperti bulan tanpa bintang.


Cirebon, 10 September 2013 from 22.50-23.00 pm
Jaga kesehatan, ya. Selamat tidur, kamu.


Artikel lainnya:

Tidak ada komentar:

Leave me some comment! Thank you, guys:}