Kosong?

Kali ini rasanya benar benar kosong.


Tidak ada seorang pun yang mengisi ataupun bertahan. Rasanya begitu sunyi tapi ramai. Gue bersyukur atas kesibukan ini. Gue gak punya banyak waktu untuk pusing pusing mikirin hati. Gue gak punya lagi waktu untuk berdiam dan menggalaukan sesuatu.

"Titi sama siapa?"
"Gak sama siapa siapa."

The truth is, alhamdulillah memang tidak terikat secara hati pada siapapun ataupun hubungan. Sudah tidak ada lagi Kesatria yang mampu membuat folder kamera ponsel gue penuh atau Kesatria hebat yang bisa membuat gue menangis karena kesal.

Tidak ada Kesatria.

Kali ini Bintang Jatuh juga nampaknya kosong. Rasanya begitu manis mendapati gue dan dia sama sama sendiri. Tidak punya dambaan hati atau ikatan pada siapapun. Kosong. Bintang Jatuh membuat gue bisa lebih mensyukuri setiap detik kesendirian gue ini.

Mungkin.................

Pendekar, pangeran atau kesatria lain sedang berjalan menemui gue?

Tapi tidak, tidak ada Kesatria lain. Hanya ada satu Kesatria. Dan gue sudah meninggalkannya jauh jauh.

Di akhir tahun ajaran ini, gue gak mau mengikatkan hati pada hal hal yang gak pasti. Seperti jatuh cinta pada kakak kelas, mencoba mencintai atau pada teman dekat sendiri. Gue gak mau meninggalkan hati yang menggantung di SMANDA seperti apa yang gue lakukan dulu saat SMP.

Jikalau tidak ada status pun, yang penting gue tahu dia sama gue, dia tahu gue sama dia. Dan mungkin cukup kita yang tahu. Tidak perlu label. Yang perlu kepercayaan, bukan?

Jadi ketika Bintang Jatuh terus menanyakan apa kabar Kesatria, gue gak bisa menjawab dan selalu menghindar. Gue benci topik Kesatria karena rasanya jadi hambar. Bahkan sakit hatipun sudah tidak terasa lagi. Benar benar hambar.

Walau Kesatria masih sama manisnya seperti dulu. Tapi gue gak bisa jawab pertanyaan pertanyaan Bintang Jatuh.

Kadang orang mendekat, tapi gue gak punya tujuan. Gue sudah nyaman dengan keadaan ini. Keadaan yang bahkan gue ataupun alam semesta tidak bisa menjawabnya. Bahkan sang Bintang Jatuh pun, ketika gue berulang kali bertanya, ia tidak punya jawabannya.

Kadang kekosongan adalah saat dimana kamu jatuh cinta pada duniamu, jatuh cinta pada kebesaran-Nya, jatuh cinta pada ketulusan-Nya memberikanmu kehidupan yang begitu fana, penuh ilusi, penuh ketidakpastian..

Kekosongan yang begitu hambar namun rasanya tidak terlalu buruk.

Mungkin untuk saat ini gue sudah terbiasa hidup seperti ini: terlibat pada berjuta cerita cinta di luar sana yang tidak ada gue sebagai tokohnya. Mungkin saat ini gue hanyalah figur Bintang Jatuh untuk orang lain. Figur penolong, Supernova semua orang.

Tapi gue sangat bersyukur punya Bintang Jatuh gue sendiri.......

Wahai Kesatria-ku, sampaikan salamku pada seluruh alam semesta. Katakan pada mereka terima kasih sudah menemaniku saat kamu jauh pergi.

Wahai Bintang Jatuh-ku, sampaikan pesanku pada seluruh jagad raya. Beritahu mereka bahwa kekosongan hati itu tidak seburuk apa yang aku pikirkan dulu.




Hati ini mungkin harus kosong. Sebelum pengisinya benar benar datang dan tidak akan pergi lagi. Pengisi yang tidak akan menganggap gue hanya adik kelas yang ngefans, teman dekat yang mencoba mencari pelarian, seorang sahabat yang jatuh cinta namun untuk bercanda, seorang gadis yang bisa menjadi pelarian saat dia tidak ada siapa siapa atau seorang gadis naif yang hanya perduli pada cinta.



Suatu saat nanti, akan hadir dia. Dia yang gak seperti mereka. Dia yang bukan ilusi. Dia yang nyata. Tanpa harus kutunggu, tanpa harus kucari. Hanya perlu bersabar sampai saatnya tiba nanti...


Benar begitu kan, Kesatria-ku?


Artikel lainnya:

4 komentar:

  1. Ah aku juga galau . Galau bukumu kok udah banyak banget gitu. Hiikksss. Aku kapan ? :"""

    BalasHapus
  2. ahh baca postingan mbak jadi ikut galau. :)

    BalasHapus

Leave me some comment! Thank you, guys:}