Talking with Alice-Edward: How To Find Your Passion

Selamat hari Sabtu semuanya! Welcome back to Talking with Alice-Edward! Actually, gue sama Ridho udah mau ngepost episode ini tapi karena gue harus mengetik panjang lebar dan lelah memakai handphone, jadi gue save dulu sampai akhirnya modem pun kembali!1 Yea yea yea yea!!

Aaaah senangnya Ramadhan hampir usai. Sebentar lagi gue akan jadi anak paling tua di sekolah gue a.k.a bentar lagi lulus! Gue bingung harus milih kuliah yang mana karena gue punya beberapa kesukaan tapi gak paham passion gue yang sebenarnya.

So, dari kegalauan itulah gue mengajak Rasyid a.k.a Ridho a.k.a Idho a.k.a Edward a.k.a Edu... Banyak ye namanya, pfft. Gue mengajak Rasyid untuk menulis bareng tentang how to find your passion!

Seperti biasa gue akan membahas dari segi remajanya (yang mudah dipahami) dan Ridho akan lebih ke teorinya (yang mudah juga dipahami). Gue dan Ridho senang memahami orang, kok. Jadi gak bakal ribet sama kita. HAHAHAHAHA.

Duh intronya kepanjangan Tip.. Ayo dong mau baca tulisan Ridho. ADAH SABAR NAPA SIH GUYS. Gak ada yang kangen sama gue apa?! Ssssh udah Lis udah kelamaan ditunda episode ini.. Ye, Edu lagi!! Kamu gak sih yang lama banget menentukan tema selanjutnya?! *malah jadi panas*

Udah udah, ayo Titi nulis!! *dorong dorong gue* Beuh, iya ah bawel!

NIH GUE DULUAN YANG NULIS. JANGAN DI SKIP. AWAS AJA LU! *todong mangga dari pohon sebelah*

Notes:

Biru = Kalian
Merah = Titi
Hijau = Ridho
Mau nambah warna sendiri? Sok atuh sok mangga biar pada happy... *pergi*


***

Obrolan ini adalah topik yang menarik untuk gue karena jujur gue sendiri masih bingung menemukan passion gue sendiri. Menurut gue passion adalah arah hidup. Di manapun elo berada, kalo lo punya passionnya A, lo mungkin bisa menjalani B, tapi gak akan semaksimal kalo lo jalanin A.

Ketika kita terjun di bidang yang sesuai dengan passion kita, antara otak dan hati akan berjalan selaras sehingga tubuh pun akan selalu sehat dan bahagia. Ini akan mempengaruhi kenerja kita. Emang sih, orang bisa aja membuat mindset "gue harus bisa kerja dimana aja" tapi alangkah bahagianya kalo kita bisa kerja di bidang kita, right?

Nah.. Gimana ya caranya menemukan passion? Gue akan membahasnya secara garis besar dulu = ketertarikan. Menurut gue passion adalah runcingan dari ketertarikan. Kalo lo tertarik, belum tentu passion lo disitu.

So this is 3 steps from me to find your passion!

1. Buat list hal hal yang menarik

Dalam kehidupan ini, pasti ada dong hal hal yang membuat elo tertarik? Nah menurut gue, lo coba deh cari hal hal yang menarik bagi lo dan buat listnya. Kalo lo bingung menemukan "apa yang menarik" cobalah berbagai hal di sekeliling lo. Liat minat lo ada di mana. Pasti gak cuman di satu tempat kok. Tuliskan 3-5 hal yang paling menarik buat elo. Kayak gue nih...

- Nulis
- Nyanyi
- Bikin video
- Ngajarin orang
- Bantuin masalah orang

Ps: bisa juga kayak "Matematika" "menolong orang" "memasak" kayak gitu yah. Gak perlu spesifikasi job kok hehehehe..

2. Coba fokuskan & pilih 2 diantaranya

Setelah elo berhasil dapat 5 hal yang menarik buat elo, coba elo dalamin 5 hal itu dan rasakan dengan hati & pikirkan dengan otak lo.. Yang mana yang paling membuat elo enjoy? Jangan setengah setengah atau cuman ngikutin orang! Contohnya ya gue...

- Nulis
- Bantuin masalah orang

3. FOKUS & BERANI MELANGKAH!

Setelah lo berhasil memilih 2 dari 5 hal yang lo suka.. Coba kembali renungkan dan dalami kegiatan tersebut selama 2 minggu bergantian. Misalnya dalam seminggu lo melakukan A, seminggu lo melakukan B. Di minggu ketiga, coba melakukan bergantian. Di minggu keempat, coba berpikir, apa yang lo rasakan? Mana yang paling membuat lo enjoy dan bahagia?

Coba pikir dan renungkan. 

JANGAN PIKIRKAN KATA ORANG!

Setelah itu... Lo bisa dapet jawabannya.

Bisa jadi kedua hal yang lo pilih kemudian lo jadikan satu hal utuh yang menjurus ke passion lo atau lo memang memilih salah satunya. Dari situlah lo akan menemukan passion elo. 

Contohnya gue. Gue lebih berat ke nulis tapi gue butuh bahan untuk nulis sehingga tulisan gue gak cuman fiksi kosong. Akhirnya gue memadukannya dengan ilmu Psikologi yang menurut gue sangat berguna sekali. Jadilah gue sadar bahwa passion gue kalo gak di Sastra ya di Psikologi........

Begitulah guys. Mulai dari hal yang menarik buat elo, lakukan eliminasi lalu lakukan eksekusi akhir. Passion itu menurut hati elo, ya! Gak bisa nyokap-bokap atau temen lo yang nentuin.

Saran gue, kuliah lah sesuai apa yang lo suka. Jangan pake ada acara "enggak ah gue gak suka ininya" "iya sih gue cuman suka itunya" jangan jangan! Kuliah di jurusan yang emang minat lo disitu. Sehingga lo enjoy & bisa sukses sampai kerja nanti! Aamiin...

Itu tips dari gue. Sekarang, lo ngobrol aja ya sama Ridho. Gue mau beresin kamar. Bye!


***

Hai, siang semuanya, sekarang jam 11.46, suasana hatiku  sekarang sedang bersemangat. Aku merasa banyak hal yang harus dilakukan, setelah beberapa hari dilanda kegalauan karena tidak ada kegiatan yang jelas. Punya kegiatan itu menarik, lho.. Beruntung aku, masih punya kesibukan. Makasih ya Titi udah ngajakin nulis lagi... Iya, Rasyid. It's my pleasure....

Karena dengan ada kesibukan, kita tidak mungkin sempat untuk merasa cemburu dengan kegiatan orang lain, yang kita pikirkan ialah bagaimana kita menyelesaikan tugas kita. Beberapa waktu terakhir ini, aku sedang tertarik dengan hal-hal yang berbau dengan passion. Banyak pendapat orang tentang passion,  dan maka dari itu diputuskan untuk membuat tentang.. How to Find Your Passion. 

Passion itu apa sih? Passion itu dalam bahasa Indonesia artinya gairah.  

Gairah itu artinya keinginan yang kuat. Jadi, suatu kondisi dimana kita benar-benar ngerasain kita tertarik dan kita ingin benar-benar melakukan itu. Contohnya ketika kalian suka nulis, dan  kalian ngerasa ada hal kosong kalau dalam beberapa waktu kalian ga nulis sesuatu. Bisa jadi hal yang dilakuin Titi selama ini, nulis novel, blog, dan segala macam itu Passionnya Titi. Tapi gimana tentang passion kalian? Secara ga sadar beberapa orang melakukan hal yang sebenarnya belum tentu mereka sukai, mereka melakukan hal demi hierarki masyarakat. 

Contohnya saya sendiri, saya pernah mengikuti berbagai kegiatan, yang sebenarnya belum tentu saya sukai, tapi saya paksakan untuk mengikutinya karena menurut orang-orang itu keren. Ketika kelas 10, saya ikut paskibra kota, entah karena saya melihat menjadi pasukan 17 ialah hal yang keren, dan menurut orang-orang pun begitu. Anehnya, ketika saya jalani, justru saya merasa tidak menikmatinya, saya terbebani dengan keluhan, berbeda dengan teman-teman saya yang lainnya yang bisa menikmati sambil tertawa dengan teman lainnya dan para senior. Beruntung lagi, aku diselamatkan oleh targetku di SMA, aku ingin berprestasi melalui ekskul yang ku ikuti. Alhasil, dengan berbagai pertimbangan, aku putuskan untuk tidak melanjutkan paskibra kota. 

Bukan berarti paskibra itu tidak baik, hanya saja saya sendiri yang merasa tidak tertarik dengan dunianya. Setelah dipikirkan lagi, ternyata memang bukan itu passionku. Sekarang setelah aku mengikuti passionku, gairahku, alhamdulilah di KIR, aku mengalami berbagai tempaan, namun aku benar-benar menikmatinya. Hingga kini aku masih mengharapkan berbagai tempaan yang bisa terus membuatku lebih baik. 

Hal yang bisa diambil ialah, hal yang kalian kerjakan, kalau udah berhubungan sama keinginan kalian, kalian akan benar-benar menikmatinya walaupun menurut orang lain itu pahit. Saya berkeinginan untuk menjadi pembicara besar dengan materi-materi yang memukau. Semoga setiap langkahku diberi kemudahan oleh-Nya. Aamiin. 

Lalu, gimana cara kita menemukan passion kita? Yuk kita bahas. 

1. Melakukan 1 hal baru setiap hari selama 21 hari, non-stop   

Cara ini saya dapat dari video inspirasi TedxJakarta, pembicaranya Rene Suhardono, salah satu pembicara hebat, yang menurutku easy-going, dan saya suka itu, sesosok tokoh yang menyukai kebebasan. 

Untuk melakukan cara ini, perlu kertas yang tidak mudah hilang dalam 21 hari. Syarat melakukannya: tidak boleh berhenti, dan ketentuannya kalau berhenti ialah melakukannya lagi dari awal. 

Aku sudah mencobanya, ketika selesai, aku melihatnya, ternyata aku berhasil melakukan hal hal spontan yang tidak terencana dan cukup membuatku menemukan kelebihan-kelebihanku dan membuatku lebih percaya diri. Yaitu, diantaranya aku berhasil menolong orang, berhasil mendapatkan sesuatu dan kemajuan, itu karena gairahku atau passionku terhadap dunia public-speaking dan ketertarikanku untuk berbicara dan menganilisis kelebihan dan kekurangan orang lain. 

Memang, kalau orang lain yang melihat 21 hal baru dalam 21 hari milik kita, mungkin sebagian orang akan menertawainya. Maka dari itu, cukup kita simpan sendiri. :D Ayo, coba lakukan ini, dan kita saling berbagi ceritanya! ;)   


2. Kalian ingin dikenal sebagai siapa? Buktikan! 

Pertama, coba pikirkan tentang siapa sih tokoh idola kalian. Lalu, mengapa kita mengidolakannya? Hal baik apa yang membuat kita tertarik dengannya? Coba tuliskan. Saya tertarik dengan Deddy Cobuzier, alasannya karena saya merasa kesan beliau ialah memiliki banyak talenta dan cerdas. 

Saya melihat sejarahnya, banyak hal yang sudah dilakukan namun tidak semuanya berhasil. Banyak penolakan terjadi padanya untuk menjadi sukses kini. Beliau memegang motto: Persistensi adalah hal terbaik untuk mendapatkan kunci kesuksesan. 

Ketika gagal, maka coba lagi. Orang yang dapat melakukan berkali-kali ialah orang yang dengan secara tidak sadar sedang berusaha memegang kunci kesuksesan. Kemudian, beliau pernah bilang bahwa sekolah tanpa dunia masa depan, hal yang saya tangkap ialah walaupun kita sekolah, kita harus tetap hal positif yang kita sukai. Misalnya bersaing untuk berprestasi. Ketika gagal, maka coba lagi. 

Dari hal tersebut, saya bertekad untuk melakukan yang hal-hal terbaik. Ketika saya gagal, saya akan berusaha untuk coba lagi. Selain Deddy Cobuzier, saya juga tertarik dengan Mario Teguh. Beliau memiliki sudut pandang yang terlihat oleh kita selalu positif. 

Contohnya, beliau pernah bilang ” Apapun yang terjadi, ini merupakan takdir Tuhan agar dapat membuat kita menyejahterakan kedua orangtua kita dan membuat kita lebih maju.” Saya membayangkan ketika saya gagal, saya yakin ini bukan berarti saya benar-benar kalah dan tidak bisa melakukannya, namun saya yakin  ada hal yang lebih baik akan terjadi. Seperti salah satu arti ayat dalam Al-Quran, “Dibalik kesulitan akan ada kemudahan”, saya percaya hal itu. Dilihat dari kedua tokoh tersebut, keduanya memiliki kesamaan, yaitu keduanya pembicara besar yang hebat dengan stylenya masing-masing. Maka, aku putuskan untuk menjadi pembicara besar yang akan berbicara di depan 10.000 orang 10 tahun ke depan.





Muhammad Rasyid Ridho,               
Dokter, Motivator, dan Pengusaha Muda. 

Allahuma aamiin yaa Allah, lancarkanlah langkah sahabatku...

3. Hindari mengeluh karena keterbatasan   

Semua orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, dan sebagian orang menganggap kekurangan itu sebagai penghambat dari kesukesan kita. Padahal, justru kekurangan kita ialah yang membedakan diri kita dengan yang lainnya. Bayangin deh, kalau kita tidak punya kekurangan atas impian kita, kita benar-benar sempurna sesuai rencana kita, benar-benar sukses persis seperti orang yang kita idolakan dengan cara yang sama.

 Misalnya, saya jadi magician, kemudian saya juga jadi pembawa acara, lalu memenangkan beberapa penghargaan, lalu menjadi ahli bela diri wing chun dan membuat buku diet. Persis seperti Deddy Corbuzier, lalu bagaimana orang-orang akan melihat saya? Kemungkinan besar orang-orang bakal menganggap itu bukanlah hal yang special, karena riwayat hidupnya persis seperti orang terdahulunya. 

Lalu, bayangin dengan kekurangan saya yang tidak pandai bermain magic, lalu tidak pandai bela diri wing chun, namun punya kelebihan dan kekurangan yang tidak sama. Otomatis hal tersebut membentuk jati diri. 

Contoh lain, Titi mengidolakan Raditya Dika, ia berharap akan menjadi penulis hebat seperti beliau. HAHAHAHA YOU ALWAYS KNOW ME, BRO! Tentu dia punya keterbatasan yang berbeda dengan Raditya Dika, Titi mudah galau dengan hal-hal yang menyinggung dan tidak sesuai harapannya. Tapi, ia berhasil merangkul keterbatasannya itu menjadi karya. Titi berhasil membuat tulisan-tulisan yang sering dibaca banyak orang dari atas apa yang dia alami.  

Semoga kita semua berhasil mengubah keterbatasan menjadi keunikan. Aamiin.   

Sekian dari saya, sampai jumpa. Semoga kita dapat berbincang dengan langsung, untuk berbagi pengalamannya, di lain waktu. Terimakasih!

Salam sukses, Lampauilah batasmu, dan naikkan benderta tak terkalahkan;}


***

Bqiqiqiqi. We hope it works on you guysss! Selamat berpikir! Masih ditunggu lho yah request dari kalian.. See ya soon cheers!xoxo


Alice&Edward

2 komentar:

  1. Terkadang apa yang kita ingin jadi apa terhalang oleh kebutuhan mendesak yang datang di depan muka. Akibatnya terkadang demi melengkapi kebutuhan, soal passion bisa dikesampingkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap! Saya setuju dengan yang itu kak:D

      Hapus

Leave me some comment! Thank you, guys:}

Diberdayakan oleh Blogger.