What you want the most = What you're best without

I woke up to rain and windy morning.

Tahun 2018 benar benar menantang gue. I have to move from Jakarta in the end of this year, nanti akan gue ceritakan kenapa gue harus pergi. Tapi yang jelas, gue harus berpisah dengan segala hal yang membuat gue terbiasa di sini. 

Teman teman, I learnt something yesterday.

Terkadang apa yang gue benar benar inginkan adalah apa yang tidak gue butuhkan. I'm living my dreams, but I didn't satisfied. Perkaranya adalah gue terlalu terbiasa untuk hidup dan dijatuhkan sejatuh jatuhnya untuk dinaikkan kembali. Sayangnya orang yang biasanya menjatuhkan gue tidak lagi hanya mengurusi gue.

We both still bumped into each other but things get bigger between us; our support systems also changes. Jadi ketika gue masih menaruh dia di ring 1, mungkin gue sekarang sudah tidak lagi di posisi itu untuk dia. Ketika gue biasanya tahu segala hal tentang dia, sekarang dia cerita ke orang lain saat gue masih bercerita sama dia.

Gue tidak mengharapkan apa apa. Gue cuman berharap kami akan baik - baik saja, saling mendukung satu sama lan. Tapi rasa kepemilikan ini sepertinya masih tersisa dan gue jadi berharap.. Berharap dia tetap ada..

Sedangkan Allah akan selalu merasa cemburu ketika kita menaruh harapan kepada ciptaan-Nya. Maka dari itu, Ia akan selalu membuat jarak, mengembalikannya, mengambilnya, mengembalikannya, membuat jarak dan terus begitu sampai kita berhenti berharap.

Then, I have ego. I have ego that says, "gue gak mau kalo gak ada dia." Sementara ego itu membuat gue ribet sendiri. Perasaan ini, ego ini, membuat gue berharap. Even gue hanya berharap semua baik baik saja, tapi berharap tetaplah berharap.


Yang gue pelajari adalah apapun yang terjadi, berhenti berharap dan berencana. Jalani momen yang ada dengan sebaik mungkin karena gak akan kembali lagi. Terus perbaiki diri dan jangan berharap apapun. Pada akhirnya hal hal baik akan kembali dengan kebaikannya sendiri.

Karena memang ada benarnya.. 

Apa yang kita benar benar inginkan terkadang hal terbaik yang seharusnya tidak kita miliki. Allah tahu yang terbaik. Jadi tolong, berhenti melawan permintaannya. Kalau memang Ia tidak membiarkanmu berharap, ikuti perintah-Nya.

Mungkin dia memang yang kamu inginkan, tapi Allah tidak memberikannya karena kini kamu tidak membutuhkannya...



Ditulis untuk hati yang menyayangi namun harus bisa membedakan rasa sayang dan rasa memiliki adalah dua hal yang berbeda.


Artikel lainnya:

Tidak ada komentar:

Leave me some comment! Thank you, guys:}