Someone you don't have to change.

Buat kamu yang belum baca / nonton Perahu Kertas karya Dee, dimohon meninggalkan postingan ini.

Ini bukan kali pertama gue nonton Perahu Kertas. Seperti yang kita tahu bahwa ini adalah cerita tentang Keenan dan Kugy, dua orang sahabat yang diam diam saling jatuh cinta namun tidak mau mengakui. Tapi bukan mereka yang gue pengen lihat, melainkan Remi, pacar Kugy setelah berpisah hampir 3 tanun dari Keenan.

Entah Drama Korea mana yang membuat gue tersihir dengan tokoh cowok yang lebih tua beberapa tahun terasa lebih dewasa untuk gue. Mungkin itu satu di antaranya kenapa gue lebih suka nonton Remi dan berharap Kugy berhasil bersama Remi instead of waiting for Keenan.

But here’s the highlight :

Ketika Remi melamar Kugy tapi gadis itu baru saja ketemu lagi dengan Keenan, reaksi Kugy luar biasa kagetnya. Kugy menghilang dan atas bujukan Keenan (dan juga setelah Keenan mengutarakan isi hatinya), Kugy setuju untuk berjuang dan menerima Remi. Tapi sayangnya Remi gak percaya gitu aja karena Remi ngerasa ada sesuatu yang selama ini selalu menahan Kugy. Untuk membuat Remi percaya, Kugy memberikan buku dongengnya untuk Remi yang selama ini hanya ditunjukkan kepada Keenan.

Singkat cerita Remi sadar bahwa di hati Kugy masih berbekas Keenan dan ia tidak bisa menghilangkan Kernan. Akhirnya Remi mundur kan memberikan kembali buku tersebut.

The thing is...

Remi bilang, “pernah gak Keenan minta kamu kasih buku ini buat dia? Pernah gak kamu minta aku kasih cincin ini buat kamu? Cari orang yang bisa kasih kamu segala galanya tanpa kamu harus minta.”



Di situ gue udah kaya.. deg. Okay. I’ve given much to the one that I loved. Tapi dia selalu cari lagi cari lagi.. Dia seakan gak pernah puas dengan hati gue yang sudah setulus dan sesetia itu sama dia.

Then...

Kugy bilang, “tapi aku udah temuin kamu di kamu.”

“Berarti kamu yang sudah, aku yang belum.” Remi tersenyum kecil. “Bukan di hubungan ini. Kalo aku terus paksain, kita berdua nantinya yang sama sama sakit.”

Despite of everything, akhirnya gue menemukan satu jawaban lagi kenapa ketika kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati tapi ia tidak begitu cinta lalu kita berpisah, kita sebenarnya beruntung. Beruntung dalam artian kita terbebas dari kemungkinan sakit hati yang lebih parah di masa depannya.

Okay, ini cerita tentang hati yang gak bisa dipaksain ya. Bukan karena suka sama orang lain atau adanya pengkhianatan. Gue menghitung pengkhianatan ketika adanya usaha seseorang untuk orang lain selain kita, sementara Kugy kan membiarkan Keenan gitu aja sampai Keenannya balik sendiri.

Jadi jika nanti gue ketemu orang lagi, gue tidak mau lagi terus meminta. Kalau dia memang sayang sama gue, dia akan memberikan kok. Gue memberi banyak tapi dia tidak memberi, lalu ketika hubungannya kandas bukan gue yang brengsek atau dia yang gak tahu diri; tapi kami memang sama sama gagal mencintai satu sama lain.

Setidaknya gue sekarang bisa mulai menerima kenapa ada banyak hubungan yang bagai pesawat terbang; sibuk mengudara dan hanya singgah jika memang waktunya. Setidaknya gue bisa memahami dan memaafkan kegagalan tersebut.

Tapi lucunya gue pernah berubah sesuai apa yang dia minta dan dia mau, gue berikan semuanya tapi gak pernah cukup untuk dia...

Jadi semoga dia bertemu orang yang gak harus dia rubah jadi orang lain. Orang yang gak bikin dia memutar otak bagaimana cara menerima cintanya. Dan tentu saja orang baik, yang tulus dan tahu diri.

Setidaknya malam ini lo bisa belajar bersyukur, bahwa ketika lo sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik namun kegagalan itu muncul, hubungan itu kandas dan dia tidak mengejar lo lagi, lo bisa berkata, “ya Allah terima kasih telah menjauhkanku dengan yang tidak baik untuk menemukan yang lebih baik.”


Cheers!

Tidak ada komentar:

Leave me some comment! Thank you, guys:}

Diberdayakan oleh Blogger.