[FLASH FICTION] Setengah Hati

"Ini makhluk masih diterima oleh bumi dan alam semesta?" Gerutu Nay tatkala ia sedang berjalan menuruni anak tangga di kampusnya dan menemukan sesosok pria dengan kemeja berwarna denim di hadapannya.

Demi Tuhan rasanya jijik bercampur terharu. Di satu sisi ia jijik karena ia benar benar tidak lagi ingin melihat pria pengecut nan tak tahu malu macam si Rey ini. Tapi di sisi lain ia terharu bahwa Tuhan dengan baiknya membiarkan Rey hidup normal setelah apa yang ia lakukan pada Nay beberapa bulan lalu.

Rasanya Nay ingin menyuruh pria itu memakai rok saja jika ingat perlakuan Rey kepadanya. Direndahkan dan diremehkan orang lain tentu saja menjadi luka tersendiri untuk seseorang. Tapi bagaimana jika luka tersebut dibuat oleh orang yang tersayang?
Kiranya jika Nay sudi memaafkan Rey, Nay pasti orang yang sangat berbudi mulia.
Namun sayangnya Nay hanya wanita berusia 20 tahun yang punya hati dan merasa. Ia bukan bermain drama atau tak memakai logika; ia hanya kecewa. Apakah salah jika kita kecewa setelah diremehkan oleh orang yang selalu kita puja?

Geli. Bulu kuduk Nay sontak ikut berdiri. Karena tak tahan melihat pria itu masih bisa berdiri tegak setelah kelakuannya yang biadab, Nay mengambil beberapa langkah lebih cepat. Kedua tangannya mendorong pundak pria itu hingga ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Pria itu meringis kesakitan tapi Nay tampaknya tak lagi punya hati untuk iba pada pengecut ini. Dengan tatapan penuh obsesi tanpa celah untuk memberi rasa sedih, ia berjalan menuju pria itu.

Dilihatnya pria itu jatuh dan mengerang kesakitan. Namun sakit yang dirasakan pria itu cuman luka yang sembuh kala koyo hangat dan obat merah dibalurkan ke tubuhnya. Sedangkan Nay memiliki dua hal yang terluka parah hingga tak dapat lagi ia terima; hati yang kecewa dan harga diri yang diinjak olehnya.

Nay memandang Rey dengan tatapan penuh kepuasan, layaknya seekor singa melumpuhkan musuhnya. Ia berujar, "makanya jangan belagu."

Rey memandangnya dengan tidak percaya. Oh jelas, jika ia menginginkan wanita yang masih menunduk bahkan setelah diinjak harga dirinya oleh pengecut, maka bukan Nayla Azizah orangnya. Namun ketika Nay ingin beranjak pergi, sesuatu dalam batinnya membuatnya berhenti dan ia sadar... Tadi hanyalah khayalan akibat amarah yang tak lagi bisa dibendung oleh akal sehatnya.

Setelah jiwanya kembali pada masa yang sedang berjalan, ia malah menemukan pria itu berbalik arah dan berjalan melewatinya. Sambil berpapasan dengannya, laki laki itu menyapa, "Nay apa kabar? Kapan bisa bantu aku perform lagi?"

Tentu saja Nay tersenyum kecil, "nanti ya. Sibuk." Tanpa memandang lelaki itu lalu ia berjalan tanpa menoleh.

"Oke kabarin ya Nay.. Aku butuh kamu banget secara siapa sih yang gak tahu koreografi kamu selalu keren di acara apapun? Dancer kelas atas."

Nay menaikkan bibirnya sebelah lalu tertawa, "hahahaha iya atur aja."

Tertawa dengan suara parau; penuh amarah, nyinyir dan setengah hati.




Jakarta, 7 Juni 2018

Coba googling dulu.. Psycho itu apa.. 
Baru dipakai katanya:)


Artikel lainnya:

Tidak ada komentar:

Leave me some comment! Thank you, guys:}